Negara Mana Saja yang Dapat Warga Rusia Kunjungi Tanpa Visa?

Alexander Kislov
Meskipun warga negara Rusia memerlukan visa untuk menginjakkan kaki di Amerika Utara dan Eropa, ada banyak negara yang dapat dikunjungi turis Rusia tanpa visa.

Secara umum, ada banyak destinasi bebas visa bagi pemegang paspor Rusia, termasuk negara-negara eksotis, seperti Republik Afrika Selatan atau Jamaika. Yang jelas, warga Rusia tak membutuhkan visa untuk mengunjungi negara-negara tetangga.

Ke mana orang Rusia bisa pergi tanpa paspor?

Dua perempuan muda dengan pakaian tradisional membawa bunga dan makanan untuk menyambut kedatangan turis di bandara di Bishkek, Kirgizstan.

Beberapa negara tidak hanya menerima warga Rusia tanpa visa, tetapi juga tidak mewajibkan pengunjung dari Rusia menunjukkan paspor internasional. Sebagian besar, ini adalah negara-negara pecahan Uni Soviet yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan tingkat integrasi yang mendalam dengan negara tersebut. Negara-negara ini termasuk Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, serta dua negara dengan pengakuan terbatas, Ossetia Selatan dan Abkhazia (tidak seperti AS dan beberapa negara lain di Eropa dan lainnya, Rusia mengakui keduanya sebagai negara merdeka). Bepergian ke salah satu negara tersebut tak berbeda dengan berjalan-jalan di dalam wilayah Rusia. Dalam hal ini, orang Rusia cukup membawa paspor domestik (semacam KTP) untuk melintasi perbatasan internasional negara-negara tersebut.

Bagaimanapun, waspadalah! Beberapa negara mungkin memberlakukan pembatasan tertentu karena pandemi COVID-19.

Ke mana orang Rusia bisa pergi tanpa visa?

Bandara Remezov yang baru di Tyumenskaya Oblast, Rusia.

Daftar negara yang mengizinkan warga Rusia masuk tanpa visa cukup panjang, mencakup hampir semua benua, kecuali Amerika Utara.

Selain negara-negara pecahan Uni Soviet lainnya, seperti Armenia, Azerbaijan, Georgia, Moldova, Tajikistan, Uzbekistan, Mongolia, daftar negara bebas visa bagi warga negara Rusia termasuk destinasi wisata eksotis, seperti Botswana, Republik Afrika Selatan, Tanjung Verde, Mauritius, Maroko, Namibia, Eswatini, dan Tunisia di Afrika.

Warga Rusia juga dapat mengunjungi Bolivia, Brasil, Venezuela, Kolombia, Kosta Rika, Guyana, Guatemala, Honduras, Dominika, Republik Dominika, Grenada, Kuba, Nikaragua, Panama, Peru, Paraguay, El Salvador, Chili, Ekuador, dan Jamaika di Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Kepulauan Karibia, serta beberapa negara kepulauan di Oseania tanpa visa.

Di Asia, destinasi bebas visa termasuk Brunei Darussalam, Vietnam, Hong Kong, Indonesia, Laos, Malaysia, dan Filipina.

Sementara itu, ada beberapa negara yang mengizinkan masuk bebas visa untuk jangka waktu tertentu bagi warga Rusia, seperti Bahama, Bosnia dan Herzegovina, Israel, Qatar, Makau, Makedonia Utara, Maladewa, Seychelles, Serbia, Turki, Ukraina, Montenegro, dan lain-lain.

Bagaimanapun, semua negara ini mengharuskan warga negara Rusia memiliki visa jika yang bersangkutan berniat untuk tinggal selama jangka waktu tertentu. Dalam beberapa kasus, periode bebas visa berlaku selama 90 hari, tetapi dalam kasus lain hanya 30, 21, atau 14 hari.

Negara mana yang mengeluarkan on-arrival visa bagi warga Rusia?

Sekelompok turis dari Rusia.

Warga Rusia bisa jadi membutuhkan visa untuk mengunjungi negara tertentu, tetapi prosesnya dipermudah. Seorang warga negara Rusia bisa tiba di negara tujuan tanpa visa kemudian membayar biaya tertentu untuk menerima visa kunjungan saat kedatangan (on-arrival visa)

Negara-negara yang memberlakukan aturan semacam itu termasuk, tetapi tidak terbatas pada, Bangladesh, Bahrain, Haiti, Gambia, Mesir, Zimbabwe, Tanzania, Uganda, India, Yordania, Irak, Iran, Kenya, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Suriah, Sri Lanka, Etiopia, dan lain-lain.

Tahukah Anda bahwa warga Rusia memiliki dua paspor? Meski sekilas terdengar aneh, sebetulnya sebagian besar warga dunia (termasuk Anda) juga memiliki dua macam dokumen identitas.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki