Mengapa Rusia Mengirim Modul Baru ke ISS yang Hampir Pensiun?

Pusat Antariksa Yuzhny/Roskosmos
Modul 'Nauka' seharusnya diluncurkan ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) 14 tahun yang lalu. Jadi, peluncurannya pada 21 Juli lalu merupakan peristiwa yang luar biasa. Namun, mengapa Rusia tetap meluncurkannya meskipun ISS akan memasuki masa pensiun pada 2024?

Bagian Baru dari ISS

Nauka, yang berarti 'Sains' dalam bahasa Rusia, adalah modul pertama Rusia di ISS dalam kurun sebelas tahun terakhir dan laboratorium swasta pertama Rusia di ruang angkasa. Modul ini sebenarnya adalah pesawat ruang angkasa besar yang setelah memasuki orbit dapat melakukan perjalanan mandiri ke ISS dan berlabuh di stasiun antariksa itu tanpa bantuan perangkat lain — hal yang tidak bisa dilakukan oleh modul Amerika atau Eropa. Modul NASA, misalnya, tidak bisa terbang sendiri karena lebih mirip sebuah bangunan. Untuk mencapai orbit, modul dikirim di ruang kargo di atas pesawat ulang-alik dan berlabuh ke ISS dengan modul tambahan.

Dengan berat lebih dari 21 ton, Nauka menjadi modul terberat Rusia yang pernah dibuat. Modul yang memiliki panjang 13 meter dan diameter 4,2 meter ini diluncurkan dari kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, pada 21 Juli 2021, dan diperkirakan akan memerlukan delapan hari untuk mencapai ISS. Jadi, Nauka akan tiba di ISS sekitar 29 Juli mendatang.

Eksperimen Ilmiah dengan Embrio yang Sedang Tumbuh

Tujuan penggunaan utama Nauka adalah untuk sains. Saat ini, kompartemen Rusia di ISS memiliki dua modul besar, yaitu 'Zarya' dan 'Zvezda', serta tida modul yang lebih kecil, yang juga digunakan untuk dermaga kapal ruang angkasa.

Pemasangan Lengan Robot Eropa (ERA).

Zarya, yang berarti 'Fajar', sebagian besar digunakan sebagai ruang kargo, sedangkan Zvezda 'Bintang' adalah modul utama kompartemen ISS milik Rusia, yang hanya terdiri dari dua kabin — pendukung kehidupan dan sistem navigasi. Jadi tidak ada kabin khusus untuk kegiatan ilmiah. Biasanya, peralatan yang digunakan untuk kegiatan ilmiah ditempatkan di sepetak ruang yang tersedia dan kemudian disimpan kembali. Hal itu sangat tidak ideal.

Sementara, Nauka memiliki ruangan yang lebih dari cukup untuk aktivitas ilmiah: ada 14 ruang kerja di dalam modul dan 16 di luar, serta lab terpisah. Selain itu, Nauka juga memiliki sentrifugal yang dapat menciptakan gravitasi buatan dan memungkinkan untuk mempelajari berbagai tingkatan perkembangan embrio.

Inovasi lain yang dimiliki Nauka adalah perangkat Lengan Robot Eropa (ERA), yaitu lengan ruang angkasa dengan kendali jarak jauh yang memungkinkan para ilmuwan melakukan perbaikan dan peningkatan bagian luar ISS dengan mudah, tanpa harus sering-sering keluar. Inilah yang membedakan modul Rusia ini dengan milik negara-negara lain.

Secara umum, Nauka bisa dianggap lebih inovatif, baik dari kompartemen Rusia secara keseluruhan maupun daripada tiga modul IIS lainnya 'Destiny' Amerika, 'Columbus' Eropa, dan 'Kibo' Jepang. Namun ada juga kekurangannya, yaitu ruangan kerja untuk kegiatan sains hanya bisa menggunakan peralatan ilmiah yang dirancang khusus. Sementara, laboratorium yang lain sebagian besar memungkinkan penggunaan berbagai peralatan nonbawaan.

Mengapa Peluncuran Nauka Tertunda Selama 14 Tahun?

Nauka ternyata menjadi salah satu proyek paling bermasalah untuk kompartemen ISS Rusia. Pengerjaannya dilakukan pada pertengahan 2000-an dan itu pun tidak dari nol: modul cadangan Zarya diputuskan untuk diubah menjadi modul ilmiah (itu adalah modul pertama yang diluncurkan ke ruang angkasa, tetapi alih-alih menjadi bagian dari kompartemen ISS Rusia, modul itu didanai dan dimiliki oleh NASA).

Cadangan Zarya sudah 80 persen siap ketika diputuskan untuk mengubahnya menjadi laboratorium antariksa yang rencananya diluncurkan pada 2007. Namun tenggat waktu diubah berulang kali karena masalah teknis dan keuangan.

Masalah terbesar terjadi pada 2013. Selama pengujian modul, ditemukan serpihan-serpihan logam kecil berukuran 0,1 milimeter di pipa bahan. Kemudian, serpihan yang sama juga ditemukan di tangki bahan bakar. Serpihan akibat cacat produksi itu tidak mungkin disingkirkan.

"Pekerjaan pembersihan tidak berjalan baik. Kami bekerja dua sif selama tujuh hari tanpa libur, mengikuti sejumlah rapat dan pertemuan panel secara terus menerus, serta melakukan pengujian secara berulang. Kami sudah memastikan bahwa tangki bahan bakar bersih, tetapi kotor kembali saat dilakukan pengujian," ujar sumber di Pusat Khrunichev. 

Serpihan-serpihan kecil itu bisa membuat Nauka terdampar di Bumi selamanya: benda asing di tangki dan pipa bahan bakar secara teori dapat masuk ke bagian mesin dan menghentikannya. Alhasil, modul akan terjebak di orbit dan terbakar ketika kembali ke atmosfer Bumi. Sementara, mengembangkan tangki dan pipa bahan bakar baru mustahil dilakukan karena pabrik yang membuatnya sudah lama tutup dan tidak ada pabrik lain lagi di Rusia yang mampu membuat dengan spesifikasi yang sama. Hal yang sama ternyata dialami juga oleh tangki bahan bakar cadangan Nauka.

Pada akhirnya, setelah berbagai upaya pembersihan dilakukan, pertemuan panel menyetujui penggunaan tangki bahan bakar dengan syarat hanya akan digunakan sekali untuk memasuki orbit dan tidak diintegrasikan ke dalam sistem bahan bakar kompleks ISS (yang akan membahayakan seluruh stasiun antariksa).

Memperpanjang Usia ISS, tetapi Tidak Lama

Batas usia pakai ISS sudah kian dekat, yaitu hingga 2024. Negara-negara yang berpartisipasi membiayai ISS sedang mempertimbangkan pilihan mereka.

"Sudah ada sejumlah elemen yang sangat terpengaruh oleh kerusakan dan akan berhenti berfungsi. Banyak dari elemen-elemen itu tidak dapat diganti. Setelah 2025, kami memperkirakan akan ada "longsoran" kerusakan elemen," ujar Vladimir Solovyev, Wakil Direktur RSC Energia, perusahaan kedirgantaraan Rusia yang merupakan produsen utama pesawat ruang angkasa, kendaraan peluncur, panggung roket, dan rudal, pada 2020.

Pilihan yang tersedia adalah menenggelamkan ISS di Samudra Pasifik atau menggunakannya kembali sebagai stasiun transit antara Bumi dan Bulan, yang masih dipertimbangkan oleh beberapa negara yang terlibat dalam proyek ISS. Adapun rusia, mendukung perpanjangan usia pakai ISS hingga 2028 dan bahkan mungkin sampai 2030, yaitu ketika Rusia berencana untuk keluar dari proyek ISS dan membangun stasiun antariksanya sendiri Stasiun Layanan Orbital Rusia (ROSS). Keputusan untuk menggunakan Nauka tampaknya diambil untuk memenuhi kebutuhan perpanjangan usia pakai ISS. 

Menurut Solovyev, ketika semuanya berakhir, Nauka tidak akan bergabung dengan ROSS.

"Nauka sudah sangat terikat dengan ISS dan akan sangat sulit untuk mengadaptasinya agar bisa digunakan dengan stasiun yang baru," ujar Solovyev pada April 2021.

Inilah alasan yang membuat astronaut Amerika tidak akan bisa lolos seleksi kosmonaut Soviet dan Rusia?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki