Mengapa Para Pembeli Sudah Mengantre Untuk Membeli Jet Tempur 'Sekakmat' Rusia? 

Sergei Karpukhin/TASS
Kendati pengembangan pesawat tempur generasi kelima ini baru diumumkan pada Juli lalu, minat pembeli asing sudah sangat tinggi. 

United Aircraft Corporation sedang mengembangkan jet tempur bermesin tunggal pertama Rusia yang diberi nama ‘Shak i mat’ (berarti ‘sekakmat’ dalam bahasa Rusia)'. Harganya yang rendah — berkisar $3035 juta dan ditambah berbagai pertimbangan politik, membuat banyak negara yang sebelumnya tak mampu membeli pesawat tempur generasi kelima kini akhirnya bisa memilikinya.

Sebuah prototipe pesawat saat ini dipamerkan di Dubai Airshow yang berlangsung di Uni Emirat Arab (UAE) dari 14 November hingga 19 November 2021. Pesawat tempur tersebut dipamerkan oleh BUMN Rostec di sebuah paviliun yang tertutup untuk umum. Di antara pihak yang berkepentingan yang menghadiri presentasi Sekakmat di pameran itu adalah Perdana Menteri UEA dan Emir Dubai Mohammed bin Rashid Al Maktoum,.

Hampir Mustahil untuk Dibeli

Sekakmat pada pameran penerbangan MAKS-2021.

Saat ini, satu-satunya pesawat tempur generasi kelima yang benar-benar dicari di pasar senjata internasional adalah F-35 'Lightning' Amerika Serikat (AS). Selain AS, jet tempur ini digunakan oleh angkatan udara sembilan negara, yakni Australia, Inggris, Belanda, Denmark, Israel, Italia, Norwegia, Korea Selatan, dan Jepang. F-35 diberkahi dengan semua fitur pesawat tempur generasi kelima  yang khas, seperti radar siluman, kecepatan terbang supersonik, berbagai sistem elektronik modern bawaan, rasio dorong berat yang ditingkatkan, dan kompartemen untuk menyimpan senjata di dalam bodi pesawat.

Salah satu tambahan opsional F-35 adalah kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal, yang memungkinkan pesawat, misalnya, lepas landas dari kapal serbu amfibi serba guna yang deknya terlalu pendek untuk memungkinkan pesawat konvensional lepas landas. Dengan kata lain, F-35 Amerika jelas mampu meningkatkan kemampuan tempur angkatan udara dari tentara mana pun di dunia secara signifikan.

Kekurangan F-35 yang paling menonjol adalah harganya yang selangit. Menurut sumber terbuka, harga rata-rata minimum satu pesawat adalah $80-100 juta. Terlebih lagi, jika penjualan pesawat dilakukan oleh para penyalur pesawat tempur Barat, harganya akan lebih tinggi lagi (pesawat dapat dijual ke satu negara dengan harga $ 50 juta dan ke negara lain $150 juta). Dengan demikian, selain negara-negara paling maju dan beranggaran pertahanan yang cukup, pesawat tempur generasi kelima Amerika itu hampir mustahil untuk dibeli dalam jumlah yang signifikan.

F-35B.

Pertimbangan politik adalah faktor lain yang mengurangi aksesibilitas F-35 secara substansial. Untuk saat ini, AS hanya bersedia menjual pesawat itu kepada sekutu nyatanya atau negara-negara yang masih dalam lingkup pengaruhnya. Akan tetapi, bahkan penjualan kepada sekutu mereka pun tak semuanya berjalan mulus. Meskipun berstatus sekutu AS dan memiliki dana yang cukup, Swiss harus mengurungkan niat untuk membelinya karena dihalangi oleh tetangga-tetangga Eropanya, yang menyatakan bahwa keputusan itu akan melemahkan perusahaan-perusahaan Eropa yang telah mengembangkan dan memproduksi jet tempur Eurofighter  'Typhoon'. 

Contoh hambatan politik lain yang mengganjal penjualan F-35 adalah pembelian sejumlah unit sistem pertahanan udara S-400 'Triumf'  Rusia oleh Turki. Alhasil, negara itu pun dilarang untuk memiliki pesawat tempur generasi kelima AS. Yang paling banyak ditawarkan AS kepada Ankara adalah pesawat tempur generasi keempat F-16.

Banyak Negara yang Akan Mampu Membeli ‘Sekakmat’

Menurut analis militer Rusia dan Direktur Pusat Analisis Strategi dan Teknologi (CAST) Ruslan Pukhov, jika Sekakmat memasuki produksi serial dalam jangka waktu yang wajar, itu akan menjadi pilihan yang sangat menarik di pasar pesawat tempur dunia. 

"Pesawat tempur generasi kelima bermesin tunggal dengan parameter harga dan biaya operasi terjangkau tak diragukan lagi akan menghadirkan prospek yang menarik bagi berbagai pelanggan, terutama bagi mereka yang tidak bisa memiliki F-35 karena alasan politik," jelas Pukhov. 

Sang ahli mengatakan, selain harga keseluruhannya, Sekakmat (yang menurut pengembangnya memiliki semua fitur pesawat tempur generasi kelima) akan memiliki biaya terbang per jam sekitar $4.500, atau sekitar sepertujuh biaya F-35 yang berkisar $31.000—$33.000, sebagaimana yang ia kutip dari pernyataan kepala perancang pesawat taktis ringan itu.

"Pesawat itu harus mampu bersaing dengan pesawat tempur F-35 'Lightning II Amerika dan JAS 39E/F 'Gripen NG' Swedia (pesawat tempur generasi ke-4), yang terbukti sebagai pesaing pasar utama pada masa mendatang,” ujar Pukhov.

Menurut United Aircraft Corporation, penerbangan perdana prototipe pertama Sekakmat akan dilakukan pada awal 2023, disusul pelepasan prototipe berikutnya pada 2024-2025, dan diharapkan dapat menyelesaikan uji coba negara pada 2026. Pada tahun yang sama, pengiriman pertama pesawat tempur baru itu ke pelanggan harus sudah dilakukan. Dalam rencana bisnisnya, United Aircraft Corporation mencatat potensi volume pengiriman ekspor pesawat tempur ini untuk 15 tahun ke depan adalah 300 unit.

Empat pesawat tempur Rusia masuk di antara sepuluhpesawat tempur paling populer di dunia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki