Bagaimana Rusia Kuno Mempertahankan Diri?

Sejarah
GEORGY MANAEV
Organisasi militer Rusia pada abad ke-9–16 adalah topik kompleks yang jarang dibahas dalam sejarah populer. Akan tetapi, kami mencoba membuatnya sesederhana mungkin untuk membentuk pemahaman yang lebih baik tentang betapa khas dan uniknya militer Rusia Kuno.

Zaman Druzhina

Bentuk paling kuno dari formasi militer Rusia (abad ke-9 hingga ke-11) adalah druzhina, sekelompok prajurit berpengalaman yang dipimpin oleh seorang knyaz (pangeran). Pada awalnya, druzhina adalah komunitas yang erat: anggota yang paling dekat dengan knyaz berbagi meja dengannya dan tinggal di halaman yang sama dengannya, sebagai semacam pasukan keamanan. Tidak ada dokumen resmi tentang layanan ini, hanya perjanjian lisan.

Druzhina pertama sangat kecil, hanya beranggotakan sekitar 200—300 prajurit. Knyaz mengendalikan volostnya (wilayah setia) dengan bantuan druzhina: ia secara teratur berkeliling volost, mengumpulkan pajak (dalam bentuk uang, barang, dan perbekalan), dan melindungi penduduk dari musuh.

Namun, ketika tanah Rusia tumbuh, druzhina berubah menjadi formasi yang lebih besar. Jumlah personelnya mencapai 2.000 prajurit dan terdapat pangkat tertentu di dalamnya. Para petinggi druzhina terdiri dari para boyar (bangsawan), yang menjadi bagian dari dewan militer knyaz dan mengendalikan bagian masing-masing druzhina tingkat bawah. Beberapa boyar dapat memiliki druzhina mereka sendiri, atau seorang knyaz yang kurang mulia dapat melayani di dalam druzhina yang lebih menonjol.

Akan tetapi, tentara knyaz Rusia tidak hanya druzhina. Ada juga penjaga rumah yang diambil dari orang-orang kepercayaan sang pangeran, biasanya untuk menjaganya ketika memiliki konflik serius dengan sesama knyaz atau musuh asing. Penjaga rumah dikumpulkan atas perintah knyaz prajurit berkuda dan berbaju besi juga diterima.

Dalam pertempuran, knyaz biasanya mendahului druzhina dan penjaga rumahnya (jika ada) – taktik 'heroik' yang usang ini adalah salah satu alasan mengapa Tatar Mongol berhasil menghancurkan prajurit Rusia dengan mudah, karena mereka dapat memenggal knyaz dengan cepat. Alasan lain, meskipun tentara Rusia memiliki prajurit kuda, infanteri, dan pemanah, pengorganisasian dan komando formasi mereka sangat dasar mereka hanya mengikuti pemimpin dan bendera mereka.

Sebagaimana tercatat pada Kronik Livonia Henry, koalisi knyaz Rusia diobrak-abrik oleh tentara Kekaisaran Mongol yang dipimpin oleh komandan perang Jebe dan Subutai pada Pertempuran Sungai Kalka (1223): “Para pangeran dari seluruh Rusia terjun melawan Tatar, tetapi mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk pertempuran dan melarikan diri di depan musuh-musuh mereka. Sementara, Pangeran Agung Mstislav dari Kiev tersungkur bersama empat puluh ribu tentara yang bersamanya dan pangeran lain, Mstislav dari Galich, melarikan diri. Selain mereka, sekitar lima puluh pangeran tumbang dalam pertempuran ini."

Dalam penggambaran tersebut terlihat jelas bahwa pasukan Rusia berperang secara sendiri-sendiri dibawah pimpinan pangerannya masing-masing.

Selama abad ke-13 hingga ke-14, ketika tanah Rusia berada di bawah kekuasaan Mongol, Rusia perlahan-lahan mengubah militer mereka agar lebih sesuai dengan kebutuhan serangan dan perlawanan. 

Dari Resimen Kota ke Tentara Pendarat

Dari 1228 hingga 1462, para prajurit Rusia berpartisipasi tidak kurang dari 302 perang dan operasi militer, yang 200 di antaranya melawan musuh asing. Seiring waktu, di bawah pemerintahan Tatar Mongol, tanah Rusia terpecah menjadi kadipaten-kadipaten dengan perbatasan yang dekat dan diatur di sekitar kota-kota berbenteng. Setiap kadipaten dikendalikan oleh seorang knyaz yang kuat dan setiap kota diwajibkan untuk membentuk resimen kota formasi militer tipe campuran yang terdiri dari kavaleri dan infanteri dengan berbagai jenis baju besi dan senjata. Meskipun efektif dalam perang lokal antara knyaz, formasi ini tidak terlalu cocok untuk tentara yang tersentralisasi dan terorganisasi. Jadi, para knyaz Rusia akhirnya menemukan cara untuk meningkatkan organisasi militer sehingga pembentukan Tentara Pendarat pun dimulai.

Tentara pendarat baru benar-benar terwujud di tangan Pangeran Agung Moskow Ivan III, yang didasarkan pada kepemilikan tanah. Pangeran Agung memberi para pembantunya yang terkemuka (para knyaz dan para boyar yang melayaninya) dengan hak untuk mengontrol, memiliki, dan mengenakan pajak atas wilayah-wilayah tertentu. Sebagai gantinya, orang-orang ini dan anak laki-laki mereka diterima dalam tugas militer seumur hidup, yang disebut sebagai sluzhilye lyudi po otechestvu (orang-orang kelas layanan turun-temurun) yang diwajibkan untuk melayani Pangeran Agung dan memimpin pasukan-pasukannya.

“Begitu mereka cukup umur untuk memanggul senjata, mereka muncul di kantor pemerintah dan melapor. Nama mereka segera dicatat di dalam buku dan mereka diberikan tanah tertentu untuk mendukung mereka dalam pelayanan, biasanya sama seperti yang dimiliki oleh ayah mereka,” tulis diplomat Inggris Giles Fletcher dalam bukunya Of the Russe Commonwealth (Persemakmuran Rusia) pada 1591.

Orang-orang kelas layanan turun temurun dan kerabat mereka (pemilik tanah) selalu menjadi prajurit kavaleri, lebih lengkap dan berpengalaman, dan membentuk bagian Tentara Pendarat yang elite dan paling efektif. Kavaleri ditingkatkan secara serius (memetik pelajaran dari Tatar Mongol). Namun, kavaleri saja tidak cukup sehingga mereka pun mulai merambah ke infanteri.

Infanteri terdiri dari orang-orang yang tinggal di tanah milik elite. Mereka yang disebut sluzhilye lyudi po priboru (orang-orang kelas layanan pilihan) dipekerjakan untuk dinas militer dan digaji. Orang-orang pilihan itu terdiri dari penembak pertama, artileri, insinyur, pandai besi, arsitek militer, dan pria berpengalaman lainnya yang memiliki keterampilan unik. Mereka dipanggil ke tentara selama perang dan ditempatkan ke berbagai bagian tentara.

Bagian besar ketiga dari Tentara Pendarat adalah pososhnye lyudi (wajib militer), yang direkrut menjadi tentara dari tanah milik orang-orang kelas layanan turun-temurun. Mereka adalah petani biasa dan tak memiliki pengalaman militer sama sekali. Sejak abad ke-16 hingga ke-17, mereka dikenal sebagai hamba tani. Beberapa dari mereka membawa senjata sederhana, tetapi kebanyakan bertugas untuk menggali parit, membangun benteng, mengangkut amunisi, ternak, dan perbekalan untuk tentara.

Administrasi dan Jumlah Tentara Pendarat

Pangeran Agung Moskow (yang kemudian menjadi tsar) dan lingkaran negarawan dan komandan militer terdekatnya, Boyar Duma, mengangkat panglima tertinggi yang disebut bolshoy voevoda (komandan militer terkemuka) dan memiliki voevoda junior di bawah kendalinya.

Lembaga militer utama disebut Razryadny prikaz (sederhanya hanya disebut sebagai Razryad ‘Daftar’), yang di dalamnya tersimpan daftar orang-orang kelas kelas layanan dan terus diperbarui. Beginilah bunyi salah satu catatan tersebut (dari 1621): “Ivan, putra Andrew, Ododurov. Inspektur (dari Moskow) dan (menurut) perkataan penduduk setempat: kepalanya berisi, bertugas di atas kuda yang baik dan memiliki kuda sederhana, tetapi tidak ada pelayan lain di sampingnya.” Catatan itu diikuti dengan penjelasan panjang tentang  berbagai tanah yang dimilikinya dan juga pernyataan bahwa dia siap melayani tsar.

Razryad juga menjabat sebagai lembaga peradilan untuk semua prajurit, merekrut prajurit, mengatur resimen, mengorganisasi pengumpulan dan pelatihan reguler, mengendalikan keuangan tentara, dan bahkan mengatur benteng perbatasan serta kota. Pejabat Razryad dikirim ke tentara lapangan selama perang. Di sana, mereka mendirikan kantor pusat, mengendalikan korespondensi dan menyimpan catatan tentang dinas militer.

Sulit untuk mengetahui jumlah pasti prajurit Tentara Pendarat, terutama karena sebagian besar catatan Razryad hilang dalam kebakaran di Moskow pada 1812. Perkiraan terbaik jumlahnya adalah sekitar 100.000 orang pada akhir abad ke-16. Namun, ada beberapa catatan terfragmentasi yang memiliki angka pasti. Pada 1630, seluruh Pasukan Pendaratan berjumlah 92.555 orang. Sepertiga dari mereka adalah bangsawan (kelas layanan turun-temurun), sepertiga lainnya adalah streltsy (kelas layanan pilihan), sekitar sepersepuluh atau lebih adalah Cossack, dan seterusnya. Pada 1651, Angkatan Darat berjumlah 133.210 orang dan pada 1680, jumlahnya naik menjadi 164.600 orang. Namun, Tentara Pendarat tidak pernah mengumpulkan jumlah totalnya dan jumlah tadi hanyalah jumlah semua prajurit militer yang terdaftar.

Pada abad ke-17, Tentara Pendarat mengalami beberapa perubahan struktural, personel, dan administrasi secara besar-besaran, yang meletakkan dasar bagi reformasi militer Pyotr yang Agung.

Pasukan Kekaisaran Rusia pernah diperkuat oleh orang-orang asing dari berbagai negara.