Wakil Panglima AU Rusia Bandingkan Kelebihan S-350 dengan S-400

Ramil Sitdikov/Sputnik
Sistem sistem pertahanan udara S-350 memiliki daya ledak empat kali lebih besar dari S-400 dan mampu menangani semua jenis target udara secara efektif, khususnya rudal jelajah.

Wakil Panglima Angkatan Udara (AU) Rusia Letnan Jenderal Yuri Grekhov membeberkan berbagai kelebihan yang dimiliki sistem pertahanan udara S-350 "Vityaz" (Ksatria)
dan membandingkannya dengan S-400 "Triumf" (Kemenangan).

"Perbedaan mendasarnya adalah S-350 adalah memiliki multisudut penembakan dan peningkatan kinerja tembakan dengan penggunaan rudal antipesawat
berpemandu radar homing. Selain itu, daya ledak rudalnya empat kali lebih tinggi daripada S-400," jelas Grekhov kepada portal berita Krasnaya Zvezda. Menurutnya,
kemampuan tempur sang "Ksatria" juga telah ditingkatkan dengan penggunaan dua atau tiga radar multifungsi dan dapat "mampu menangani semua jenis target udara,
terutama rudal jelajah."

Sistem ini telah lolos pengujian pada 2019 dan telah dipindahkan ke pusat pelatihan rudal antipesawat Akademi Militer Pertahanan Udara dan Luar Angkasa Marsekal Uni
Soviet G.K.Zhukov. Grekhov yang juga menjabat sebagai Panglima Pasukan Pertahanan Antipesawat dan Rudal mengatakan, saat ini pusat pelatihan tengah
mempersiapkan staf pengajar sistem itu untuk kemudian melatih para spesialis militer yang akan meng

S-350 adalah sistem rudal jarak menengah generasi terbaru yang dikembangkan oleh Perusahaan Pertahanan Udara dan Luar Angkasa Almaz-Antey. Sistem ini terdiri dari delapan unit peluncur yang masing-masing dipersenjatai dengan 12 rudal (total 96 rudal) jarak pendek dan menengah 9M100 dan 9M96. Perlu dicatat, Almaz-Antey juga telah mengembangkan rudal 9M96E2 untuk sistem ini, yang memiliki jangkauan dua kali lipat rudal standar — 120 kilometer. Senjata ini mampu mengenai target udara, baik target aerodinamis (jangkauan 1,5 – 120 km, tinggi 10 m 30 km) atau balistik (jangkauan 1,5 30 km, tinggi 2 25 km). S-350 direncakan akan menggantikan sistem BUK dan S-300 dalam persenjataan Rusia.

Menurut Kepala Akademi Militer Pertahanan Udara dan Luar Angkasa Zhukov, sebanyak 12 unit sistem S-350 akan memperkuat persenjataan AU Rusia pada kurun 2021 – 2027. Sistem-sistem itu nantinya akan ditempatkan pada lima resimen rudal antipesawat di distrik militer berbeda.

Sistem S-350 dirancang sebagai “benteng terakhir” pertahanan misil Rusia. Ia akan mencegat dan menghancurkan pesawat musuh yang berhasil menghindari S-400. Baca selengkapnya di sini!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki