Manfaatkan Pembuluh Darah Manusia, Ilmuwan Rusia Ciptakan Alat Pacu Jantung Permanen

Tekno&Sains
VIKTORIYA ZAVYALOVA
Ilmuwan nuklir Rusia sedang mengembangkan metode baru untuk menghasilkan listrik dari darah manusia untuk memungkinkan alat pacu jantung bekerja tanpa penggantian.

Anda dapat membeli pengisi daya nirkabel untuk ponsel Anda; teknologi seperti itu (mengisi ulang baterai tanpa kabel) telah ada selama beberapa dekade. Namun, metode ini tak bisa diterapkan pada alat pacu jantung yang mampu menentukan hidup mati seseorang. Jika ada yang tak beres dengan baterai, seluruh perangkat harus diganti. Bagi orang dengan masalah jantung, ini sama saja dengan operasi baru setiap 8-10 tahun.

Di Institut Kurchatov, lembaga penelitian dan pengembangan terkemuka Rusia di bidang energi nuklir, para ilmuwan sedang bekerja untuk menghasilkan listrik dari glukosa dalam darah manusia. Mereka percaya ini akan memungkinkan alat pacu jantung bekerja selamanya.

Darah dan cairan tubuh lainnya mengandung glukosa, dan "listrik dihasilkan melalui transformasi kimia langsung", ujar Pavel Gotovtsev dari institut tersebut. Untuk menyempurnakan teknologi baru ini, para ilmuwan menciptakan model sistem peredaran darah di laboratorium, dan juga memperkenalkan sebuah elemen biofuel kecil (sekitar 5 cm).

Dari situ, para ilmuwan memperoleh arus listrik 15 sampai 40 microwatt yang cukup untuk alat pacu jantung modern. Menurut Gotovtsev, "orang yang dipacu jantungnya tidak akan merasakan ketidaknyamanan."

Unsur-unsur biofuel dibuat dari bahan yang tidak berbahaya terhadap jaringan hidup untuk meminimalisasi risiko penolakan. Pasien diperkirakan hanya akan dioperasi sekali, dan alat pacu jantung akan tetap berada dalam tubuh seumur hidup. Penelitian ini akan membantu mengembangkan perangkat implan lain yang membutuhkan pasokan listrik terus-menerus.

Sebelum Institut Kurchatov, banyak peneliti yang sudah mencari solusi untuk alat pacu jantung. Sebuah tim di Universitas British Columbia di Vancouver, Kanada, menciptakan sel bahan bakar yang bisa menghasilkan tenaga dari plasma darah manusia. Ilmuwan dari Universitas Fudan di Tiongkok menciptakan sebuah metode untuk menghasilkan kekuatan dari pergerakan darah berupa serat panjang setebal kurang dari satu milimeter.

Namun begitu, sampai sekarang kebanyakan ilmuwan selalu menghadapi satu masalah: solusi mereka tidak menghasilkan listrik yang cukup untuk memberi kekuatan pada alat pacu jantung.

Tim di Institut Kurchatov sekarang berencana untuk menguji teknologi baru mereka pada hewan, dan jika metode tersebut berhasil melewati tes praklinis, ia akan diterapkan dalam praktik klinis. Ini bisa memakan waktu, dan pasien mungkin harus menunggu 10 tahun sebelum teknologi tersebut mendapat izin resmi penggunaan.

Baca kisah dokter muda Rusia yang mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk membantu warga miskin di sebuah desa di Guatemala.