Ryazan: ‘Ibu Kota’ Pasukan Penerjun Payung Rusia yang Sarat Sejarah

Kremlin Ryazan

Kremlin Ryazan

Legion Media
Tahukah Anda bahwa Pasukan Penerjun Payung Rusia memiliki ibu kota tersendiri? Ya, dan bukan Moskow, tapi kota kuno Ryazan. Di sana, Anda bisa melihat ‘musketeer’ Rusia asli dari zaman Ivan yang Mengerikan, melihat ikonostasis terbesar di negara ini, dan mengunjungi tempat kelahiran penyair tersohor Rusia Sergey Yesenin.

Bagaimana Menuju ke Sana?

Cara terbaik untuk mengunjungi Ryazan adalah dengan naik kereta api dari Stasiun Kazansky di Moskow. Butuh sekitar 2 jam untuk menempuh jarak 200 kilometer ke kota tua ini. Kereta dari ibu kota Rusia biasanya tiba di salah satu dari dua stasiun kereta api di kota tersebut, Ryazan-1 dan Ryazan-2. Keduanya terletak di pusat kota, berjarak sangat dekat satu sama lain.

Menyentuh Sejarah Kuno Rusia

Sebagai salah satu kota tertua di Rusia, Ryazan kaya akan sejarah dan peristiwa. Jantung kotanya adalah Kremlin Ryazan, terletak di sebuah bukit yang tinggi di atas kota. Di sana Anda dapat melihat dan mengunjungi beberapa gereja dan katedral kuno. Salah satunya, Katedral Assumption dari abad ke-17, yang menampung ikonostasis terbesar di Rusia.

Kremlin Ryazan dikenal tidak hanya karena bangunan keagamaannya, tapi juga bangunan sipil kuno. Yang paling luar biasa adalah istana Pangeran Ryazan, yang dikenal sebagai "Istana Oleg".

Benteng setinggi 9 meter dan panjang 290 meter itu berdiri pada abad ke-13, ketika Kremlin Ryazan masih dikelilingi oleh dinding kayu dan menara dengan parit penuh air. Meski bangunan pertahanannya sudah lama hilang, benteng besarnya masih ada dan merupakan dek pengamatan yang sempurna untuk menikmati pemandangan indah Kremlin dan seluruh kota.

Istana Oleg

Tempat lain yang luar biasa di Ryazan adalah Museum Streltsy. Streltsy adalah penjaga Rusia pada abad 16-18 yang membentuk pasukan reguler pertama di Rusia, mirip dengan musketeer di Barat.

Museum ini tidak hanya menyajikan sejarah pasukan Streltsy, namun juga menawarkan kesempatan untuk mengetahui rasanya menjadi petarung asli Rusia kuno. Pengunjung dapat berdandan dengan seragam militer yang dibuat mirip pada masa lalu, ikut pemeragaan historis, dan mencicipi makanan yang dimasak sesuai dengan resep kuno Rusia.

Pecinta sejarah akan tertarik mengetahui bahwa unit pertama Tentara Rakyat Polandia dibentuk di Ryazan selama Perang Dunia II. Bersama dengan pasukan Soviet, tentara ini berpartisipasi dalam pembebasan Polandia dan penyerbuan Berlin. Banyak bangunan bersejarah di Ryazan menampilkan plakat sejarah yang menunjukkan bahwa tentara Polandia mengadakan kursus pendidikan atau ditempatkan di sana. Di Taman Persahabatan di bagian barat kota, ada sebuah monumen besar yang didedikasikan untuk Komunitas Tentara Soviet-Polandia.

Ibu Kota Pasukan Penerjun Payung

Ryazan memiliki tradisi militer yang dalam. Di sinilah salah satu institusi pendidikan utama untuk melatih pasukan penerjung payung berada - Sekolah Tinggi Komando Udara Ryazan. Resimen Pasukan Penerjun Payung ke-137 juga ditempatkan di sana.

Tidak mengherankan jika Ryazan secara tidak resmi dikenal sebagai "Ibu Kota Pasukan Penerjun Payung Rusia”. Turis dapat mengunjungi museum pertama dan satu-satunya di Rusia yang didedikasikan untuk pasukan penerjun payung, satu dari sedikit di dunia.

Museum itu menceritakan tentang sejarah Pasukan Penerjun Payung Rusia serta keterlibatan mereka dalam peperangan dan konflik. Orang bisa melihat seragam, senjata dan barang-barang pribadi dari tentara, medali dan dekorasi militer mereka, dan menonton film tentang latihan tempur.

Tempat Kelahiran Sergey Yesenin

Salah jika mengatakan bahwa Ryazan hanya menarik minat penggemar militer. Ryazan adalah kampung halaman salah satu penyair Rusia yang paling terkenal, Sergey Yesenin. Kota tersebut bangga dengan hal ini dan menawarkan kepada wisatawan berbagai macam suvenir sang penyair: dari magnet hingga poster dan sekotak cokelat dengan gambar wajahnya.

Rumah penyair Sergey Yesenin di Desa Konstantinovo

Tidak semua tempat yang terhubung dengan Yesenin berada di kota. Untuk mengetahui di mana Yesenin lahir, bagaimana dia hidup, dan di mana dia belajar, Anda perlu pergi ke Desa Konstantinovo di Ryazan, tempat Museum Yesenin berada. Perjalanan dimulai di Terminal Bus Ryazan dan memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Ryazan yang Lezat

Dengan populasi lebih dari setengah juta orang, Ryazan tidak memiliki masalah dalam melayani berbagai restoran, kafe dan bar untuk semua selera. Meski begitu, memang beberapa di antaranya patut mendapat perhatian lebih.

Bar Sikera, misalnya, membuat turis merasakan kehidupan tradisional Rusia pra-revolusi. Orang dapat mencicipi hidangan masakan Rusia nasional, dan menikmati mead tradisional dan kvass (minuman fermentasi khas Rusia), serta berbagai minuman keras lainnya.

Di Galeri Roti Jahe, seseorang bisa menemukan koleksi manisan dari Rusia dan seluruh dunia. Pengunjung dapat mengetahui tentang tradisi memasak roti jahe di Rusia dan negara-negara lain, mencicipi beberapa contoh, dan mengambil kelas master untuk membuat kue ini.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More