BPOM Resmi Daftarkan Obat COVID-19 Buatan Rusia

Moskva Agency
Berdasarkan hasil penelitian, efikasi obat mencapai lebih dari 80 persen.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BOPM) Indonesia telah meregistrasi Avifavir, obat COVID-19 berbasis favipiravir (obat antiinfluenza yang dikembangkan Jepang sejak 2014) buatan Rusia. Informasi tersebut diumumkan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) dan Grup ChemRar, dalam siaran pers yang dipublikasikan situs web lembaga dana investasi Rusia tersebut, Selasa (24/3).

“Registrasi Avifavir di Indonesia, salah satu negara terpadat di Asia, merupakan langkah penting dalam menyediakan sistem kesehatan nasional dengan obat antivirus corona yang terbaik. Para ahli di Indonesia telah menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap Avifavir, yang didaftarkan tanpa uji klinis tambahan di negara tersebut. Avifavir secara signifikan mengurangi waktu pemulihan dan sangat efektif. Dengan demikian, pasien lebih cepat sembut dan beban klinik akan berkurang secara signifikan,” kata Direktur RDIF Kirill Dmitriev.

Pada saat yang sama, Direktur Institut Riset ChemRar Irina Tyrnova meyakini bahwa Avifavir adalah obat berbasis favipiravir pertama di dunia yang telah terbukti secara klinis ampuh melawan COVID-19.

“Kami berharap dapat segera memasok Avifavir ke Indonesia bersama Pratapa Nirmala-Fahrenheit (mitra penjualan Avifavir di Indonesia -red.) untuk membantu pasien mendapatkan obat yang terbukti efektif melawan virus corona di dunia,” kata Tyrnova.

Aman dan Efektif

Berdasarkan siaran pers RDIF, Avifavir telah terdaftar di Indonesia dengan prosedur yang dipercepat berdasarkan data yang diperoleh selama uji coba klinis fase II—III. Melibatkan 460 pasien, uji coba tersebut, menurut RDIF, dilakukan sesuai aturan GCP (good clinical practice, standar kualitas uji klinis internasional yang melibatkan subjek manusia) pada April—September 2020 di 30 fasilitas khusus di seluruh Rusia.

Berdasarkan hasil penelitian, Avifavir menunjukkan efisiensi tinggi dalam pengobatan pasien yang terinfeksi virus corona. Dengan mengonsumsi obat tersebut, virus dapat dimatikan dalam rata-rata waktu empat hari (dengan terapi standar, virus baru bisa dilumpuhkan dalam tempo sembilan hari). Selain itu, efikasi obat mencapai lebih dari 80 persen, sementara hasi studi juga menunjukkan bahwa obat ini aman untuk dikonsumsi semua kelompok usia.

Avifavir adalah obat Rusia pertama yang disetujui untuk mengobati infeksi virus corona. Avifavir juga merupakan obat berbasis favipiravir pertama di dunia yang disetujui untuk pengobatan COVID-19. Sejak awal Juni 2020, Avifavir telah dipasok ke seluruh wilayah Rusia dan ke 15 negara di seluruh dunia. Indonesia adalah negara Asia pertama yang meregistrasi obat tersebut.


Update: Artikel ini sebelumnya tayang dengan judul “BPOM Resmi Daftarkan Obat Anti-COVID Buatan Rusia”. Namun, untuk menghindari kesalahpahaman di antara pembaca, redaksi menggantinya dengan judul “BPOM Resmi Daftarkan Obat COVID-19 Buatan Rusia”. Sekalipun Avifavir diidentifikasi sebagai obat anti-COVID, obat ini tidak diberikan kepada orang yang sehat. Avifavir bukan vaksin, melainkan obat untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus corona. Penggunaan istilah “anti-COVID” dikhawatirkan menimbulkan ambiguitas.

Vaksin COVID-19 pertama buatan Rusia telah terbukti efektif menurut jurnal ilmiah The Lancet. Berikut rangkuman singkat apa saja yang sudah dan belum terkonfirmasi.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki