Beruang Terbang Rusia: Bomber Apa yang Mendekati Wilayah AS?

AP
Sebuah penerbangan pelatihan sekali lagi nyaris memercikkan api antara Rusia dan NATO. Pakta pertahanan tersebut mengerahkan jet-jetnya untuk memeriksa aktivitas pesawat-pesawat Rusia di dekat perbatasan AS dan Kanada.

Jet tempur AS dan Kanada mencegat dan mengawal dua pesawat pengintai Tu-142 Rusia yang terbang di lepas pantai Alaska pada awal bulan ini.

Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara (NORAD) melihat dua “beruang” Tu-142 Rusia menuju pantai Alaska. Menurut NORAD, pesawat-pesawat itu tetap berada di ruang udara internasional di atas Laut Beaufort di utara Alaska selama sekitar empat jam sebelum akhirnya pergi menjauh.

Mereka berada 50 mil laut atau 92 kilometer dari pantai Alaska, tetapi tidak memasuki wilayah udara AS atau Kanada.

Menurut komando militer Rusia, pesawat-pesawat itu tengah melakukan latihan penerbangan di atas perairan internasional. Lagi pula, latihan tersebut dilakukan sesuai peraturan penerbangan internasional. Selain itu, “beruang-beruang” tersebut sama sekali tak bersenjata dan tidak mengancam pihak mana pun.

Bomber Tu-142

Tu-142 (kode NATO: Bear-F dan Bear-J) adalah pesawat pengebom era Soviet. Pesawat itu dibuat pada pertengahan 1960-an untuk melawan pasukan angkatan laut musuh dari udara.

Bomber ini bisa dipersenjatai dengan berbagai rudal antikapal, ranjau laut, dan juga torpedo. Dahulu, Tu-142 memiliki radar pencarian maritim tercanggih untuk membantu menemukan kapal selam musuh di bagian laut paling dalam di seluruh dunia.

Setiap Tu-142 bisa mengangkut hingga sembilan ton bom dan sistem senjata lainnya. Raksasa udara ini pun mampu menempuh jarak hingga 10.000 kilometer. Setiap pesawat diawaki oleh 11 orang.

Saat ini, Rusia memiliki 22 pesawat Tu-142. Pesawat-pesawat ini terutama digunakan untuk tujuan pelatihan atau pengintaian.

Terkadang, pesawat Tu-142 (serta Tu-154 dan Tu-204) bisa memasuki wilayah udara AS lantaran Perjanjian Ruang Udara Terbuka (Treaty on Open Skies).

Perjanjian Spionase Terbuka

Perjanjian Ruang Udara Terbuka adalah perjanjian yang ditandatangani AS dan Uni Soviet untuk meningkatkan transparansi antara kedua negara demi mengurangi ketegangan dan konfrontasi.

Diratifikasi pada 1992, Perjanjian Ruang Udara Terbuka memungkinkan setiap negara yang tergabung dalam perjanjian tersebut mengirimkan pesawat intelijen militer untuk terbang di atas wilayah peserta perjanjian lainnya. Tentu saja, dengan imbalan penerbangan pengamatan serupa di atas wilayahnya sendiri.

Masing-masing negara telah menetapkan terlebih dahulu rute penerbangannya di atas pangkalan dan struktur militer anggota lain, serta mendaftarkan semua peralatan foto dan video yang akan digunakan selama penerbangan.

Setiap kali penerbangan semacam itu dilakukan, baik di atas wilayah Rusia maupun AS, jet tempur selalu mengawal pesawat-pesawat intelijen ini.

Sejak diratifikasi, ada lebih dari 1.200 penerbangan pengawasan di wilayah masing-masing.

Namun, sejak Oktober 2019, AS mempertimbangkan untuk menarik diri dari perjanjian tersebut. Meski begitu, sekutu dan mitra NATO, khususnya Ukraina, menentang langkah tersebut. Mereka khawatir hal itu akan mendorong Rusia untuk mengurangi atau bahkan melarang sama sekali penerbangan pengawasan di wilayahnya, Jika demikian, NATO tak bisa lagi memantau perkembangan gerakan militer Rusia.

Media AS pernah berkelakar tentang pesawat Rusia akan ikut serta dalam parade 4 Juli (Hari Kemerdekaan Amerika). Sebetulnya, itu bukan lelucon!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki