Cuma di Rusia: Su-57 Terbang dengan Kokpit Terbuka (VIDEO)

Kementerian Pertahanan Rusia
Pernahkah Anda melihat jet tempur terbang dengan kokpit terbuka? Bisa jadi, aksi "gila" ini cuma terjadi di Rusia.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia membagikan video yang menampilkan pesawat tempur generasi kelima Rusia Su-57 terbang dengan kokpit terbuka. Hingga artikel ini diturunkan, video yang dibagikan di saluran YouTube Kemenhan Rusia pada Sabtu (3/10) itu sudah ditonton 131.010 kali. Anda dapat menyaksikannya pada video di bawah (menit 1:10).

Dalam keterangan video berdurasi 1.32 menit itu diketahui, aksi "gila" itu merupakan bagian dari rangkaian pengujian sejumlah pesawat tempur, dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-100 tahun Pusat Uji Coba Penerbangan Negara V.P. Chkalov (GLITS) milik Kemenhan Rusia — tempat semua sampel pesawat dan senjata untuk Angkatan Udara Rusia dan pelanggan asing diuji.

Situs berita RG melaporkan, penerbangan tak biasa itu merupakan bagian dari uji coba penerbangan untuk latihan dalam menghadapi situasi darurat.

"Secara khusus, program pengujian Su-57 mencakup penerbangan dengan kanopi kokpit terbuka. Ini diperlukan untuk menilai perilaku pesawat dan kondisi pilot ketika situasi serupa terjadi karena satu dan lain hal," tulis RG.

Su-57 adalah pesawat tempur multiperan Rusia generasi kelima yang dikembangkan oleh insinyur penerbangan OKB (biro desain) Sukhoi. Jet tempur termodern Rusia ini dapat melakukan berbagai tugas dalam pertempuran udara, seperti mencapai supremasi udara absolut di wilayah tempat operasi tempur dilakukan.

Selain itu, ia juga dapat menghancurkan berbagai target darat dan kapal permukaan yang diperkuat dengan senjata antipesawat modern, operasi pengintaian jarak jauh dan pengawasan wilayah udara, penghancuran infrastruktur komando musuh, dll.

Tahukah Anda jika pesawat tempur generasi kelima Rusia awalnya bernama T-50 dan baru resmi disebut Su-57 pada Agustus 2017? Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki