Gereja Kayu Belozersk ini Mengesankan Prokudin-Gorsky, Tapi Akankah Ia Bertahan?

Gereja berperan sebagai pengingat bahwa dalam sejarahnya, Rusia dibangun dari kayu.

Belozersk. Gereja Nabi Elia, penampakan dari sisi barat daya. 3 Maret 1998.

Pada awal abad ke-20, ahli kimia dan fotografer Rusia Sergei Prokudin-Gorsky mengembangkan proses kompleks untuk fotografi warna. Terinspirasi untuk menggunakan metode baru ini untuk merekam keragaman Kekaisaran Rusia, ia melakukan banyak perjalanan selama 13 tahun. Visinya tentang fotografi sebagai bentuk pendidikan dan pencerahan jelas ditunjukkan dalam foto-foto arsitektur abad pertengahan di pemukiman bersejarah yang ia hasilkan.

Pada Juni dan Juli 1909, Prokudin-Gorsky menerima proyek dari Kementerian Perhubungan untuk mengambil foto di sepanjang Jalur Air Mariinsky. Rute yang dipilih menghubungkan beberapa situs arkeologi paling kuno di Rusia barat laut dan episode-episode iluminasi dalam pengembangan Sankt Petersburg, yang didirikan pada 1703 dan ditunjuk menjadi ibukota Rusia pada 1712. Menghadapi tantangan untuk menghubungkan ibukota baru dengan pedalaman negara, Peter yang Agung memulai sistem kanal yang dikenal sebagai Jalur Air Mariinsky, menghubungkan Sankt Petersburg dengan lembah Sungai Volga.

Belozersk. Gereja Syafaat dan menara lonceng, penampakan dari sisi barat daya. Latar belakang kiri: Gereja Nabi Elia. Musim panas 1909.

Titik utama dalam perjalanan Prokudin-Gorsky di sepanjang Jalur Air Mariinsky adalah kota Belozersk. Di antara pemukiman tertua yang dikenal di Rusia barat laut, "Beloozero" disebutkan dalam Kronik Pratama tahun 862 sebagai salah satu dari lima kota yang diberikan kepada saudara-saudara Varangian Riurik, Sineus dan Truvor, yang diundang untuk memerintah Slavia timur yang kala itu disebut Rus'.

Terikat ke air

Apa pun rincian asal-usul dan lokasi awalnya, nama kota ini menunjukkan bahwa ia selalu terhubung dengan Danau Putih (Beloe Ozero). Meskipun berukuran lebih kecil dari Danau Ladoga dan Onega, Danau Putih adalah penghubung penting antara kedua danau tersebut dan jantung Rusia. Di ujung tenggara, Danau Putih mengalir ke Sheksna, anak sungai Volga yang memiliki banyak rute kapal pesiar musim panas antara Moskow dan Sankt Petersburg.

Reruntuhan Gereja Syafaat, penampakan tenggara. 9 Juni 2010.

Beloozero - nama asli kota ini - terletak di lokasi yang berbeda di Danau Putih, dan kota ini kemudian dipindahkan kembali sebelum menempati lokasinya saat ini sejak akhir abad ke-14. Ketika kekuatan Moskow meningkat pada abad ke-15, Beloozersk menjadi kota yang strategis, bertransformasi menjadi benteng di perbatasan barat laut Muscovy dan rute transportasi airnya. Ivan III (yang Agung) memahami pentingnya lokasi ini, dan pada 1487 ia membangun sebuah benteng besar, atau Kremlin, dan benteng-benteng ini masih berdiri hingga sekarang.

Kota ini sungguh makmur selama pertengahan abad ke-16, terutama sebagai sumber barang-barang dari besi dan ikan. Pengingat yang tampak mengesankan dari kekayaan tersebut adalah gereja yang menyerupai benteng, yang dibangun pada 1553 di salah satu titik tertinggi kota. Beloozersk menyaksikan disrupsi fase terakhir pemerintahan Ivan yang Mengerikan (1547-1584), ketika kota ini masuk dalam wilayah pribadinya (oprichnina) dan berfungsi sebagai tempat pengasingan.

Gereja Syafaat, penampakan selatan. 3 Maret 1998.

Penyertaan dalam domain Ivan ini tidak mencegah kota ini mengalami kelaparan dan penyakit yang muncul di sebagian besar wilayah Rusia pada akhir abad ke-16. Dan selama Time of Troubles (krisis dinasti setelah kematian Tsar Boris Godunov pada 1605), Belozersk mengalami kehancuran pada 1612 karena serangan pasukan maraud.

Namun, kebangkitan kembali perdagangan pada abad ke-17 membuat lokasi dan sumber daya alam kota ini kembali terbukti menguntungkan. Selama masa pemerintahan Alexei Mikhailovich, Katedral Transfigurasi dibangun di dalam kremlin pada 1670-an. Dengan didirikannya Sankt Petersburg pada tahun 1703, kota ini berada di lokasi penting antara Lembah Sungai Volga, Danau Onega dan Danau Ladoga yang mengalir melalui Sungai Neva ke ibukota kekaisaran yang baru.

Keajaiban arsitektur, hilang dari sejarah

Karya ekstensif Prokudin-Gorsky di Belozersk tidak hanya mencakup benteng dan katedral pusat, tetapi juga salah satu ansambel yang paling khas di kota itu, yakni Gereja Syafaat Bunda Allah dan Gereja Kayu Nabi Elia. Prokudin-Gorsky memotret keduanya dari sisi barat daya, dengan Gereja Syafaat di latar depan.

