Lima Mitos Terpopuler Senapan AK yang Legendaris

Tekno&Sains
NIKOLAY LITOVKIN
Mari kita singkirkan kasalahpahaman dengan mengecek fakta yang sesungguhnya.

Ada begitu banyak mitos yang menyelimuti senjata paling populer di dunia, senapan serbu Kalashnikov (AK). Ada yang bilang bahwa senjata itu sebetulnya tak diciptakan oleh Kalashnikov sendiri, melainkan oleh Jerman (yang teknologinya dicuri Rusia). Ada pula yang menduga bahwa senapan itu tidak akurat dari jarak 300 meter, dan masih banyak lainnya. Inilah lima kesalahpahaman yang paling populer serta fakta sesungguhnya tentang senapan serbu AK.

Mitos 1: Kalashnikov adalah salinan StG 44 Jerman

Ya, kedua senjata itu memang terlihat serupa dan tentara Soviet sering mengambil senjata buatan Jerman tersebut sebagai rampasan perang pada akhir Perang Dunia II.

Namun, “Kalashnikov Jerman” pertama baru jatuh ke tangan tentara Soviet dari tahun 1944. Sementara, perancang senjata Alexei Sudayev telah memberikan versi senapan otomatis pertama pada 1943, yang setelah kematiannya diselesaikan oleh Mikhail Kalashnikov, kepada tentara Uni Soviet. Pada 1947, Kalashnikov memenangkan tender untuk memasok senapan serbu ke militer.

Pada awal 1950-an, Denmark dituduh menyalin Kalashnikov dan membuat senapan serbu mereka sendiri untuk pasukan NATO, yang disebut Madsen LAR.

Perbedaan utama antara AK dan StG 44 Jerman ada pada “jeroan” senjata itu. Baik AK maupun StG 44 memiliki mekanisme penembakan dan kerangka magazen yang berbeda. Dengan kata lain, magazen kedua senjata tidak bisa dipertukarkan. Selain itu, masing-masing senjata memiliki konfigurasi perakitan dan pembongkarannya “sendiri”, belum lagi perbedaan eksternal antara keduanya.

Namun, perlu diakui bahwa insinyur Jerman memang berkontribusi dalam pengembangan senapan serbu Soviet. Setelah kemenangan dalam Perang Dunia II, biro desain Hugo Schmeisser bekerja di Izhevsk dan membantu meningkatkan kemampuan AK-47.

Mitos 2: Senapan serbu Kalashnikov unik dan tak tertandingi

Ya, Kalashnikov adalah senjata yang bagus dan merupakan salah satu simbol revolusi dan perjuangan untuk kemerdekaan di negara-negara di seluruh dunia berkat desainnya yang sederhana, efektivitasnya, produksinya yang mudah, dan biaya perawatannya murah

Namun, “platform” Kalashnikov tidak unik. Senapa serbu Čermák Sa vz. 58 Ceko pun memiliki solusi teknis serupa.

Senjata itu betul-betul seperti salinan AK, tetapi cara kerja sistem otomatisnya berbeda dengan Kalashnikov, dan, seperti dalam kasus StG 44 Jerman, ia hanya dapat menggunakan magazennya sendiri.

Sa vz.58 memiliki umur yang panjang. Di Eropa Timur, senapan itu digunakan hingga 2010. Namun, nama Sa vz.58 tak pernah semasyhur Kalashnikov di dunia karena memang tidak seandal AK-47.

Mitos 3: Kalashnikov tidak akurat pada jarak lebih dari 300 meter

Mengenai target pada jarak sejauh itu bukanlah tugas yang mudah. Namun, bagi prajurit yang sangat terlatih, jarak 400 meter pun bukanlah masalah. Ini sebetulnya hanya masalah bagaimana senapan itu dikonfigurasi dan disesuaikan untuk meningkatkan akurasinya.

Selain penyetelan senapan, akurasi Kalashnikov ditingkatkan dengan mengadopsi prinsip yang sama dengan apa yang diterapkan pada senjata-senjata penembak runduk — target tidak ditembak secara langsung, tetapi menggunakan lintasan melengkung. Anda harus membidik sedikit ke satu sisi dan ke atas, tergantung pada angin, tekanan udara, dan jangkauan. Kedengarannya rumit, tetapi setiap penembak profesional tahu bahwa dalam penembakan jarak jauh, kondisi dan bagaimana pengguna beradaptasi dengannya berperan besar dalam hal akurasi.

Mitos 4: Senapan serbu Kalashnikov selalu sempurna dan sejak awal jadi primadona

Tidak, model 1947 memang sukses dalam pengujian, tetapi reputasi AK yang terkenal berkat keandalan dan daya tahannya adalah hasil penyelarasan selama 12 tahun berikutnya.

AK seperti yang kita kenal sekarang adalah model tahun 1959 yang diasah oleh Kalashnikov dengan menghilangkan sejumlah kesalahan yang ditunjukkan militer. Di antaranya adalah kegagalan yang berkaitan dengan keandalan dan daya tahan senjata. Versi pertama senapan itu mudah kotor dan rusak. Akurasinya juga bermasalah (ada dispersi peluru yang signifikan selama penembakan, sehingga setelan senapan itu harus disesuaikan).

Pada akhirnya, bahkan setelah ditingkatkan, keakuratan AK masih kalah dibandingkan dengan pesaing utamanya yang digunakan NATO kala itu. Namun, senjata itu tetap lebih kuat dan lebih dapat diandalkan bahkan di kondisi berlumpur, hujan, berpasir, dan bersalju.

Mitos 5: AK adalah buah pemikiran Mikhail Kalashnikov sendirian

Ini tidak benar. Kami sudah menjawab sebagian pertanyaan ini, tetapi mari kita simpulkan.

Kalashnikov memang seorang perancang yang cemerlang, tetapi ada tim insinyur yang bekerja di bawahnya. Proyek AK adalah pengembangan ide Sudayev pada 1943 dengan bantuan tambahan dari biro desain asal Jerman, Schmeisser, pada akhir 1940-an dan awal 1950-an.

Jadi, AK bukan hanya perwujudan kejeniusan Kalashnikov, tetapi juga hasil kerja tim perancang dan insinyur di belakang layar.

Bicara tentang senapan AK, berarti bicara soal penggabungan dan pencocokan. Karena itu, inilah tiga modifikasi senapan AK terbaik dari Amerika.