Bagaimana Mahadata Mendefinisikan Kembali Budaya Global?

Ilmuwan Siberia mengungkapkan bagaimana budaya kontemporer tersebar di seluruh dunia melalui sebuah proyek mahadata.

Melalui ilmu data dan analisis jutaan acara budaya, ‘Elsewhere’, sebuah proyek mahadata Universitas Negeri Tyumen, berusaha memahami bagaimana tren budaya tersebar di seluruh dunia. Berapa banyak pusat budaya yang ada di dunia? Mengapa biennale seni disebut sebagai pendorong budaya global?

Proyek ini hendak menggambarkan peta budaya global pertama. Bisa dibilang, ini sama seperti menggambar peta geografis pertama di dunia.

Dipimpin Lev Manovich, pelopor penggunaan metode komputasi untuk mempelajari budaya kontemporer, ia telah mengembangkan alat untuk menganalisis dan memvisualisasikan set data budaya superbesar dalam studi humaniora sejak awal 2000-an.

Tyumen, sebuah kota di Siberia, berada di urutan pertama dalam peringkat kota terbaik untuk tinggal di Rusia yang dirilis majalah Russkiy Reporter. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki