Dipengaruhi Sepak Bola dan Trump: Bagaimana Pandangan Orang Meksiko Terhadap Rusia Sekarang?

Vladimir Astapovich/Sputnik
Hingga baru-baru ini, orang-orang Meksiko tak tahu apa-apa soal Rusia, dan Negeri Paman Sam sangat mempengaruhi pandangan mereka. Tetapi Piala Dunia dan kebijakan AS yang merendahkan telah berbuat lebih banyak untuk hubungan Meksiko-Rusia ketimbang diplomasi dan politik.

“Anda berasal dari Rusia? Apa urusan Anda di sini?!" seorang pengemudi Uber muda menatap saya dengan takjub. "Semua teman saya sedang di sana untuk Piala Dunia."

Uber memang baru di Kota Meksiko, tetapi ini adalah cara termurah dan teraman untuk berkeliling. Saya mengalami masalah dengan koneksi WiFi di bandara, tetapi akhirnya berhasil menemukan mobil.

Sopir saya adalah pria muda yang penasaran, Carlos. Untungnya, ia berbahasa Inggris dengan lancar, dan dalam beberapa menit ia mulai menceritakan kisah hidupnya.

"Sekarang saya tahu mereka bisa tersenyum"

Carlos menikah dengan dua anak dan tinggal di salah satu wilayah dengan tingkat kriminalitas tinggi di kota. “Orang jahat tidak menyentuh saya karena kami tumbuh bersama,” jelasnya. Bahkan, orang Rusia bisa membuatnya lebih takut dibandingkan tetangga-tetangganya yang berbahaya.

Rusia telah berdampak pada budaya lokal Meksiko: lebih dari 100 jalan di Kota Meksiko diberi nama Rusia mulai dari penulis, komposer, penyair, kosmonaut, serta wilayah seperti Siberia, dan bahkan Leon Trotsky, revolusioner yang terbunuh di sana.

Tapi, seperti kebanyakan orang Meksiko biasa, pandangan Carlos akan orang Rusia terbentuk oleh film-film Hollywood, di mana orang-orang berahang besar murka dan saling bunuh di salju. Seperti yang digambarkan oleh media Amerika, Rusia tampaknya adalah negara malapetaka dan suram.

Pendukung tim nasional Meksiko dan Peru dengan polisi Rusia di Moskow, Rusia, 15 Juni 2018.

“Saya baru berubah pikiran setelah teman-teman saya pergi ke Piala Dunia,” Carlos memberitahu saya dengan penuh semangat. “Setiap hari mereka mengunggah foto dan video dengan orang Rusia. Mereka sangat jauh dari yang saya lihat di film. Sekarang saya tahu mereka bisa tersenyum.”

“Mengapa kamu tidak mencium temanmu?”

Ada perbedaan budaya yang kuat antara kedua negara, yang dipisahkan jarak lebih dari 10, 000 kilometer.

“Kami memang tak terlihat seramah orang Meksiko, tetapi sebenarnya kami sama hangatnya dengan mereka. Itu tidak bisa langsung terlihat," kata Elena, pemilik sebuah restoran kecil yang menyajikan salad, panekuk, dan hidangan lainnya di wilayah Condesa.

Bertahun-tahun yang lalu ia jatuh cinta dengan seorang pribumi Meksiko dan pindah ke Kota Meksiko, tetapi suaminya hingga kini masih bingung dengan cara komunikasinya yang khas Rusia. "Dia pikir saya bertengkar dengan teman-teman karena kami tidak mencium atau memeluk ketika bertemu."

Menurut Elena, ada kampanye anti-Rusia di jejaring sosial Meksiko tepat sebelum Piala Dunia.

"Orang-orang punya kesan bahwa seseorang akan menusuk mereka begitu turun pesawat," kata Elena sambil membuat panekuk bergaya Rusia dengan kaviar merah. “Tetapi orang-orang Meksiko tidak takut. Mereka sangat mencintai sepak bola, dan mereka pergi ke mana saja. ”

AS: bukan lagi tujuan yang diinginkan?

Saya tinggal di Juarez, salah satu daerah ramah wisata di Kota Meksiko, tempat kedubes AS berada. Tempat ini mudah diidentifikasi karena kerumunan besar orang yang menunggu di luar.

Selama bertahun-tahun, AS telah menjadi salah satu tujuan utama orang-orang Meksiko. Pekerja migran masih ingin pergi ke AS, tetapi tampaknya sudah tidak lagi bagi mereka yang muda dan berpendidikan.

Pemandangan Colonia Juarez di Kota Meksiko, pada suatu pagi yang cerah

Mariana, seorang yang bercita-cita  menjadi seniman dan seorang kurator galeri seni di Juarez, memperoleh gelar Magister Seni di Universitas Columbia. Ia berencana kembali ke New York, tetapi hanya untuk berkarya dari perspektif Meksiko. Mariana berpikir hubungan kedua negara memburuk di bawah Donald Trump, dan ia merefleksikan hal ini dalam karya seninya.

Juan, seorang filsuf dan penulis yang tinggal di Coyaocan, tidak ingin pergi ke AS lagi. “Saya sering mengunjungi teman di New York, tetapi ketika saya punya pilihan melanjutkan studi, saya memilih Inggris dan kemudian Kanada. Saya lebih suka negara yang berorientasi sosial.”

Tak lagi dependen

Setidaknya, orang-orang Meksiko merasa lebih mandiri. Tentu saja ini bukan berarti jika mereka 'berpisah' dari AS, akan ada hubungan yang lebih dekat dengan Rusia. Namun, orang-orang Meksiko kini berpikir bahwa dunia tidak hanya AS dan mau menjajaki peluang di negara lain.

Kota Meksiko

“Kami dulu hidup dari minyak dan kiriman uang, yang  dikirimkan oleh orang-orang Meksiko dari AS; tetapi sekarang sektor teknologi kami semakin berkembang dan industri makanan semakin meningkat," kata Alan, seorang pendiri perusahaan perintis.

Beberapa tahun yang lalu ia berpartisipasi dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh majalah lokal dan bertemu Steve Wozniak, pendiri Apple. Alan berpikir untuk memindahkan perusahaannya ke Silicon Valley, tetapi ia berubah pikiran setelah pemilu AS.

"Saya lebih suka ke tempat lain," katanya. “Pindah ke AS tampaknya sulit untuk saat ini: saya hanya tidak ingin diperlakukan buruk atau jadi bahan diskriminasi."

Pandangan orang Meksiko hanyalah segelintir dari stereotip umum warga asing terhadap Rusia. Apa saja persepsi yang salah? Baca artikel kami.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki