Selama Tiga Jam, Data Sensitif Pengguna Google Docs Terekspos oleh Pencarian Sederhana Yandex

Maksim Blinov/Sputnik
Jaringan internet Rusia terbuka lebar selama sekitar tiga jam pada Rabu (4/7) setelah raksasa pencarian Yandex menerbitkan indeks Google Docs yang dapat diakses secara publik.

Semuanya, mulai dari daftar kata sandi, alamat dan tarif PSK Sankt Peterburg, rekening ilegal berbagai perusahaan, data pribadi, dan informasi rahasia lainnya, dapat diakses oleh para peselancar internet oportunistis. Semua ini dapat diakses hanya dengan melakukan pencarian Yandex dengan kata kunci “пароли” (paroli ‘kata sandi’ dalam bahasa Rusia) di situs Google Docs.

Google memberikan penggunanya kebebasan untuk memilih pengaturan privasi dokumen-dokumen mereka. Namun, sepertinya banyak orang lupa untuk membuat dokumen-dokumen mereka privat atau berpikir bahwa akses untuk mendapatkan data mereka tak dapat dicari. Beberapa jam setelah orang-orang menyadari apa yang terjadi, Yandex segera menghapus dokumen pengguna Google Docs dari pencariannya. Layanan keamanan Yandex telah menghubungi Google terkait masalah ini.

“Yandex hanya mengindeks bagian yang terbuka dari internet, yaitu halaman-halaman yang tersedia ketika mengklik tautan tanpa memasukkan nama pengguna dan kata sandi,” kata layanan pers Yandex. “Halaman yang tidak diindeks oleh administrator situs pada berkas robots.txt tidak diindeks oleh Yandex, bahkan jika mereka berada di bagian yang terbuka dari internet.

Peristiwa ini sontak mengalahkan skandal Facebook yang membocorkan informasi pribadi dari sekitar 87 juta orang pengguna media sosial ke sebuah perusahaan data pemilu, Cambridge Analytica.

Meski media sosial Barat, seperti Facebook dan Instagram, paling populer di dunia, tahukah Anda bahwa orang Rusia lebih memilih untuk menggunakan jejaring sosial buatan dalam negeri, Vkontakte?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki