Klaim Pernikahan Sesama Jenis Pertama di Rusia, Polisi Cabut Paspor Pasangan Homoseksual

Polisi menganulir paspor pasangan homoseksual yang mengklaim telah mendaftarkan perkawinan mereka di Rusia.

Polisi menganulir paspor pasangan homoseksual yang mengklaim telah mendaftarkan perkawinan mereka di Rusia.

Pixabay
Polisi mencabut paspor pasangan homoseksual yang sebelumnya mengklaim telah mendaftarkan perkawinan mereka di Rusia. Sementara, petugas yang mengesahkan paspor mereka terancam dipecat.

Pavel Stotsko dan Yevgeny Voytsekhovsky menikah di Denmark pada awal bulan ini sebelum akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan perkawinan mereka di Rusia. Kepada media, mereka mengaku mendaftarkan pernikahan mereka di salah satu gedung serbaguna di ibu kota, yang menyediakan berbagai layanan sipil.

Namun demikian, Rusia melarang pernikahan sesama jenis. Karena itu, publik meragukan validitas kisah mereka sekalipun keduanya menunjukkan bukti stempel pada paspor merek — stempel itu dianggap sebagai pengakuan terhadap legalitas status pernikahan mereka.

Kini, polisi Rusia secara resmi mencabut kedua paspor pria tersebut. Pejabat kepolisian pun mengatakan bahwa petugas yang menstempel paspor mereka melakukan kesalahan.

“Baik petugas maupun atasannya akan dipecat dari jabatan mereka,” kata Irina Volk, perwakilan resmi Kementerian Dalam Negeri Rusia.

Sebelumnya, gedung serbaguna yang disebutkan Pavel mengeluarkan siaran pers yang menyebutkan bahwa pasangan tersebut telah berbohong karena karyawan-karyawan mereka tak punya wewenang untuk memberikan layanan semacam itu. “Segala dokumen yang diterima untuk diregistrasi dikirim ke kantor catatan sipil untuk pengambilan keputusan,” bunyi laporan tersebut.

Pada 2014, salah satu kantor catatan sipil Moskow meloloskan pernikahan antara seorang perempuan dan seorang trangender. Mengapa itu bisa terjadi? Baca selengkapnya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More