Tiga Minggu Ikut Kamp Bahasa Rusia, 24 Pelajar Suriah Kembali ke Tanah Air

Lingkungan sosial di kamp "Artek" diciptakan secara khusus agar anak-anak bisa berkomunikasi dengan teman-teman sebayanya dari negara lain dengan bahasa Rusia.

Lingkungan sosial di kamp "Artek" diciptakan secara khusus agar anak-anak bisa berkomunikasi dengan teman-teman sebayanya dari negara lain dengan bahasa Rusia.

Server Amzayev/Russian Look/Global Look Press
Sebanyak 24 pelajar Suriah yang mendapat kesempatan untuk belajar bahasa dan kebudayaan Rusia selama tiga minggu di kamp "Artek" di Krimea, Rusia telah kembali ke kampung halamannya.

Sebanyak 24 pelajar Suriah kembali ke kampung halamannya setelah mengikuti program belajar di Kamp Anak Internasional “Artek” di Krimea, Rusia, Minggu (17/9). Russkiy Mir menyebutkan, para pelajar itu berkenalan dengan bahasa dan budaya Rusia selama tiga minggu. Mereka adalah para pemenang Olimpiade yang diadakan pemerintah Suriah bagi mereka yang mempelajari bahasa Rusia.

Para peserta berasal dari berbagai kota di Suriah. Salah satu di antaranya bernama Ahmad Abdelmukhsein yang berasal dari Damaskus. Ia dikirim dengan sebuah pesawat militer dari Deir ez-Zor yang saat itu masih dalam pengepungan. Setelah tiga minggu tinggal di Rusia, ia kembali ke kampung halamannya dan melihat perubahan drastis. Tentara Suriah dengan dukungan Pasukan Kedirgantaraan Rusia telah menerobos kepungan ISIS yang telah lama menguasai tempat tinggalnya.

Tidak hanya menarik dan informatif, lingkungan sosial di kamp ini diciptakan secara khusus agar anak-anak bisa berkomunikasi dengan teman-teman sebayanya dari negara lain dengan bahasa Rusia. Setiap malam, pertandingan olahraga dan acara hiburan digelar. Selama kontes musik, anak-anak Suriah menyanyikan lagu berjudul Osen (Musim Gugur) dari grup musik Rusia DDT sesuai dengan tema kompetisi yang mengangkat tema musim gugur. Selain itu, mereka juga menyanyikan chastushki (semacam lagu tradisional bertemakan anekdot atau satir yang dinyanyikan dengan tempo cepat) dan ikut serta dalam lomba dansa.

Program pengenalan bahasa dan kebudayaan Rusia di Artek bagi anak-anak Suriah ini didukung Yayasan Russky Mir dan Universitas Sinergiya, serta perusahaan Foz dari Suriah yang telah membelikan tiket dari Damaskus ke Moskow bagi para peserta. Adapun dari Moskow ke Krimea, anak-anak ini didampingi staf Yayasan Russky Mir yang juga telah mengatur program tamasya bagi anak-anak Suriah di ibu kota Rusia selama beberapa hari.

Di Suriah, bahasa Rusia telah diperkenalkan sejak tahun ajaran 2014/2015 sebagai bahasa asing kedua (bersama bahasa Prancis) yang merupakan mata pelajaran pilihan di sekolah. Saat ini, bahasa Rusia dipelajari oleh sebelas ribu anak di berbagai sekolah di dua belas kota di Suriah.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More