Sochi: Pesona Kehangatan Kota Pesisir Laut Hitam yang Memikat

“Olimpiade Musim Dingin 2014 mengubah Sochi 180 derajat. Namun, gen harmonis yang masih tertanam erat dalam DNA masyarakat setempat seakan tak pernah berubah.”

“Olimpiade Musim Dingin 2014 mengubah Sochi 180 derajat. Namun, gen harmonis yang masih tertanam erat dalam DNA masyarakat setempat seakan tak pernah berubah.”

Legion Media
Petualangan adalah sebuah perjalanan. Di Rusia, tak ada jalan yang lebih menarik dibanding jalan raya pinggir laut yang menghubungkan Adler dengan pusat kota Sochi.

Kota kecil di pesisir Laut Hitam yang dulunya sepi mendadak memikat hati masyarakat dunia pada 2014 saat Distrik Adler di Sochi menjadi lokasi utama Taman Olimpiade yang baru.

Acara tersebut mengubah Sochi 180 derajat. Namun, gen harmonis yang masih tertanam erat dalam DNA masyarakat setempat seakan tak pernah berubah. Siapa pun bisa datang dan berbaur dengan warga lokal, berteman dengan para pedagang di pasar gelap, dan jatuh cinta dengan Sochi.

Bisnis Taksi

“Ayo naik, ke Sochi, hanya 50 rubel per orang,” kata seorang sopir taksi di pinggir jalan saat saya sedang menunggu bus untuk menghemat biaya transportasi. Ongkos 50 rubel (sekitar 11 ribu rupiah) dari Adler, distrik yang dulunya merupakan kota terpisah sebelum bergabung dengan Sochi, mengantar Anda hingga ke pusat kota Sochi. Meski terdengar seperti gurauan, saya naik bersama sekelompok mahasiswa Yunani yang baru saya temui beberapa menit sebelumnya.

“Apa pun yang Anda cari di Sochi, tanyakan pada supir taksi.”

Sabuk pengaman adalah pilihan dan beberapa rekan satu taksi saya harus dipangku temannya karena si sopir mengompensasi ongkos murah dengan jumlah penumpang.

Setelah berbincang sedikit, sopir taksi mengintip dari kaca spion dan berkata, “Saya punya sebuah koin Yunani kuno dengan ukiran dan motif karangan bunga laurel. Kira-kira bisa dijual berapa?”

Penawaran aneh, yang terdengar seperti jebakan bagi turis yang tak curiga, jangan dianggap janggal.

Apa pun yang Anda cari di Sochi, tanyalah pada sopir taksi. Mereka menawarkan tur ke wilayah Abkhazia yang terletak di seberang perbatasan (penduduk dari beberapa negara butuh visa untuk masuk), memperkenalkan Anda pada penyelundup anggur dan minuman keras yang ‘andal’ di seberang perbatasan, atau menawarkan kerja sama di perusahaan yang meragukan.

Sebagai aturan praktis, hindari penawaran yang dapat menimbulkan masalah serius, tapi jangan malu-malu untuk sedikit bermain api — membeli sebotol chacha (brandy buatan lokal dengan kadar alkohol 55 – 60 persen) secara ilegal misalnya, akan menjadi pengalaman yang menghibur dan dapat diceritakan saat Anda bercengkerama di bar hingga bertahun-tahun ke depan

Laut dan Kehidupan Malam

Setelah saya dan teman-teman tiba di tempat tujuan, sang sopir taksi langsung menawari kami tur di perahu temannya seharga 500 rubel (sekitar 117 ribu rupiah) per orang. Saran saya: ambil kesempatan itu. Tak ada yang lebih menyejukkan hati dibanding berlayar santai di sepanjang pesisir Sochi dan Adler yang berbukit-bukit, apalagi jika Anda bisa berteman dengan kaptennya dengan perantara sopir taksi.

“Bahkan di bulan Oktober, air cukup hangat sehingga Anda bisa lompat ke laut dari papan kapal.”

Bahkan di bulan Oktober, air laut cukup hangat, dan Anda bisa lompat ke laut dari papan kapal. Jika Anda khawatir akan angin dingin bulan Oktober maka bersandarlah, tutup mata dan dengarkan suara ombak deburan ombak dan angin yang menenangkan.

Memasuki pelabuhan, liriklah kapal terbesar yang ada di sana. Kabarnya, kapal pesiar pribadi Presiden Putin berlabuh di Pelabuhan Sochi, dan kapal ini terlihat menonjol dibanding kapal lain yang berlabuh di dekatnya.

“Rumor menyebutkan bahwa kapal pesiar pribadi Presiden Putin berlabuh di Pelabuhan Sochi.”

Setelah senja tiba sekitar pukul 18.00, beberapa bar dan kafe yang bertebaran di sepanjang garis pantai Sochi dan Adler akan buka beberapa jam kemudian dan pengunjung mulai berdatangan. Anehnya, kehidupan malam Sochi seperti sampel penduduk kota yang dipilih dengan cermat: meja dipesan oleh orang-orang Rusia, Armenia, Georgia, dan Abkhazia — semua sama banyaknya.

“Kehidupan malam Sochi seperti sampel penduduk kota yang dipilih dengan cermat: meja dipesan oleh orang-orang Rusia, Armenia, Georgia, dan Abkhazia — semua sama banyaknya.”

Kehidupan malam terasa agak aneh karena tempat yang sama bisa dikunjungi oleh anak-anak muda yang penuh gaya, para lansia, serta pemabuk yang mengenakan pakaian joging. Orang-orang dari strata sosial yang berbeda sekalipun bahkan dengan mudah berbaur dan berbagi mikrofon di bar karaoke.

“Orang-orang dari strata sosial yang berbeda sekalipun bahkan dengan mudah berbaur dan berbagi mikrofon di bar karaoke.”

Dan Anda akan jatuh cinta. Mungkin dengan gadis bermata hijau yang maju untuk menyanyikan lagu reggae lama, semangat kesetaraan di malam itu, atau suara desiran ombak Laut Hitam yang tenang. Dan Sochi tidak akan membiarkan siapa pun bersikap masa bodoh.

Di negara yang langka senyuman ini, kota kecil di pinggir pantai itu berdiri megah. Ikatan personal kerap mengalahkan aturan konvensional dan itu membuat kota ini bisa mempertahankan keseimbangannya.

Bisakah seseorang mengunjungi Sochi dan gagal memikirkan signifikansi ikatan sosial di hidupnya? Saat berkendara menuju bandara, Anda akan merasakan sebuah kesedihan manis, dan rasanya itu tak mungkin.

Percayalah, ini semua hanya sedikit dari sekian banyak pesona Sochi lainnya. Tahukah Anda bahwa Sochi adalah salah satu kota terpanas di Rusia? Atau mungkin Anda mau mencoba menginap dan tidur di atas kasurnya Stalin di Sochi?  Cobalah, dan mungkin Anda bisa ceritakan pada kami pengalaman Anda di sana.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki