Kalashnikov Ungkap Sepeda Motor Listrik Terbaru Edisi Terbatas

Pavel Kuzmichev
Sepeda motor bergaya vintage 'Izh-49' ini merupakan model edisi terbatas untuk para kolektor sepeda motor di seluruh dunia.

Kalashnikov Concern baru-baru ini "menghidupkan kembali" sepeda motor Soviet Izh-49 dengan jantung baru bertenaga listrik, yang ditampilkan pada pameran militer 'Army-2020' di Moskovskaya Oblast akhir Agustus lalu.

Izh-49 adalah salah satu sepeda motor yang paling banyak diproduksi di Uni Soviet. Beberapa di antaranya masih dapat ditemukan di pedesaan Rusia. 

Sekilas, Izh-49 baru ini terlihat seperti sepeda motor futuristik dalam film-film fiksi ilmiah, yang dilengkapi dengan garis-garis halus mesin listrik modern di samping dasbornya. Semua fitur visual tersebut disertai dengan desain era Soviet.

Karakteristik teknis Izh-49 tidak memungkinkan sepeda motor klasik ini menempuh perjalanan jauh, tetapi menjadikannya sepeda motor perkotaan yang nyaman dan dapat menyaingi model-model listrik asing lainnya. 

Kecepatan maksimum sepeda motor listrik besutan Kalashnikov ini adalah 95 km/jam, sementara daya baterainya cukup untuk menempuh perjalanan sejauh 80 kilometer. Pengisian ulang baterai tidak memerlukan stasiun listrik khusus, melainkan dapat menggunakan soket listrik rumah tangga sederhana berdaya 220 V.

Hingga saat ini, Kalashnikov Concern belum berencana untuk memproduksi  Izh-49 listrik secara massal. 

“Model ini dibuat untuk kolektor sepeda motor di seluruh dunia yang ingin menambahkan Izh-49 listrik yang baru dirilis ke dalam koleksi mereka. Kami hanya memproduksi 49 unit dan saat ini tidak berencana untuk membangun lagi,” ujar Sekretaris Pers Kalashnikov Concern Mark Reznikov. 

Menurutnya, sebagian besar motor tersebut sudah terjual dan hanya sedikit yang tersisa.

Kalashnikov belum mengungkapkan harga resmi sepeda motor tersebut. Namun, mereka mengatakan bahwa setiap pelanggan yang berminat dapat menghubungi menghubungi mereka secara langsung. Menurut laporan media Rusia, harga awal Izh-49 listrik setara dengan sekitar $20.000 (sekitar Rp295 juta).

Untuk jumlah tersebut, calon pelanggan akan mendapatkan bingkai yang seimbang dengan kekuatan elemen aluminium, suspensi yang nyaman, dan tampilan autentik yang hampir sama dengan motor asli Izh-49 yang diproduksi 70 tahun lalu. 

Kalashnikov dan Pasar Sepeda Motor Listrik Sipil 

Izh-49 yang dimodernisasi bukanlah upaya pertama Kalashnikov Concern untuk mendapatkan bagiannya dari pasar sepeda motor listrik. Di penghujung 2019, perusahaan yang terkenal dengna produk senjata api itu juga menghadirkan model Izh, namun dengan desain “cafe racer” yang modern.  

Seperti yang saat itu dinyatakan oleh perwakilan Kalashnikov Concern, model tersebut dibuat untuk "perjalanan yang menarik dan cepat". Namun, masalah ini masih bisa diperdebatkan karena kecepatan tertinggi sepeda motor itu hanya 100 km/jam, hanya terpaut sedikit dari Izh-49 listrik.

Model itu adalah prototipe untuk produksi serial potensial sepeda motor ramah lingkungan di Rusia, tetapi tidak dapat merebut hati pengendara sepeda motor di Rusia. Alhasil, proyek itu terlupakan sampai kebangkitannya baru-baru ini menjadi seri edisi terbatas.  

Sepeda Motor Listrik untuk Polisi  

Pada awal 2018, Kalashnikov Concern menciptakan 30 sepeda motor 'Izh Pulsar' untuk digunakan pasukan polisi Moskow selama Piala Dunia FIFA 2018.  

Sepeda motor listrik itu cocok untuk balapan off-road. Penciptaan 'Izh Pulsar' melambangkan kemampuan Kalashnikov Concern dalam menciptakan sepeda motor ramah lingkungan yang mampu bekerja di medan yang kasar dan berkendara di luar jalan raya — fitur andalan bagi orang-orang yang suka melintasi negara dan benua dengan sepeda motor. 

“Senjata api adalah bidang produksi dan fokus utama kami. Kami ingin mencoba sendiri di segmen lain dan kumpulan produk (sepeda motor listrik) awal kami selalu terjual habis,” jelas Reznikov. 

Menurutnya, Kalashnikov Concern tidak berencana untuk memulai produksi sepeda motor listrik dalam skala penuh, tetapi akan terus mendemonstrasikan kreasi barunya pada tahun-tahun mendatang. 

Sebanyak 80 bom sisa Perang Dunia II ditemukan di wilayah Benteng Kerch, Krimea. Empat di antaranya diledakkan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki