Puncak Menara di Verkhoturye: Pelarian dari Ural ke Siberia

Pos terdepan Ortodoks ini dianugerahi tatanan alam yang dramatis.

Verkhoturye. Katedral Trinitas dan menara lonceng, dinding Kremlin. Penampakan barat. 26 Agustus 1999.

Pada awal abad ke-20, ahli kimia dan fotografer Rusia Sergei Prokudin-Gorsky mengembangkan proses yang kompleks untuk fotografi warna yang jelas dan mendetail. Visinya tentang fotografi sebagai bentuk pendidikan dan pencerahan ditunjukkan melalui foto-fotonya tentang monumen arsitektur di tempat-tempat bersejarah di seluruh jantung Rusia.

Tahun 1909 adalah tahun yang penting bagi karya-karya Prokudin-Gorsky. Pada bulan Mei, Kaisar Nicholas II mengundang sang fotografer ke kediaman kekaisaran di Tsarskoe Selo, dan ia memamerkan gambaran Rusia melalui proyektor yang rumit. Setelah presentasi ini, Prokudin-Gorsky memperoleh dukungan dari istana kekaisaran untuk melanjutkan perjalanannya. Patronase mulia mempercepat langkah kerja sang fotografer.

Verkhoturye. Katedral Trinitas dan menara lonceng, dinding Kremlin. Penampakan barat. Akhir musim panas 1909.

Di antara ekspedisinya di musim panas 1909, Prokudin-Gorsky memulai perjalanan pertamanya ke Pegunungan Ural. Bepergian dengan dukungan logistik dari Kementerian Perhubungan, ia mengambil berbagai potret mulai dari alam liar hingga pabrik-pabrik besar. Kunjungan saya sendiri ke daerah ini dilakukan tepat sembilan dekade kemudian, pada akhir musim panas 1999.

Pintu ke Siberia

Salah satu situs paling indah yang dikunjungi Prokudin-Gorsky di wilayah ini adalah kota kecil Verkhoturye (dibaca "verkho-tUr-ye"), di hulu Sungai Tura, sekitar 185 mil di sebelah utara Yekaterinburg. Sayangnya, negatif kaca asli dari perjalanan ini tidak dipertahankan, tetapi cetak kontak dari albumnya di Perpustakaan Kongres memungkinkan kita melihat gambar luar biasa ini dalam warna hitam-putih.

Kremlin Verkhoturye di Batu Trinitas di atas Sungai Tura. Kiri: Katedral Trinitas dan menara lonceng, penampakan barat laut. 26 Agustus 1999.

Dengan bentengnya yang spektakuler terletak di tebing batu di atas Tura yang berbatu, Verkhoturye (namanya berarti "Tura atas") memainkan peran penting dalam memperluas otoritas Rusia ke timur selama abad ke-17. Dengan populasi saat ini sedikit di bawah 9.000 jiwa, ukurannya yang sederhana memungkiri kenyataan bahwa untuk sebagian besar abad ke-17 dan 18, Verkhoturye adalah titik utama transit dari Rusia Eropa melintasi Pegunungan Ural ke wilayah Siberia yang luas.

Dengan panjang sekitar 620 mil, Sungai Tura tidak tergolong besar untuk standar Rusia, namun sungai ini merupakan mata rantai penting dari aliran timur Ural ke lembah sungai besar Ob-Irtysh di Siberia. Dengan didirikannya Tobolsk pada 1585, Rusia memiliki jangkar strategis di Sungai Irtysh di Siberia barat.

Katedral Trinitas dan menara lonceng. Penampakan selatan. 27 Agustus 1999.

Pada 1595, Tsar Fyodor, putra Ivan yang Mengerikan, mengumumkan pencarian jalur baru ke Siberia. Tantangannya adalah menemukan cara untuk melintasi Ural ke cekungan Sungai Tobol dengan lebih cepat. Tura, yang mengalir ke Sungai Tobol di selatan Tobolsk, menjadi pilihan yang logis. Tak lama kemudian, Artemy Babinov, seorang petani dari Solikamsk, membuka jalan setapak melintasi Ural dari Solikamsk ke Sungai Tura.

Dalam waktu singkat, yakni dalam kurun waktu dua tahun, jalur yang terbentang hampir 160 mil itu ditingkatkan menjadi jalan negara yang mengarah ke permukiman yang difortifikasi Verkhoturye, yang didirikan pada 1598. Pada tahun yang sama, sebuah Gereja Trinitas dibangun di benteng, salah satu gereja paling awal di wilayah Rusia Asia. Tidak lama setelah itu, Verkhoturye ditunjuk sebagai titik pabean utama untuk perjalanan ke Siberia.

Katedral Trinitas dan menara lonceng. Penampakan barat, detail. Akhir musim panas 1909.

Hub ekonomi

Kontrol ketat atas pergerakan dari dan ke Siberia memungkinkan negara untuk mempertahankan pendapatannya melalui pajak atas barang-barang seperti bulu-bulu binatang - terutama bulu musang kecil yang sangat berharga. Perisai kota kuno, yang secara resmi dikonfirmasi pada 1783, berisi bulu musang hitam yang berjejer. Daerah Verkhoturye juga menjadi pusat pembangunan kapal.

Sepanjang abad ke-17, Verkhoturye disibukkan dengan kegiatan seperti pengiriman garam, barang-barang manufaktur dan barang-barang penting lainnya ke pemukiman baru di Siberia, sementara aliran bulu-bulu kembali ke Moskow. "Emas hitam" ini sangat berharga sehingga perbendaharaan bulu secara terpisah dibuat, yang memungkinkan kulit untuk dijaga dengan hati-hati.

Katedral Trinitas. Fasad selatan dengan hiasan keramik. 27 Agustus 1999.

Selain pemukiman penduduk kota yang berdekatan dengan benteng, tempat lain didirikan pada awal abad ke-17 untuk menjaga barang bergerak di bawah kondisi yang paling sulit. Pemukiman di kedua sisi sungai dihubungkan oleh jembatan gantung, yang terlihat di salah satu foto saya.

Untuk satu abad pertama keberadaannya, Verkhoturye seluruhnya terdiri dari bangunan-bangunan kayu. Awal abad ke-18, benteng kembali dibangun dengan batu bata, yang terletak sangat tinggi di atas Sungai Tura di atas sebuah tonjolan besar bernama Batu Trinitas dekat gereja, yang kini status meningkat menjadi katedral. Tidak lagi diperlukan sebagai benteng, ansambel pusat ini menjadi simbol otoritas, dengan dekorasi batu bata yang luar biasa yang mengingatkan akan Kremlin Moskow.

Katedral Trinitas dan menara lonceng. Penampakan selatan dengan dinding Kremlin. 27 Agustus 1999.

Pusatnya adalah Katedral Tritunggal, yang rekonstruksi batanya disahkan oleh Peter yang Agung pada 1703, tahun pendirian Sankt Petersburg. Altar utama ditahbiskan pada 1709, meskipun pekerjaan pada struktur kompleks berlanjut hingga tahun 1712. Dekorasi khasnya sangat bergantung pada pembangun utama Solikamsk yang dikirim oleh Peter untuk membangun struktur yang mengesankan bagi kejayaan Rusia.

Katedral Trinitas menekankan lokasinya yang spektakuler dengan penekanan vertikal yang diciptakan oleh tingkat atas oktagonal yang tinggi. Struktur dasar persegi diperkuat oleh kapel yang terpasang dan sebuah apse besar di sebelah timur yang berisi altar utama. Menara lonceng menjulang di puncak menara di ujung barat di atas pintu masuk utama.

Verkhoturye. Dinding Kremlin utara, penampakan dari sisi timur. Akhir musim panas 1909.

Struktur kompleks dimahkotai dengan kubah berlapis emas yang ditempatkan di titik kompas dengan gaya Ukraina. Berbagai levelnya beraksen dengan campuran elemen karakteristik arsitektur gereja Solikamsk dan berasal dari berbagai sumber dalam gaya yang disebut "Barok Siberia."

Gambar-gambar dalam album kontak Prokudin-Gorsky mengungkapkan daya tariknya terhadap ansambel pusat Verkhoturye. Satu pemandangan dari barat tidak hanya mencakup menara katedral dan lonceng, tetapi juga dinding benteng dekoratif yang terlampir. Di antara foto-foto saya adalah perspektif yang hampir identik, diselimuti cahaya matahari terbenam.

