Bagaimana Biara Juru Selamat Borodino Selamat dari Amukan Waktu

Wisata
WILLIAM BRUMFIELD
Lahir dari tragedi personal, situs ini berubah menjadi tempat suci yang diakui secara nasional.

Pada awal abad ke-20, ahli kimia dan fotografer Rusia Sergei Prokudin-Gorsky mengembangkan proses yang kompleks untuk fotografi warna yang jelas dan mendetail. Visinya tentang fotografi sebagai bentuk pendidikan dan pencerahan ditunjukkan melalui foto-fotonya yang mengabadikan monumen arsitektur di situs bersejarah di seluruh jantung Rusia.

Salah satu tempat yang ia sambangi adalah desa Borodino, yang dikunjungi oleh Prokudin-Gorsky pada musim panas 1911 sebagai bagian dari proyek untuk mendokumentasikan situs-situs yang terkait dengan peringatan 100 tahun invasi Napoleon ke Rusia. Di Borodino, ia memotret situs-situs yang terkait dengan perselisihan antara Rusia dan Prancis yang terjadi pada 7 September 1812. Foto-foto saya yang mengabadikan gambar daerah yang sama diambil pada akhir Agustus 2012, hampir tepat dua abad setelah pertempuran berlangsung.

Pertempuran epik

Borodino mungkin paling dikenal dari deskripsi epik yang tak tertandingi mengenai pertempuran dalam War and Peace Leo Tolstoy. Dikenal oleh Prancis sebagai Pertempuran Moskow, pertempuran Borodino melibatkan lebih dari seperempat juta pejuang. Diperkirakan, ini adalah pertempuran paling berdarah dalam semua perang Napoleon, dengan jumlah korban mungkin mencapai 75.000 korban jiwa (angka tepatnya sulit ditentukan).

Prancis menang secara taktis, namun mereka gagal menghancurkan pasukan Rusia di bawah komando Pangeran Mikhail Kutuzov. Meskipun mundurnya tentara Rusia setelah pertempuran Borodino mengakibatkan kehancuran sebagian besar Moskow, pendudukan ibukota kuno itu tidak menyebabkan kekalahan Rusia, melainkan menciptakan disintegrasi Grand Armee Prancis.

Di Rusia, lapangan di Borodino memiliki makna bersejarah yang menjadikannya sebagai tempat suci nasional. Pusat medan perang ditempati oleh biara Spaso-Borodino, yang secara resmi dikenal sebagai Biara Ikon Ajaib Sang Juru Selamat (Spas Nerukotvorny).

Asal-usul biara Spaso-Borodino bermula dari keinginan Margarita Tuchkova untuk memberkati sebuah gereja untuk mengenang suaminya tercinta, Jenderal Alexander Tuchkov. Pada puncak pertempuran, Tuchkov meninggal saat memimpin Resimen Murom dan Revel, yang penuh kemarahan hendak merebut kembali lokasi-lokasi yang direbut oleh Prancis (Redan Sentral).

Monumen granit untuk Resimen Murom, terletak sekitar 200 meter di timur laut biara, merupakan monumen yang pedih. Dari titik inilah Jenderal Tuchkov memimpin serangan terakhirnya yang putus asa. Prokudin-Gorsky memotret area ini dari desa Semyonovskoe ke arah timur laut, seperti yang saya lakukan pada 2012.

Pembantaian dalam serangan terhadap benteng Semyonovskoe sungguh luar biasa, sehingga mayat Tuchkov tak dapat dikenali. Margarita Tuchkova memperoleh izin untuk mengunjungi situs itu pada Oktober (kemunduran Prancis dari Moskow dimulai pada pertengahan Oktober), tetapi ia tak dapat menemukan suaminya di antara tumpukan mayat yang belum dikubur.

Tuchkova kembali ke rumahnya dalam kondisi trauma, hingga beberapa orang mengkhawatirkan. Ide untuk membangun tugu peringatan di dekat tempat kematian suaminya memungkinkan ia mengatasi rasa putus asa tanpa harapan.

Pada 1817, idenya untuk menciptakan sebuah monumen medan perang menerima dukungan dari Ratu Maria Fyodorovna, istri Kaisar Alexander I. Tuchkova menjual berliannya untuk mendapatkan dana, dan pembangunan dimulai pada 1818. Alexander I menyumbangkan 10.000 rubel untuk menyelesaikan gereja, yang ditahbiskan pada 1820 sebagai Ikon Ajaib Juru Selamat, ikon Resimen Revel yang dipimpin Tuchkov.

Tuchkova juga membangun sebuah rumah kecil di dekat gereja, di mana ia dan putra kesayangannya Nicholas ("Koko") bisa tinggal saat mengunjungi situs tersebut dari perkebunan mereka dekat Revel (sekarang menjadi Tallinn, ibukota Estonia). Kesehatan Nicholas sungguh lemah, dan kematiannya pada usia 15 tahun pada 1826 berlangsung dalam periode yang sama dengan kematian ayah Tuchkova, Mikhail Naryshkin, serta pengasingan adiknya Mikhail Mikhailovich Naryshkin ke Siberia karena terlibat dalam pemberontakan Desemberis 1825.

Monumen nasional yang lahir dari tragedi pribadi

Pada titik ini, Margarita Tuchkova mengasingkan diri dari masyarakat, membebaskan budaknya dan pindah ke rumah kecil di dekat Gereja Juru Selamat Borodino, tempat putranya Nicholas dimakamkan. Seiring waktu, perempuan lajang lainnya - janda dan anak yatim - bergabung untuk membentuk komunitas agama kecil, yang secara resmi diakui oleh Sinode Suci pada 1833.

Tuchkova menerima sumpah monastik pada tahun 1836 dengan nama Melanie, dan pada 1838 komunitas Borodino mendapat status sebagai biara melalui inisiatif Metropolitan Philaret. Kaisar Nicholas I mengunjungi biara ini pada Juli 1839 dan sangat tersentuh oleh pertemuan tersebut. Ia menyumbang 25.000 rubel untuk membangun dinding biara bata dengan kapel.

Pada 1840, Tuchkova ditahbiskan ke tingkat monastik yang lebih tinggi dengan nama Maria dan menjadi kepala biara, yang sekarang memiliki 200 pengikut. Ia aktif sampai kematiannya pada 1852. Ia dimakamkan di Gereja Juru Selamat di samping putranya.

Pada saat itu, pekerjaan telah dimulai di katedral utama biara, yang dirancang oleh Mikhail Bykovsky. Pada 1859, gereja ini disucikan oleh Ikon Vladimir Sang Perawan, diyakini secara ajaib menyebabkan mundurnya penakluk Tamerlane dari Rusia pada 1395.

Pada awal 1870-an, Gereja Pemenggalan Yohanes Pembaptis yang berdekatan dengan gereja tersebut dibangun sebagai monumen tambahan bagi para prajurit yang tewas dalam pertempuran. Memasuki 1912, bagian dari sistem fortifikasi Borodino yang dikenal sebagai Fleche Bagration (dari Jenderal Bagration) dibangun kembali di dalam dan luar dinding biara.

Selama paruh kedua abad ke-19, biara Spaso-Borodino menjadi monumen nasional untuk mengenang keberanian militer Rusia. Saat menulis War and Peace, Leo Tolstoy mengunjungi biara ini pada September 1867 dan bermalam di asrama biara.

Potret monumen

Di antara sejumlah potret Borodino yang dihasilkan Prokudin-Gorsky, ia memotret biara dari utara, dengan petak-petak sayuran yang dipelihara dengan hati-hati di latar depan dan Katedral Vladimir yang besar terlihat di baliknya. Saya memotret pemandangan serupa ketika restorasi katedral hampir selesai untuk ibadah peringatan dua abad kota ini pada 2012.

Prokudin-Gorsky juga memotret monumen medan perang utama, sebuah obelisk besar (setinggi 90 kaki) yang berfungsi sebagai monumen utama bagi semua prajurit Rusia yang ikut serta dalam pertempuran. Dirancang oleh arsitek Antonio Adamini dan diresmikan di hadapan Kaisar Nicholas I pada Juli 1839, monumen ini juga berisi makam panglima besar Rusia Pangeran Pyotr Bagration, yang jenazahnya dimakamkan di sana pada 1839.

Pada 1932, obelisk itu diledakkan oleh otoritas Soviet yang dengan kejam memusuhi peringatan Perang Patriotik, saat perang melawan Napoleon berlangsung di Rusia. Selama awal 1930-an, monumen-monumen seperti ini dianggap sebagai peninggalan era tsar dan terkait erat dengan Gereja Ortodoks. Tugu peringatan Perang Patriotik lainnya yang dihancurkan pada waktu itu termasuk Katedral Kristus Sang Juruselamat di Moskow.

Sikap tersebut berubah dengan dimulainya perang melawan Nazi Jerman - Perang Patriotik Raya. Sekali lagi, Lapangan Borodino diserang oleh penyerbu (pada Oktober 1941), dan arwah para pejuang Perang Patriotik pertama dipanggil untuk membela Moskow. Ekspresi dari hal tersebut adalah kehadiran tank T-34 pada alas yang menuruni lereng dari monumen utama. Foto saya di Lapangan Borodino ini termasuk Gereja yang anggun dari Ikon Smolensk Sang Perawan di latar belakang yang jauh.

Obelisk Borodino dibangun kembali pada 1987 sebagai persiapan untuk peringatan 175 tahun pertempuran. Makam Pangeran Bagration juga dipulihkan, dan 65 pecahan tulang (ditemukan di puing-puing penghancuran tahun 1932) dikuburkan kembali. Foto saya menunjukkan monumen sedang direnovasi sebelum peringatan dua abad.

Saat ini, Lapangan Borodino adalah pengingat pedih akan kekuatan abadi kisah heroik Rusia tahun 1812.

Pada awal abad ke-20, fotografer Rusia Sergei Prokudin-Gorsky merancang proses kompleks untuk fotografi warna. Dalam kurun waktu 1903 dan 1916, ia melakukan perjalanan melalui Kekaisaran Rusia dan mengambil lebih dari 2.000 foto dengan proses tersebut, yang melibatkan tiga eksposur di atas piring kaca. Pada Agustus 1918, ia meninggalkan Rusia dan akhirnya bermukim kembali di Prancis dengan sebagian besar koleksi negatif kacanya. Setelah kematiannya di Paris pada 1944, ahli warisnya menjual koleksi itu ke Perpustakaan Kongres. Pada awal abad 21, Perpustakaan Kongres mendigitalkan Koleksi Prokudin-Gorsky dan kini koleksi tersedia secara gratis bagi masyarakat global. Sejumlah situs Rusia saat ini memiliki versi koleksi tersebut. Pada 1986, sejarawan dan fotografer arsitektur William Brumfield menggelar pameran pertama foto-foto Prokudin-Gorsky di Museum Kongres. Selama periode proyeknya di Rusia yang dimulai pada 1970, Brumfield telah memotret sebagian besar situs yang dikunjungi oleh Prokudin-Gorsky. Rangkaian artikel ini akan menyandingkan pandangan Prokudin-Gorsky tentang monumen arsitektur dengan foto yang diambil oleh Brumfield beberapa dekade kemudian.