Modis dan Berpakaian Mahal, Kakek 72 Tahun dari Timur Jauh Curi Perhatian di Instagram

Penduduk Khabarovsk berusia 72 tahun ini adalah penggemar Versace dan membeli pakaian bermerek dengan pembayaran pensiunnya.

Jaket kulit Dior, topi Moschino, kacamata hitam Prada... Ini bukan barang-barang desainer yang biasanya dipakai pensiunan berusia lanjut. Banyak pensiunan lebih memilih celana krem gombroh, sandal coklat, dan dasi yang membosankan.

Namun, seorang pensiunan dari Khabarovsk di Timur Jauh Rusia tak membiarkan usianya menodai selera berpakaian. Boris Dunaevskii menolak melangkah di depan umum kecuali jika dia terlihat rapi dirajut pakaian paling trendi. Dia kemudian mengunggah foto-foto gayanya di halaman Instagram-nya yang punya banyak pengikut. Dia tidak banyak tersenyum karena bagaimana pun juga dia orang Rusia.

Boris terus mengikuti apa yang media tulis tentangnya dan memasang tautan di Instagram-nya. Dia mengeluh bahwa dia menerima banyak komentar negatif oleh pengguna dari Rusia, namun untungnya orang-orang dari Tiongkok dan Barat jauh lebih bisa menghargai.

Beberapa orang menulis bahwa dia harus difoto oleh fotografer profesional dan bahwa dia benar-benar tidak terlihat seperti pensiunan Rusia.

Dia bukan orang yang dari dulu tertarik pada mode. Baru pada tahun 2000-an, uang pensiun Boris meningkat menjadi 18 ribu rubel (4,22 juta rupiah) – setelah dia melawan kanker – dan kemudian ia mulai membeli pakaian bermerek.

"Saya tertarik pada Versace, karena usianya hampir sama dengan saya, saya lahir pada tahun 1945, dan dia satu tahun kemudian pada tahun 1946. Dia memiliki gaya khas yang disebut Barocco," tulis Boris di Instagram-nya.

Sang lansia mengunggah banyak foto dari tepi Sungai Amur di Khabarovsk dengan pakaian renangnya - dan harus diakui, dia terlihat keren. Tampaknya ini karena ia rajin melakukan Agni Yoga dan Qigong.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More
Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki