Pertama Kali dalam Delapan Tahun, Kosmonaut Perempuan Rusia Akan Terbang ke ISS

Roscosmos/Global Look Press
Badan Antariksa Rusia Roscosmos berencana mengirim satu-satunya kosmonaut perempuan Rusia ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada musim gugur (September – November) 2022. Berikut sosok sang kosmonaut Anna Kikina dan proses perjalanannya hingga terpilih menjadi penjelajah ruang angkasa?

Anna Kikina, 35, lahir di Novosibirsk pada 27 Agustus 1984. Di sekolah, Anna menonjol dalam bidang olahraga. Pada 2005, ia mengikuti kursus instruktur pertolongan pertama di bawah Kementerian Darurat Rusia, dan pada 2006 lulus dari fakultas teknik Akademi Negeri Transportasi Air Novosibirsk, dengan spesialisasi Perlindungan dalam Situasi Darurat. Dua tahun kemudian, pada 2008, ia menerima gelar lain dari universitas yang sama di bidang Ekonomi dan Manajemen (Industri Transportasi).

Anna Kemudian memutuskan untuk terjun ke dunia jurnalisme dan menjadi pembawa acara di Radio Siberia. Ia mengisi waktu luangnya dengan mengikuti kompetisi berbagai acara olahraga multicabang dan berarung jeram, serta menerima gelar Master Olahraga pada kedua disiplin ilmu. Hobi lainnya adalah terjun payung, dan hingga kini ia telah memiliki catatan 151 lompatan. Anna juga gemar membaca buku dan menonton film, terutama The Lord of the Rings dan Avatar, dilansir surat kabar daring Lenta.ru.

Anna Kikina saat mengikuti konferensi pers terkait percobaan di darat simulasi penerbangan ke bulan SIRIUS-17 di Moskow.

Pada 2012, ketika mengetahui Roscosmos sedang mencari peserta pelatihan kosmonaut, Anna pun memutuskan untuk mendaftar.

"Itu sungguh hal yang tak terduga. Saya menjalani hidup saya dengan tenang sampai akhirnya seorang rekan di stasiun radio memberi tahu saya bahwa korps kosmonaut sedang melakukan perekrutan. Saya menganggap berita itu hanyalah lelucon belakan dan menimpalinya dengan bergurau: ‘Tentu, kita akan segera terbang ke luar angkasa’. Namun, ketika saya mengetahui kebenaran informasi itu, gagasan untuk menjadi seorang kosmonaut pun terus menyangkut di kepala saya,” kenang Kikina.

Proses seleksi berlangsung sekitar satu tahun dengan jumlah pelamar dipangkas menjadi 304 orang, termasuk 43 wanita. Pada tahap akhir, tersisa delapan kandidat terpilih dan Anna adalah  satu-satunya perempuan.

Astronaut NASA Anna Lee Fischer (kiri) dan Kosmonaut Roscosmos Anna Kikina berbincang di sela acara yang diselenggarakan di Museum Kosmonotika.

Pada  2014, rangkaian tes sebagai kosmonaut pun dimulai. Sejak itulah persiapan dirinya untuk terbang ke luar angkasa dimulai. Salah satu tes yang paling sulit adalah percobaan isolasi SIRIUS pada November 2017, yang meyimulasikan penerbangan ke Bulan.

Sebuah pesan akhirnya muncul di akun Twitter resmi Roscosmos pada 27 Juni 2020, yang menyatakan bahwa Kikina akan terbang ke ISS sebagai bagian dari awak Rusia dalam dua tahun mendatang. Kepala Korps Kosmonaut Rusia Oleg Kononenko mengumumkan pada siaran langsung acara bincang-bincang populer Rusia ‘Vecherniy Urgant’ bahwa penerbangan akan berlangsung pada musim gugur.

Kosmonot Anna Kikina saat mengikuti sebuah acara di Museum Kosmonotika.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Glamour, Kikina mengakui bahwa dia tidak punya waktu untuk romansa perjalanan ruang angkasa.  

“Peluncuran, pendekatan, dan pengaitan adalah fase penerbangan yang penting. Tidak ada ruang untuk emosi. Anda baru bisa sedikit bersantai setelah terkait dengan ISS, mengamati Bumi, dan menyadari bahwa impian Anda telah menjadi kenyataan,” ujar Anna.

Dia berharap, akan lebih banyak perempuan yang bergbung dengan korps kosmonaut Rusia pada masa depan.

“Tentu, itu tidak membosankan bagi saya (menjadi bagian dari korps kosmonot —  red), tetapi akan lebih baik jika ada lebih banyak perempuan. Bumi adalah rumah bagi begitu banyak perempuan dan lelaki. Namun,  karena beberapa alasan, hanya ada satu perempuan di korps. Saya berharap dan percaya bahwa pada seleksi berikutnya, yang sudah berlangsung, akan memilih lebih banyak perempuan,” katanya.

Perempuan Rusia terakhir yang terbang ke luar angkasa adalah Elena Serova, yang menghabiskan 167 hari di ISS, dari September 2014 hingga Maret 2015. Dia adalah kosmonot perempuan Soviet/Rusia keempat dalam sejarah.

Rusia mencatat keberhasilan pesawat ruang angkasa Crew Dragon SpaceX milik Elon Musk, tetapi tidak memiliki rencana untuk bertindak. Mungkinkah Rusia kehilangan ruang angkasa gara-gara Elon Musk? Klik di sini untuk membaca selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki