Pelontar Granat Apa yang Digunakan Pasukan Khusus Rusia di Suriah?

Tekno&Sains
IGOR ROZIN
Pelontar enam laras ini bisa membuat kelompok militan lari tunggang-langgang dari dalam bungker yang paling aman.

Selama pameran senjata Interpolitex di Moskow pada pertengahan Oktober lalu, insinyur-insinyur Rusia memamerkan serangkaian pelontar granat yang digunakan oleh unit pasukan khusus perkotaan dan garis depan.

“Senjata yang dinamai 6G30 dan GM94 ini sudah digunakan Pasukan Penerjun Payung Rusia, FSB, dan Garda Nasional. Senjata ini sudah masuk tahap produksi massal dan dirancang untuk melancarkan serangan api terpusat terhadap musuh,” ujar Nikolay Komarov, Kepala Aktivitas Ekonomi Eksternal Biro Desain Tekhnika, kepada Russia Beyond.

Pelontar granat Tekhnika, katanya, sering terlihat berkilauan pada latar belakang laporan berita televisi tentang operasi antiteroris di Suriah dan Kaukasus.

Kesan Pertama

Sekilas, pelontar granat ini terlihat kurang menarik — terbuat dari logam kasar, komponen murah, tidak ada kustomisasi mewah atau ergonomi. Senjata ini tampak seperti kebalikan dari apa yang biasanya dianggap de rigueur atau model terkini pada pasar senjata api abad ke-21.

Namun, menurut pengembang, penampilan senjata yang kurang elok sama sekali tak mengurangi keandalannya. Selain itu, dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya, senjata ini lebih ringan dan ringkas sehingga cocok untuk misi ofensif dan defensif.

“Sejauh ini ada 13 jenis amunisi yang telah dikembangkan. Beberapa di antaranya dirancang untuk menyebabkan ‘kerusakan mematikan’, sementara yang lain cocok untuk memecah serangan di jalan,” tambah Komarov.

Di antara yang paling “sering digunakan” di Suriah adalah peluru termobarik dan frangible (jenis peluru yang tidak menimbulkan efek ricochet dan backsplash). Peluru-peluru ini dirancang untuk memaksa para militan keluar dari sarangnya. Dengan senjata ini, pasukan khusus dapat “menghujani” mereka dengan tembakan pada jarak setengah kilometer. Dari jarak ini, mereka hanya rentan terhadap penembak jitu yang aneh. Namun, karena peluru meluncur di sepanjang lintasan melengkung dari posisi yang terlindung, penembak jitu hanya menjadi ancaman kecil bagi para prajurit yang beroperasi.

“Untuk unit-unit perkotaan, kami menciptakan pelontar granat versi sipil dengan asap, bahan peledak pengejut ringan, serta amunisi berujung karet untuk membubarkan massa yang berbuat onar di jalan-jalan kota,” kata Komarov.

Tekhnika kini tengah mengembangkan modifikasi 6G30 dan GM94. Pihak pengembang kini sedang menguji model masa depan, baik secara intenal maupun di medan-medan khusus militer. Proyek ini sangat dirahasiakan. Karena itu, tidak ada rincian lain yang lebih spesifik yang bisa diketahui media.

Keringat dan darah bercucuran, sementara seluruh otot terasa nyeri. Siapa pun yang diterima ke dalam jajaran pasukan elite Rusia betul-betul titisan Superman. Bacalah selengkapnya!