Penampakan barat dari benteng Belozersk. Kiri: Gereja Syafaat. Kanan: Gereja Nabi Elia dalam restorasi. 9 Juni 2010.

Dibangun pada tahun 1740-1752, Gereja Syafaat dalam potret Prokudin-Gorsky merupakan struktur yang anggun dengan lima kubah. Sederhana dalam penampilkan barok-nya, ia memiliki menara lonceng yang indah yang melekat di sudut barat. Seperti yang ditunjukkan oleh foto-foto saya selama beberapa tahun, tak ada yang tersisa dari menara, dan gereja - yang mengalami kerusakan parah - telah menurun ke titik di mana ia tak bisa lagi diperbaiki.

Gereja Nabi Elia dengan salib besi. Penampakan Barat (cetak kontak). Musim panas 1909.

Ada harapan yang lebih besar untuk mempertahankan Gereja Elia, yang dianggap sebagai tengara penting Rusia. Potret Prokudin-Gorsky dari dekat, yang hanya tersedia dalam versi cetak kontak, adalah catatan yang tak ternilai, begitu pula foto-foto saya dari akhir 1990-an.

Gereja Nabi Elia, penampakan barat daya. 23 Juli 1999.

Dibangun pada 1690-an, Gereja Elia memiliki tiga tingkat dari dasar yang berbentuk kubus ke kubah kayu besar yang jelas terlihat dari sudut barat daya kremlin. Struktur utama dibangun dari kayu pinus bulat, tetapi apsisnya, yang memuat altar di sisi timur, dibangun dengan sambungan yang lebih ketat. Memanjang dari sisi barat adalah ruang depan dan teras tertutup.

Pada interior yang luas dari struktur utama, batang kayu dikeruk datar untuk menciptakan permukaan datar yang dapat dicat. Dinding timur menampilkan layar ikon lima-tingkat yang melebar ke kanan dan kiri di tingkat atas. Selama periode Soviet, ikon-ikon yang dilukis pada akhir abad ke-17 dipindahkan untuk dipertahankan di Museum Belozersk, tetapi sebagian besar kemudian dipindahkan ke Kirillov untuk kondisi yang lebih baik di museum Biara Kirst Belozersky.

Gereja Nabi Elia, interior. Penampakan timur dengan lukisan langit-langit Kristus dan
 bingkai layar ikon. 23 Juli 1999.

Di bagian atas struktur utama adalah langit-langit yang dicat (nebo) yang terdiri dari panel trapesium miring ke atas, dengan gambar persegi Kristus di tengahnya. Saya beruntung dapat memotret interior dari karya ini pada 1999, termasuk panel utama Penyaliban.

Gereja Nabi Elia, interior. Lukisan langit-langit Kristus & Penyaliban. 23 Juli 1999.

Selama beberapa dekade, gereja ini ditutup, dan ia terancam oleh kurangnya perbaikan. Pada 1970-an, pemugaran dinding menghilangkan pelat papan abad ke-19 dan menjadikan struktur itu ke fungsi dasarnya sebagai museum.

Gereja Nabi Elia, interior. Penampakan dari ruang depan menuju ruang utama dan altar. 23 Juli 1999.

Namun, semakin buruknya pemeliharaan menyebabkan kerusakan lebih lanjut, termasuk ancaman rembesan air tanah. Rencana untuk pemulihan menyeluruh diusulkan untuk perayaan ulang tahun ke 1150 Belozersk pada 2012. Struktur ini dibongkar pada tahun 2010, tetapi setelah itu rencana restorasi kandas di antara persaingan proyek dan prioritas.

Sisa-sisa Gereja Nabi Elia (di bawah rekonstruksi). Penampakan utara. 8 Agustus 2015.

Pelestarian gereja yang langka dan kuno ini seharusnya menempati prioritas tertinggi. Gereja adalah pengingat yang paling jelas bahwa sebagian besar sejarahnya Belozersk adalah sebuah kota dengan struktur kayu, termasuk gereja-gereja yang keindahannya sekarang dapat kita bayangkan.

Gereja Nabi Elia, siluet musim dingin. Penampakan utara. 3 Maret 1998.

Pada awal abad ke-20, fotografer Rusia Sergei Prokudin-Gorsky merancang proses kompleks untuk fotografi warna. Dalam kurun waktu 1903 dan 1916, ia melakukan perjalanan melalui Kekaisaran Rusia dan mengambil lebih dari 2.000 foto dengan proses tersebut, yang melibatkan tiga eksposur di atas piring kaca. Pada Agustus 1918, ia meninggalkan Rusia dan akhirnya bermukim kembali di Prancis dengan sebagian besar koleksi negatif kacanya. Setelah kematiannya di Paris pada 1944, ahli warisnya menjual koleksi itu ke Perpustakaan Kongres. Pada awal abad 21, Perpustakaan Kongres mendigitalkan Koleksi Prokudin-Gorsky dan kini koleksi tersedia secara gratis bagi masyarakat global. Sejumlah situs Rusia saat ini memiliki versi koleksi tersebut. Pada 1986, sejarawan dan fotografer arsitektur William Brumfield menggelar pameran pertama foto-foto Prokudin-Gorsky di Museum Kongres. Selama periode proyeknya di Rusia yang dimulai pada 1970, Brumfield telah memotret sebagian besar situs yang dikunjungi oleh Prokudin-Gorsky. Rangkaian artikel ini akan menyandingkan pandangan Prokudin-Gorsky tentang monumen arsitektur dengan foto yang diambil oleh Brumfield beberapa dekade kemudian.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More
Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki