Berapa Banyak Kosmonaut yang Pernah Menyambangi Stasiun Antariksa Internasional?

NASA
Astronaut Amerika telah singgah ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) tiga kali lebih banyak daripada kosmonaut Rusia. Mengapa demikian?

Umat manusia kembali mencatat sejarah ketika roket Soyuz Rusia meluncur dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan pada 31 Oktober 2000 silam. Roket tersebut membawa astronaut AS William Shepherd dan dua kosmonaut Russia, Yury Gidzenko dan Sergey Krikalev. Selama dua hari, ketiganya singgah di ISS dan menjadi manusia pertama yang mulai tinggal di orbit dekat Bumi.

Dalam dua dekade berikutnya, ISS telah menampung 241 antariksawan dari 19 negara. Beberapa dari mereka bahkan tinggal di sana selama hampir satu tahun penuh.

Tidak cukup ruang

Dalam hal jumlah antariksawan yang pernah menyambangi ISS, Rusia berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat. Selisihnya pun lumayan kentara. Hingga kini, 151 astronot Amerika tercatat pernah tinggal di ISS, tiga kali lebih banyak daripada kosmonat Rusia (49 orang).

Pesawat ulang-alik Discovery (kiri) dan wahana antariksa Soyuz (kanan).

Ternyata, perbedaan jumlah ini terjadi akibat kapasitas angkut pesawat ruang angkasa. Pesawat ulang-alik Amerika, yang mengirimkan kargo dan manusia ke orbit, memiliki lebih banyak ruang daripada Soyuz Rusia. Pesawat Amerika dapat membawa delapan orang sekaligus, sedangkan Rusia hanya dapat mengangkut tiga orang saja. Setelah bencana yang melibatkan Pesawat Ulang-Alik Columbia pada 1 Februari 2003, yang berujung pada penutupan Program Pesawat Ulang-alik AS, negara itu bahkan masih memiliki pelatihan program 2004. Dengan demikian, NASA Astronaut Group 19 menjadi kelompok terakhir dari sebelas astronaut yang menerbangkan pesawat ulang-alik. Akhirnya, semuanya, kecuali Shannon Walker, telah mengunjungi ISS sebagai bagian dari misi Pesawat Ulang-Alik AS.

Awak pesawat Soyuz Rusia

Selain itu, Pesawat Ulang-Alik AS-lah yang sebagian besar mengirimkan kargo ke ISS, yang dalam pengirimannya juga membutuhkan awak manusia. Inilah mengapa sebagian besar orang Amerika yang pernah ke ruang angkasa tidak pernah tinggal lama. Jika dilihat dari jumlah ekspedisi jangka panjang, AS hanya melakukan 61 misi dari 151 perjalanan (sisanya hanya misi kargo). Sementara itu, dalam hal ini, Rusia boleh bangga karena dari 49 perjalanan, 43 di antaranya merupakan ekspedisi jangka panjang. Untuk pengiriman kargo, Rusia menggunakan pesawat nirawak Progress. Pesawat ini terbang dengan mode pilot otomatis.

Siapa saja yang diizinkan memasuki ISS?

Jadi, siapakah 49 kosmonaut ini? Seleksi dilakukan oleh Badan Antariksa Rusia, Roscosmos, dan Pusat Pelatihan Kosmonaut Yuri Gagarin, yang mengambil keputusan berdasarkan hasil rekrutmen terbuka. Format ini telah digunakan sejak 2012. Karena itulah, gerbang menuju angkasa luar tak hanya tebuka bagi pilot militer dan orang-orang yang bekerja di industri antariksa saja, tetapi juga bagi para ilmuwan. Kini, seorang ahli biologi, misalnya, bisa menjadi pemimpin misi.

Elena Serova

Walau tidak ada batas usia minimum, kandidat harus memiliki gelar sarjana dan setidaknya memiliki tiga tahun pengalaman kerja di bidangnya (artinya si kandidat biasanya sudah berusia 20-an). Sementara itu, batas usia maksimum kandidat adalah 35 tahun.

Siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan, bisa pergi ke ruang angkasa. Namun, sejauh ini, hanya ada satu kosmonaut perempuan yang pernah memasuki ISS. Namanya Elena Serova.

Selama pelatihan, kandidat harus berhasil menyelesaikan wawancara dan serangkaian tes, diikuti oleh setidaknya enam tahun persiapan.

“Misalnya, seorang kosmonaut harus bisa melompat keluar dari pesawat dengan parasut dan menyelesaikan tugas sebelum parasut dibuka. Ada juga tes ketahanan stres. Saya terkejut, tetapi rata-rata, saya melakukannya dua kali lebih cepat daripada di Bumi (12 detik vs 24 detik),” kata Sergey Ryazansky, seorang kosmonaut yang telah dua kali melakukan perjalanan ke ISS.

“Pada ujian lainnya, Anda dikurung di sebuah ruangan kecil tanpa tidur selama tiga hari dan dipaksa untuk terus-menerus melakukan sesuatu, seperti menulis, berbicara, dan sepenuhnya berfokus pada suatu tugas. Jika Anda terpaksa melakukan pendaratan darurat, Anda harus dapat bereaksi dengan cepat karena satu detik saja yang terlewat dalam situasi kritis semacam itu sama dengan jalan memutar sejauh 80—200 kilometer dari tujuan Anda di Bumi,” tambahnya.

Setelah proses seleksi, calon yang beruntung menunggu untuk ditugaskan menjadi kru, yang akan menjadi “keluarga” mereka di ruang angkasa. Namun, itu bahkan mungkin tidak terjadi. Sebagian besar dari mereka yang telah dipilih tidak pernah bertolak ke ruang angkasa. Setelah Pesawat Ulang-Alik Columbia hancur di atmosfer dan menewaskan tujuh orang awaknya, NASA memutuskan untuk membeli semua kursi ilmuwan di pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia pada 2005. Kontrak ini berlaku hingga 2017. NASA tak bermaksud berinvestasi pada pesawat ruang angkasa yang baru, tetapi menunggu penerbangan rintisan pesawat ulang-alik buatan swastsa, Crew Dragon, yang berhasil menorehkan sejarah pada 2020. Sebelumnya, Soyuz adalah satu-satunya cara untuk membawa orang ke ISS. Sementara itu, ilmuwan Rusia harus menunggu 12 tahun penuh sebelum salah satu dari mereka akhirnya bisa mencapai ISS.

Saat ini, Rusia memiliki 31 kosmonaut aktif (siaga). Dari jumlah tersebut, 19 orang di antaranya belum pernah ke ruang angkasa.

Perayaan Tahun Baru di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) sungguh unik. Misalnya, kalau mau, Anda bisa merayakan Tahun Baru 16 kali.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki