Xenia Sobchak, Kandidat Penantang Utama Putin di Pilpres Rusia 2018

Discover Russia
ALEXANDRA GUZEVA
Xenia Sobchak pertama dikenal sebagai ‘Paris Hilton-nya Rusia’, dan sekarang ia ingin menjadi ‘Hillary Clinton-nya Rusia’. Berikut beberapa fakta menarik mengenai sang bakal calon presiden.

Xenia menjadi bintang televisi pada 2004 di reality show-nya Dom-2, di mana anak-anak muda membangun rumah dan berhubungan dengan romantis.

Setelah 13 tahun acara tersebut masih mengudara, namun terkenal karena sering menayangkan hal-hal vulgar. Namun begitu, Xenia telah menjadi tokoh yang berpengaruh di masyarakat Rusia.

Vladimir Putin belum resmi mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan diri lagi menjadi Presiden Rusia namun hampir semua yakin ia akan melakukannya. Untuk beberapa bulan terakhir, beredar rumor bahwa Xenia akan menantang Putin pada pemilihan presiden Maret 2018; harian Vedomosti memublikasikan surat pada Rabu (18/10) bahwa Xenia mengirimkan mereka pernyataan keputusan untuk mencalonkan diri menjadi presiden.

Anak dari Kerabat Putin

Putin memulai karier politiknya sebagai Wakil Walikota Leningrad, mendampingi Anatoly Sobchak saat kota tersebut mengganti nama menjadi Sankt Peterburg. Walikota Sobchak, yang meninggal pada 2000, sering dibilang sebagai orang yang jujur dan bijaksana, dan patuh terhadap demokrasi. Ada rumor bahwa Putin – sebagai tangan kanan Walikota Sobchak – adalah ayah baptis Xenia.

Pembawa Acara Penuh Skandal

Saat pertama muncul di televisi pada 2004, Xenia Sobchak dikenal identik sebagai anggota ‘era keemasan anak muda’, sebagai ‘Paris Hilton-nya Rusia’. Ia juga memiliki acara televisinya sendiri, Blonde in Chocolate, yang menunjukkan hobinya bepergian dengan pakaian mahal dan minum minuman mahal di kelab malam. Ia adalah sosialitas profesional, tamu langganan di pestanya orang-orang kaya dan terkenal, dan pembawa acara penghargaan musik dan acara-acara korporat besar. Di saat yang bersamaan, namanya sering dikaitkan dengan skandal; semakin banyak uang yang ia dapat, semakin banyak musuhnya.

Menjalani Hidup yang Serius

Tahun 2012 adalah titik balik untuk Sobchak, dan image-nya berubah 180 derajat seiring usahanya menjadi wanita yang serius. Ia mulai memakai kacamata dan mengerjakan proyek-proyek jurnalistik serius. Dari 2012 hingga Juni 2017, ia mewawancarai politisi kondang, pebisnis, dan jurnalis di program televisi Sobchak Live yang mengudara di Dozhd TV.

Di tahun yang sama, Sobchak menjadi pemimpin redaksi majalah glamor SNC (sebelumnya bernama Sex and The City), dan dua tahun kemudian meninggalkan posisinya untuk menjadi pemimpin redaksi L’Officiel.

Mungkin kegiatannya yang paling mengejutkan dan serius adalah bergabung dengan oposisi di kancah politik. Saat pemrotes meramaikan jalan di Moskow pada 2012 untuk meminta pemilu yang adil, Sobchak dan rekan-rekannya (jurnalis, aktor, penulis) mulai mengikuti demo-demo, sehingga mereka tidak punya kesempatan lagi untuk bekerja di saluran televisi milik negara.

Pemimpin Oposisi

Suatu saat di tengah-tengah pertemuan oposisi, Sobchak bertemu calon suaminya, aktor Maxim Vitorgan, dan pada 2016 ia melahirkan seorang anak bernama Platon.

Karena Sobchak sejak lama telah dikenal akrab di lingkungan Putin, untuk beberapa saat banyak yang tidak percaya dengan keseriusannya berubah haluan ke oposisi. Namun begitu, komentar-komentarnya di media sosial dan wawancaranya mengenai Kremlin menjadi semakin tajam. Ketika aktivis oposisi Alexei Navalny mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden, Sobchak juga mendukungnya.

Namun begitu, saat keduanya diwawancara pada bulan Juni, mereka sedikit berselisih. Sobchak mengatakan, program politik Navalny tidak jelas bagaimana membuat negaranya menjadi lebih baik; Navalny hanya melawan korupsi, menyingkap kegiatan pejabat, serta melaporkan vila-vila dan jet-jet pribadi mereka – kurang terencana dalam membuat perubahan.

Pencalonan Presiden

“Saya Xenia Sobchak, saya 35 tahun dan seluruh kehidupan saya dihabiskan di Rusia, dan saya peduli terhadap apa yang terjadi ke negara saya,” tulis Sobchak, seperti yang diberitakan Vedomosti. “Saya melakukan seluruh kegiatan publik dengan tanggung jawab dan saya sadar segala risiko dan kesulitan dari tantangan ini. Saya telah menentukan bahwa keikutsertaan saya dalam pilpres dapat menjadi satu langkah menuju perubahan yang dapat berguna untuk Rusia.”

Sobchak menulis bahwa ia tidak hanya mendaftar “sebagai kandidat, tapi sebagai penyambung lidah dari mereka yang tidak bisa menjadi kandidat. Saya siap untuk menyuarakan protes kepada para penguasa.”

Suratnya tersedia di sini dalam bahasa Rusia. Sebelumnya, media melaporkan bahwa Kremlin memutuskan untuk mengizinkan Sobchak mencalonkan diri.

Mari kita lihat apa yang wanita pintar dan cerdas ini bisa lakukan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web promosi Sobchak sebagai presiden: sobchakprotivvseh.ru