Menara lonceng Katedral Trinitas. Penampakan barat. 26 Agustus 1999.

Bakat Rusia akan ornamentasi terlihat jelas dalam karya keramik meriah di fasad katedral. Meskipun kami tidak memiliki negatif Prokudin-Gorsky, yang memungkinkan rekreasi warna-warni saat melihat mereka, cetak kontaknya menampilkan pola dekoratif. Pandangan saya dengan lensa tele menangkap detail polikrom keramik pada permukaan plester yang putih. Prokudin-Gorsky juga menggunakan menara lonceng katedral untuk mengambil pemandangan yang menakjubkan ke selatan dengan Sungai Tura dan Biara Syafaat, yang didirikan pada 1621.

Pos terluar Ortodoks

Meskipun mengalami penurunan ketika rute utama di atas Ural ke Siberia bergeser ke selatan ke Yekaterinburg pada 1760-an, Verkhoturye tetap merupakan pusat keagamaan penting, dan gereja-gereja dan biara-biaranya menyambut banyak peziarah. Salah satu alasan tempat ini menyandang status sebagai pusat ziarah adalah hubungannya dengan orang suci lokal abad ke-17 Simeon dari Verkhoturye. Nicholas II secara khusus tertarik pada pemujaan suci di Biara Santo Nicholas Verkhoturye, yang dipotret Prokudin-Gorsky secara terperinci.

Sungai Tura. Pemandangan ke selatan dari menara lonceng Katedral Trinitas. Kiri: Biara Syafaat. Akhir musim panas 1909.

Katedral Trinitas ditutup pada tahun 1932 dan digeledah. Gereja-gereja lain juga ditutup selama periode Soviet, dan kota itu menjadi pusat pemerintahan Gulag, termasuk jaringan besar kamp-kamp hutan yang mengeksploitasi ribuan tahanan kerja. Meskipun Katedral Trinitas menerima status landmark pada tahun 1960, hanya sedikit yang dilakukan untuk restorasi hingga kampanye yang luar biasa pada 1990-an. Pada tahun 1998, layanan ibadah dimulai kembali di katedral.

Sungai Tura. Pemandangan selatan dari Batu Trinitas. 27 Agustus 1999.

Dalam beberapa tahun terakhir, Verkhoturye telah membuat kemajuan dalam melangkah melampaui masa lalu yang sulit dan depresi ekonomi. Dengan dukungan pemerintah regional dan Gereja Ortodoks, ansambel bersejarah telah dipulihkan di lingkungan alam yang dramatis ini.


Katedral Trinitas dan menara lonceng. Penampakan barat laut dengan rumah-rumah kayu. 26 Agustus 1999.

Pada awal abad ke-20, fotografer Rusia Sergei Prokudin-Gorsky merancang proses kompleks untuk fotografi warna. Dalam kurun waktu 1903 dan 1916, ia melakukan perjalanan melalui Kekaisaran Rusia dan mengambil lebih dari 2.000 foto dengan proses tersebut, yang melibatkan tiga eksposur di atas piring kaca. Pada Agustus 1918, ia meninggalkan Rusia dan akhirnya bermukim kembali di Prancis dengan sebagian besar koleksi negatif kacanya. Setelah kematiannya di Paris pada 1944, ahli warisnya menjual koleksi itu ke Perpustakaan Kongres. Pada awal abad 21, Perpustakaan Kongres mendigitalkan Koleksi Prokudin-Gorsky dan kini koleksi tersedia secara gratis bagi masyarakat global. Sejumlah situs Rusia saat ini memiliki versi koleksi tersebut. Pada 1986, sejarawan dan fotografer arsitektur William Brumfield menggelar pameran pertama foto-foto Prokudin-Gorsky di Museum Kongres. Selama periode proyeknya di Rusia yang dimulai pada 1970, Brumfield telah memotret sebagian besar situs yang dikunjungi oleh Prokudin-Gorsky. Rangkaian artikel ini akan menyandingkan pandangan Prokudin-Gorsky tentang monumen arsitektur dengan foto yang diambil oleh Brumfield beberapa dekade kemudian.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki