Tujuh Fakta Gereja Ortodoks

Perbedaan utama dari gereja Ortodoks yang terlihat dari luar — jika dibandingkan dengan gereja Katolik — adalah bentuk atap gereja yang berupa kubah, seperti masjid (perpaduan bentuk bawang dan helm).

Perbedaan utama dari gereja Ortodoks yang terlihat dari luar — jika dibandingkan dengan gereja Katolik — adalah bentuk atap gereja yang berupa kubah, seperti masjid (perpaduan bentuk bawang dan helm).

Lori / Legion-Media
Apakah yang dimaksud dengan Ortodoks? Ada berapa banyak umat Ortodoks di dunia? Mengapa gereja Ortodoks mirip masjid? Berikut RBTH menyajikan tujuh fakta yang akan menjawab rasa penasaran Anda mengenai Ortodoks.

1. Apakah yang dimaksud dengan Ortodoks dan apakah orang Ortodoks benar-benar 'ortodoks'?

Ortodoks adalah suatu kepercayaan yang mengarah ke Kristen yang dibentuk pada Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium).

Kata “ortodoks” berasal dari bahasa Yunani “orthos” (benar) dan “doxa” (kepercayaan atau opini) yang jika disatukan berarti komitmen suatu standar yang benar, yang berlaku secara umum. Dalam arti luas, ortodoks disebut sebagai agama atau posisi filosofis yang sesuai dengan pemahaman asli dan harfiah suatu doktrin. Hal ini pun berlaku pada agama-agama lainnya. Selain Kristen Ortodoks, ada pula Yahudi Ortodoks, Islam Ortodoks, Buddha Ortodoks, dan Marxisme Ortodoks. Dalam hal ini, ortodoks berarti konservatif.

Setelah Skisma Besar yang terjadi pada 1054, Gereja Barat secara bertahap diidentifikasi dengan label “Katolik”, dan Eropa Barat secara bertahap mengaitkan label "Ortodoks" kepada Gereja Timur (dalam beberapa bahasa, label “Katolik” tidak selalu diidentifikasikan dengan Gereja Barat).

Untuk menunjukkan “Pravoslavie” (Ortodoks, bahasa Rusia) dalam arti sempit, sebagai lawan dari “Katolik”, di Rusia, kata “Ortodoksi” (Gereja Ortodoks Timur) dan “Ortodoks” tidak digunakan.

2. Perempuan harus berkerudung

Gereja Ortodoks Timur mengharuskan para perempuan untuk menutup kepala mereka dengan kerudung, seperti layaknya perempuan muslim, saat berada di gereja. Praktik semacam ini khususnya terjadi di Gereja Ortodoks Rusia.

Selain itu, saat ke gereja, para perempuan dilarang mengenakan celana panjang. Para perempuan harus mengenakan rok panjang. Sementara bagi lak-laki, segala penutup kepala harus dilepas selama berada di dalam tempat ibadah.

3. Ada berapa banyak pemeluk Ortodoks?

Foto: Sergei Smirnov Foto: Sergei Smirnov

Berdasarkan hasil sensus nasonal, sebanyak 75 persen warga Rusia menganggap dirinya sebagai pemeluk agama Kristen Ortodoks. Namun, tidak semuanya menjalankan puasa, menghadiri kebaktian, atau membaca alkitab.

Di Balkan, Kristen Ortodoks tersebar di kalangan orang-orang Yunani, Bulgaria, Serbia, Montenegro, Makedonia, Rumania, dan sebagian Albania. Di Eropa Timur, Ortodoks tersebar di kalangan orang Rusia, Belarus, Ukraina, Georgia, Gagauzia, Abkhazia, Ossetia, Moldavia, dan beberapa di antara suku bangsa di Rusia.

Jumlah total seluruh pengikut Ortodoks tak bisa dipastikan secara pasti. Hal ini dikarenakan banyaknya negara yang tidak mengadakan sensus agama resmi yang dianut warganya. Jumlah umat gereja-gereja Ortodoks kanonik diperkirakan sebanyak 227 juta orang (2013), sedangkan menurut para ahli mereka berjumlah sebanyak 260 hingga 300 juta orang.

4. Kapan umat Ortodoks merayakan Natal dan Paskah?

Paskah tak hanya merupakan perayaan yang suci, tetapi juga merupakan awal musim semi setelah musim dingin yang panjang. Foto: AFP / East NewsPaskah tak hanya merupakan perayaan yang suci, tetapi juga merupakan awal musim semi setelah musim dingin yang panjang. Foto: AFP / East News

Perayaan Natal dan Paskah umat Ortodoks tidak bersamaan dengan perayaan Natal dan Paskah umat Katolik. Natal Ortodoks dirayakan pada tanggal 7 Januari, atau dua minggu setelah perayaan Natal Katolik. Sementara, perayaan Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama di musim semi.

Tips

Jika Anda punya seorang kenalan atau teman Rusia, jangan pernah ucapkan selamat Natal saat perayaan Natal tanggal 25 Desember karena ia akan merasa aneh dan menjawab bahwa dia tidak merayakan Natal (pada tanggal) tersebut.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan kalender yang digunakan oleh gereja-gereja Kristen di berbagai negara yang bergantung pada keputusan masing-masing pimpinan gereja. Ada tiga kalender yang biasa digunakan, yaitu Gregorius, Julius, dan Kalender Baru (kalender Julius yang direvisi). Kalender Gregorius (sistem kalender yang kini digunakan secara internasional) pertama kali digunakan oleh Gereja Katolik pada tahun 1582. Sementara, Gereja Ortodoks Rusia, Yerusalem, Serbia, Georgia, serta Athos masih menggunakan kalender yang berbeda, yaitu kalender Julius. Selain itu, Yunani, Gereja Ortodoks Romawi menggunakan Kalender Baru.

5. Salib Ortodoks

Bentuk salib Ortodoks berbeda dari salib gereja-gereja Barat (Gereja Anglikan, Gereja Lutheran, dan Gereja Katolik Romawi). Bentuk salib Ortodoks diadopsi dari bentuk salib Bizantium.

Salib Ortodoks Rusia. Foto: isragoldman.comSalib Ortodoks Rusia. Foto: isragoldman.com

Salib Ortodoks memiliki tiga palang: dua palang horizontal dan satu palang diagonal. Palang diagonal ini merepresentasikan hal-hal berikut: 1) sisi palang yang lebih rendah melambangkan nasib orang-orang berdosa, sedangkan sisi palang yang lebih tinggi melambangkan surga; 2) sisi yang lebig rendah merepresentasikan penyamun yang tidak bertobat (Gestas), sedangkan di sisi yang menaik merepresentasikan penyamun yang bertobat (St. Dismas) yang akan bersama dengan Kristus di surga.

Di bawah salib ada tengkorak. Tengkorak ini melambangkan tempat Kristus disalib, yaitu di Bukit Golgota atau Bukit Tengkorak, yang konon merupakan tempat Nabi Adam dikuburkan.

Salib Ortodoks dengan 'bulan sabit'.

Salib Ortodoks dengan 'bulan sabit'.

Ada pula salah satu variasi salib Ortodoks dengan lambang ‘bulan sabit’ di bawah salib. Dalam salah satu jurnal akademik Tiongkok dan Eurasia dikatakan bahwa simbol ini dirancang oleh Ivan Si Kejam setelah menaklukkan kota Kazan. Lambang ini dibuat sebagai simbol kemenangan Kristen atas Islam.

6. Puasa

Great Lent is the most important fasting season in Eastern Orthodoxy. Foto: Lori / Legion MediaContoh makanan untuk Puasa Agung. Foto: Lori / Legion Media

Dalam ajaran Ortodoks, ada pula perintah berpuasa. Puasa dalam ajaran Ortodoks dijalankan dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman sama sekali atau dibatasi pada beberapa jenis makanan tertentu. Berdasarkan kalender Julius, jumlah hari pelaksanakan puasa dalam satu tahun dapat berlangsung hingga 200 hari. Waktu-waktu puasa ini dipisahkan oleh hari libur Ortodoks. Misalnya, selama Puasa Agung yang berlangsung sekitar 45 hari, umat Ortodoks sebaiknya menghindari hiburan dan beberapa jenis makanan, seperti daging, ikan, produk susu, hingga hanya mengonsumsi roti dan air pada hari-hari pertama berpuasa.

7. Mengapa gereja Ortodoks terlihat seperti masjid?

Church of St. Luke in the Crimean State Medical Academy, Chita in Chita. Foto: Evgeny Epachintsev / RIA NovostiGereja St. Luke di Akademi Kedokteran Negeri Krimea. Foto: Evgeny Epachintsev / RIA Novosti

Perbedaan utama dari gereja Ortodoks yang terlihat dari luar — jika dibandingkan dengan gereja Katolik — adalah bentuk atap gereja yang berupa kubah, seperti masjid (perpaduan bentuk bawang dan helm). Bentuk helm (kubah) pada atap gereja merupakan pengingat akan perjuangan spiritual yang dilakukan oleh gereja untuk melawan kekuatan jahat dan kegelapan. Sementara, bentuk meruncing seperti bawang merupakan sebuah simbol api lilin, yang dapat diartikan sebagai penerang dunia.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.