Unit Teknik Radio Distrik Militer Pusat Hancurkan Drone ‘Musuh’ (VIDEO)

Latihan ini hendak mengembangkan mekanisme interaksi informasi antara elemen-elemen tatanan pertempuran.

Prajurit-prajurit unit teknik radio Distrik Militer Pusat menemukan dan menghancurkan drone “musuh” pada ketinggian rendah selama latihan di dekat Chelyabinsk. Latihan ini hendak mengembangkan mekanisme interaksi informasi antara elemen-elemen tatanan pertempuran.

Unit teknik radio menemukan target berukuran kecil dan berkecepatan rendah di ketinggian rendah pada jarak sekitar 15 kilometer. Para prajurit kemudian meneruskan informasi radar dan koordinat yang diterima ke pos komando, titik kontrol, serta menunjukkan sasaran kepada awak kendaraan tempur Pantsir-S1. Nantinya, Pantsir-S1 akan melakukan peluncuran elektronik dan menghancurkan target-target udara seperti drone yang beroperasi pada ketinggian rendah dan sangat rendah.

“Latihan ini bertujuan untuk mengembangkan mekanisme interaksi informasi antara elemen-elemen tatanan pertempuran: pos komando, pendeteksi radar, dan tembakan penghancuran terhadap simulasi target udara yang beroperasi pada ketinggian yang rendah dan sangat rendah, pada jalur dan jarak tertentu,” kata Kepala Unit Teknik Radio dari Satuan Penerbangan Distrik Militer Pusat, Kolonel Ramil Ziganshin.

Pada hari jadi pembentukan Unit Teknik Radio yang ke-69, awak kompleks radar terus memantau situasi udara di wilayah yang mereka awasi, kata humas Distrik Militer Pusat.

Unit Teknik Radio Distrik Militer Pusat dipersenjatai dengan stasiun modern dan kompleks pendeteksi radar Nebo-M, Nebo-U, Podlet-K1, Kasta, Gamma, dan Terek. Bersama rudal-rudal antipesawat sistem pertahanan udara, seluruh peralatan ini bekerja sama demi melindungi ruang udara negara.

Selanjutnya, insinyur-insiyur Rusia tengah mengembangkan drone yang dipersenjatai penyembur api. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki