Covid Shopping, Aplikasi Daring Penyusun Daftar Belanja

AP
Program ini akan menghitung berapa banyak telur dan beras yang Anda perlukan untuk bertahan hidup di tengah pandemi virus corona tanpa harus meninggalkan rumah.

Situs web Covid Shopping bisa membantu Anda menyusun daftar belanja yang optimal untuk jangka waktu yang ditentukan. Pilih jumlah hari, jumlah anggota keluarga, dan menu maka daftar belanja Anda langsung muncul sekejap. Situs ini menjawab kebutuhan orang-orang yang selalu merasa “ada sesuatu yang kurang” atau “semuanya tidak akan cukup”.

Misalnya, algoritma sistem tersebut menyebutkan, untuk jangka waktu 14 hari, keluarga dengan tiga orang dewasa akan membutuhkan enam gulung tisu toilet, 2,8 kilogram pasta, 33 butir telur, 675 gram saus pesto dan 2.250 gram sayuran dan produk lainnya. Anda tentu bisa saja mengubah isi daftar tersebut sesuai barang-barang yang tersedia di Indonesia. Meski sistem menyebutkan saus pesto, Anda bisa saja membeli saus sambal, misalnya.

Program ini dibuat oleh pengembang dan perancang situs Sasha Koss. “Saya menghabiskan seminggu penuh untuk membuat situs web ini. Saya saat ini tinggal di Prancis. Negara ini telah menetapkan situasi darurat sejak Senin lalu. Saya pergi ke laut untuk berselancar, tetapi polisi membubarkan semua orang dengan sirene dan megafon yang keras. <...> Jadi, saya memutuskan untuk mencari hobi lain dan pada Jumat, situs web ini sudah selesai dan berjalan,” katanya.

Sasha mencoba membuat menu yang seumum mungkin dengan menggunakan produk dan bahan yang tahan lama dan mudah dimasak. “Bahan-bahan (yang ada dalam daftar) ini bisa digunakan untuk membuat hidangan sederhana, tidak seperti borshcht atau hidangan pasta yang rumit. Misalnya, ravioli dan pesto tidak terlalu mahal, tahan lama, cepat dimasak, dan dijual di setiap pasar swalayan Eropa,” katanya. Algoritma program itu memperhitungkan berapa kali sehari Anda makan dan mendistribusikan semuanya secara merata, sesuai porsi rata-rata per orang.

Saat ini situs web tersebut tersedia dalam bahasa Inggris, Rusia, Ceko, dan Spanyol.

Jaringan saraf dapat memprediksi panjang usia dan bahkan kemungkinan kematian manusia, kata ilmuwan Rusia. Temuan ini membantu mengembangkan aplikasi seluler baru untuk mengetahui angka harapan hidup.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki