Sembilan Mobil Soviet yang Diubah Menjadi Limosin

Boris Kavashkin/TASS
Kalau mau, Anda sebetulnya bisa mengubah mobil apa pun menjadi limosin. Tak percaya? Beberapa pabrikan otomotif berikut akan membuktikannya!

Keanggunan mungkin bukan fitur terpenting sebuah limosin jika yang Anda punya hanyalah sebuah mobil Soviet dan keinginan kuat untuk “memanjangkannya”. Ternyata, cita-cita orang Soviet “untuk naik limosin” melebihi pertimbangan estetika atau teknologi. Setelah runtuhnya Uni Soviet, ada periode singkat ketika segala hal mungkin terjadi dan perusahaan-perusahaan kecil akan mengubah mobil “rakyat” biasa menjadi “limosin”.

VAZ-2101

Mobil Zhiguli ini, salah satu mobil yang diproduksi secara massal selama periode Soviet, dijuluki Kopeika (koin terkecil seharga seperseratus rubel), ditakdirkan untuk menjadi limosin putih salju di “kehidupan selanjutnya”. Transformasi ini terjadi di Hongaria. Mobil itu dipanjangkan hingga tujuh meter! Ini mungkin Kopeika terpanjang di dunia.

Orang-orang di Kuba sepertinya memiliki pertimbangan praktis: Karena limosin dapat memuat lebih banyak penumpang, menggunakan kendaraan semacam ini sebagai taksi tampak menguntungkan (kelihatannya, Anda harus menunggu lama untuk menemukan angkutan minibus yang lebih besar). Dengan demikian, ‘limo’ Kopeika menjadi taksi “mewah” beruang lega dengan beberapa pintu dan deret kursi tambahan!

ZAZ-965

Selama periode Soviet, Zaporozhets dianggap sebagai mobil yang paling jelek. Mobil itu berisik, sempit, tidak elegan, dan mogok sepanjang waktu. Meski begitu, orang-orang tetap menyukainya, terutama karena mobil itu hampir tidak bisa dihancurkan! Kecuali, tentu saja, jika Anda mengubahnya menjadi limosin ....

ZAZ-968

Model terbaru Zaporozhets juga gagal menjadi mobil berkelas. Sepertinya, pemilik mobil yang satu ini juga menyadari hal tersebut. Limosin itu bernasib menyedihkan: Berkarat di halaman seseorang yang tak terawat.

Moskvich-412

Tak ada yang terkesan dengan mobil Moskvitch di Uni Soviet, apalagi di Rusia mobil itu dianggap sebagai mobil paling ‘demokratis’. Tak ada yang memamerkan interiornya dan tidak ada yang mau repot-repot mencobanya, kecuali pemilik mobil ini.

GAZ-12

Mobil ini bisa dibilang sukses bereinkarnasi. Badannya dibuat lebih panjang, sedangkan interiornya benar-benar direnovasi, dan hasilnya sangat mewah: Jok kulit, lampu LED, dan minibar (kulkas kecil) dengan sampanye!

GAZ-3102

Ini adalah mobil sungguhan dari era '90-an. Itu adalah masa ketika nyawa seorang pengusaha, pejabat, atau bahkan warga biasa bisa melayang gara-gara terkena peluru nyasar lantaran maraknya pelanggaran hukum pascakeruntuhan Soviet. Karena itu, perusahaan Rida di Nizhny Novgorod menciptakan “pahlawan modernnya” sendiri — sebuah kendaraan lapis baja yang dibuat berdasarkan mobil Volga untuk orang-orang penting. Meski keamanannya tak perlu diragukan lagi, lapis baja tambahan pada mobil itu meningkatkan bobot kendaraan menjadi hampir dua ton!

Ini adalah contoh percobaan lain dengan GAZ-3102. Mobil itu jelas terlahir sebagai limosin, tetapi krena beberapa alasan, produksinya tak berjalan mulus. Untungnya, kesalahpahaman itu terselesaikan. Setelah runtuhnya Uni Soviet, pabrik RAF di Riga berhenti mengumpulkan minibus dan memutuskan untuk beralih ke perakitan limosin berdasarkan mobil “eksekutif” Volga. Selain penyejuk ruangan, mobil ini juga dilengkapi TV. Namun, karena minim permintaan, proyek tersebut terpaksa dihentikan.

VAZ-2110

Ini adalah proyek pabrik mobil Tolyatti yang tak terealisasikan, yang awalnya hendak diluncurkan untuk menarik para pelanggan berkantong tebal. Badannya diperpanjang 650 mm, sehingga bisa dipasangkan partisi di antara deretan kursi, sistem audio dan video, dan bahkan kulkas. Sayangnya, rencana itu tak berhasil!

Sementara bos-bos mafia menggunakan Mercedes dan Lincoln, yang bergengsi anak-anak buah mereka lebih menyukai kendaraan off-road yang tangguh dan lebih bisa diandalkan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki