Kisah Tatiana Sorokina: Perempuan Rusia yang Membesarkan 81 Anak

Tatiana bersama beberapa anaknya (Juni 2018).

Tatiana Sorokina
Mari berkenalan dengan Tatiana! Selama tiga dekade terakhir, Tatiana dan suaminya telah merawat 79 anak angkat, serta dua anak kandung mereka.

Rumah keluarga Sorokin di desa Rassvet (Oblast Rostov, Rusia Selatan) tampak seperti rumah lainnya di lingkungan itu. Rumah tersebut berupa bangunan dua lantai yang dikelilingi oleh taman dengan pagar besi. Pada pandangan pertama, tak terlihat bahwa itu adalah rumah bagi keluarga terbesar di Rusia, yang telah mengadopsi dan membesarkan lebih dari 80 anak.

“Saat ini saya tinggal dengan 15 anak (11 anak laki-laki dan empat perempuan),” kata Tatiana Sorokina, (67). “Tiga dari mereka belajar di akademi, dua anak laki-laki yang lebih tua — berusia 18 dan 20 tahun —kuliah di universitas, dan yang lain tinggal bersama keluarga mereka sendiri.”

Tatiana bercerita bahwa sebanyak 81 anak telah tinggal bersama keluarganya selama 30 tahun terakhir, dengan jumlah terbanyak 23 orang tinggal bersama di bawah satu atap pada tahun 1991-1993. Bagaimana ini mungkin dan mengapa mereka mengambil begitu banyak anak angkat? Ibu yang heroik ini berbagi kisahnya dengan Russia Beyond.

Bagaimana semua ini bermula?

Tatiana, Mikhail, dan putri mereka Anna (1972).

Semua bermula di Makhachkala (1.893 km selatan Moskow) pada tahun 1968 ketika Tatiana yang berusia 18 tahun bertemu calon suaminya Mikhail Sorokin — saat itu berusia 23 tahun. Sorokin dibesarkan di panti asuhan, sehingga memulai keluarga sendiri sangatlah penting bagi dirinya. Sementara mereka berdua bekerja, Tatiana melahirkan Anna (1970) dan beberapa waktu kemudian putra mereka Ivan lahir (1973). Sayangnya anak laki-laki itu terkena penyakit serius dan karena kesalahan dokter ia menjadi difabel. 

Meskipun pasangan ini tidak berencana untuk mengadopsi anak, takdir memiliki ide lain. Mereka meninggalkan Makhachkala untuk mencari pekerjaan di Volgodonsk dan dalam perjalanan ke sana, mereka berhenti di kota Tsimlyansk. Di sana mereka berbagi apartemen dengan seorang wanita yang meminta Sorokin untuk merawat putrinya yang berusia satu tahun saat ia pergi untuk "mencari kehidupan yang lebih baik." Wanita itu kembali lima tahun kemudian dan memutuskan untuk menempatkan gadisnya ke panti asuhan. Namun, hal itu membuat Sorokin membawa gadis itu kembali ke perawatan mereka.

Ini baru permulaan. Pada tahun-tahun berikutnya, mereka mengadopsi tidak hanya anak-anak yatim piatu tetapi juga mereka yang difabel, termasuk tiga anak laki-laki yang memerlukan operasi wajah dan tiga gadis keracunan oleh radiasi radioaktif. Pada tahun 1989, dengan 11 anak yang diadopsi dan dua anak mereka sendiri, Sorokin menjadi salah satu keluarga pertama di Uni Soviet yang menerima status "panti asuhan keluarga", sebuah inisiatif negara yang memberi anak-anak kesempatan untuk merasakan kehidupan nyata bersama keluarga daripada panti asuhan, dan tanpa harus melalui prosedur adopsi resmi.

September 1991.

Singkat cerita, selama periode 30 tahun, Tatiana dan Mikhail tanpa pamrih mengangkat 79 anak angkat. Sayangnya, Mikhail meninggal enam tahun lalu.

Pohon keluarga (1969-2007).

Masalah uang

Pemerintah setempat dan Dana Anak-Anak Rusia saling mendukung satu atau sama lain. Pada 1990, keluarga ini pindah dari sebuah apartemen tiga kamar ke rumah mereka sendiri dan menerima sebuah minibus dari dana tersebut. Pada 2002, mereka mendapat kendaraan baru, yang akhirnya mereka tukar dengan mobil berkapasitas delapan penumpang. Sayangnya, pada 2015 minibus ini terlibat dalam kecelakaan dan tak bisa dipertahankan.

"Kami membutuhkan minibus, karena kami tidak bisa pergi kemana-mana .... Anak-anak sering tidak ada kegiatan di desa selama liburan," kata Tatiana. “Saya membelikan mereka beberapa peralatan olahraga, di rumah mereka bermain tenis meja, di sekolah mereka bermain sepak bola, tetapi akan sangat menyenangkan untuk membawa mereka memancing, mendaki, atau mengunjungi keluarga lain dengan anak-anak angkat.”

Maret 2017.

Keluarga ini berhasil memenuhi kebutuhan hidup mereka. Melalui program "panti asuhan keluarga", mereka menerima dukungan keuangan negara sekitar 9.458 rubel (140 dolar AS) per anak dan tiap bulannya — tetapi ini hanya berlaku untuk delapan dari 15 anak-anak. Anak-anak lain tidak memenuhi syarat untuk dukungan ini, karena mereka diadopsi secara resmi.

Juli 2017.

"Per harinya, kami biasanya menghabiskan sekitar 250 rubel (3,7 dolar AS) per orang untuk makanan, 500 rubel (7 dolar AS) untuk kebutuhan lain, dan sekitar 1.000 rubel (14,8 dolar AS) untuk hal-hal lain, seperti mainan, pakaian, obat-obatan, dan sekolah," katanya. “Suami saya meninggal beberapa tahun yang lalu, sehingga beberapa anak-anak mendapatkan santunan karena kehilangan orang tua, satu anak mendapat santunan karena difabel. Sejak 1999, saya juga menerima dukungan untuk disabilitas sebesar 25.000 rubel (367 dolar AS) per bulan.”

Sebagian besar dana digunakan untuk belanja bahan makanan dan pakaian. Bulan ini, Sorokin juga bersiap-siap untuk mengawali sekolah pada bulan September, yang mungkin berarti menghabiskan sekitar 100.000 rubel (1.478 dolar AS) secara total.

Berapa banyak agar cukup?

Foto keluarga (2016).

Semua anak yang dibawa masuk ke keluarga Tatiana memanggilnya “ibu” dan semua tumbuh di jalan yang lurus dan sempit. Mayoritas telah lulus dari universitas, mempertahankan pekerjaan, menikah, dan bahkan telah memulai keluarga mereka sendiri. Mereka semua tetap berhubungan dengan Tatiana dan mendukungnya — anak kandungnya sendiri mengikuti jejaknya untuk mengadopsi anak-anak.

Anak angkat Tatiana mencium ibunya ketika pergi untuk melakukan wajib militer (Mei 2018).

"Seringkali orang asing mengunjungi kami hanya untuk melihat bagaimana kami hidup," kata Tatiana. “Banyak orang tua menghubungi saya secara online, meminta bantuan. Terkadang saran saya membantu, terkadang saya sendiri menghadapi masalah yang sama. Banyak dari mereka yang mengunjungi kami telah memutuskan untuk mengadopsi anak-anak juga.”

Ini bukan pertanyaan tentang berapa banyak anak yang terlalu banyak, tetapi pertanyaan tentang bagaimana mencintai orang tua, pikir sang ibu yang heroik. “Lebih baik membiarkan keluarga mengadopsi beberapa anak dan melihat bagaimana kelanjutannya. Jika seorang anak diambil hanya karena tertarik dengan uang, maka itu akan menjadi jelas dan anak itu harus dibawa pergi. Tetapi ini sangat menyakitkan bagi anak, itu sebabnya selama beberapa tahun terakhir kami hanya mengadopsi mereka yang ditinggalkan oleh keluarga angkat lainnya. Di atas kertas tampaknya mudah, tetapi kenyataannya anak-anak hanya menginginkan cinta, ciuman, dan kata-kata yang baik, serta borscht dan bubur. ”

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More
Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki