Terisolasi dan Kelaparan: Lukisan-Lukisan Menyayat Hati Selama Pengepungan Leningrad

Ilya Glazunov/Galeri Ilya Glazunov; Nikita Tsitsyn, 1987; Alexander Kharshak
Lukisan-lukisan berikut betul-betul menggambarkan keadaan selama salah satu pengepungan terpanjang dan paling mengerikan dalam sejarah umat manusia.

Pada 8 September 1941, pasukan Jerman merebut Kota Shlisselburg. Dengan demikian, Jerman mengepung Leningrad dari darat. Satu-satunya jalur yang menghubungkan kota terpenting kedua di Uni Soviet tersebut dengan wilayah Soviet lainnya adalah rute di sepanjang Danau Ladoga yang kemudian dikenal sebagai Jalan Kehidupan.

Selama 872 hari, Leningrad, yang dikepung oleh pasukan Jerman, Finlandia, Spanyol, dan Italia, berusaha mati-matian untuk bertahan. Dari 650 ribu hingga satu setengah juta penduduk kota meninggal karena kedinginan, serangan artileri, serangan udara, dan, terutama, kelaparan.

Leningrad baru terhubung kembali dengan Rusia daratan setelah pasukan Soviet membebaskan Shlisselburg selama Operasi Iskra pada Januari 1943. Setahun kemudian, Tentara Merah meluncurkan Operasi Guntur Januari dan berhasil mendorong musuh sejauh seratus kilometer dari Leningrad dan akhirnya mengakhiri pengepungan selama 872 hari.

Warga Leningrad (tahun 1941)
Kenangan masa kecil. Pengepungan Leningrad.
Tanggul Sungai Neva dekat Istana Musim Dingin.
Keluar dari hari-hari Pengepungan.
Roti Pengepungan
Kapal jelajah Kirov melancarkan tembakan.
Pengepungan
Mengapa?

Penduduk Leningrad pernah menghabiskan hampir tiga tahun di bawah pengepungan Tentara Jerman selama Perang Dunia II. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki