Siapa Saja Wanita yang Pernah Dekat dengan Stalin?

Aleksandr Kislov
Tak banyak yang diketahui orang tentang kehidupan pribadi Stalin. Namun, para wanita ini mengetahui lebih banyak tentang karakter kontradiktif sang pemimpin Soviet.

Kato Svanidze: Istri dari Keluarga Miskin

Istri pertama Stalin, Ekaterina Svanidze, sangat pemalu. Setiap kali teman suaminya berkunjung ke rumah, dia tak pernah menampakkan diri.

Kato mengenal Stalin melalui kakaknya Aleksandr, yang sama-sama belajar dengan calon pemimpin Soviet itu di Seminari Spiritual Tbilisi. Stalin yang saat itu berusia dua puluh empat tahun jatuh cinta kepada Kato dan ingin sekali menikahi wanita Georgia dari keluarga miskin itu. Kato yang pada saat itu baru berusia 16 tahun mengatakan, ia akan menerima lamaran Stalin dengan satu syarat, yaitu melangsungkan pernikahan di gereja.

Mereka menikah pada tahun 1906, dan pada tahun yang sama Kato melahirkan putra mereka, Yakov. Namun, setahun kemudian dia meninggal. Menurut salah satu teori, kematiannya disebabkan oleh tuberkulosis, sementara laporan lain menyatakan bahwa kematiannya disebabkan oleh demam tifoid. Menurut saksi mata, Stalin sangat terpukul atas kematian istrinya sehingga ia pun melompat ke dalam kubur saat pemakaman berlangsung.

Namun, besarnya cinta Stalin kepada Kato tidak merubah sikapnya terhadap kerabat mendiang isterinya. Pada 1930-an, abang Kato, Aleksandr, dan teman sekelas Stalin di seminarimenjadi korban penindasan sang pemimpin Soviet. Aleksandr kemudian ditembak mati pada 20 Agustus 1941. Mendengar kabar kematian suaminya, isteri Aleksandr akhirnya menyusul sang suami — ia meninggal akibat serangan jantung setelah mendengar kabar buruk itu.

Maria dan Lida: Romansa di Pengasingan

Setelah kematian Kato, Stalin yang aktif dalam gerakan revolusi dikirim ke pengasingan di Siberia sebanyak lima kali dan setidaknya dua kali menjalin hubungan gelap dengan wanita di tempat ia menyewa tempat tinggal. Salah satunya adalah Maria Kuzakova. Pada 1911, janda muda yang telah memiliki anak itu membiarkan Stalin masuk ke rumahnya sebagai penyewa. Hubungan keduanya pun mulai terjalin hingga Kuzakova hamil. Namun, pada 1912, pengasingan Stalin berakhir dan dia memutuskan untuk pergi melanjutkan pergerakan revolusinya di tempat yang jauh dari Siberia. Dia tidak tinggal untuk melihat kelahiran putranya, Kostya. 

Wanita lainnya adalah Lida Pereprygina. Saat menjalin cinta dengan Stalin yang berusia 37 tahun, gadis petani itu baru berusia 14 tahun. Mereka tinggal bersama sejak 1914 hingga 1916, dan memiliki dua bayi. Bayi pertama meninggal, sementara yang kedua lahir pada April 1917 dan terdaftar di catatan sipil sebagai Aleksandr Dzhugashvili (dengan marga asli Stalin). Penduduk desa menuduh Stalin telah merayu anak di bawah umur dan mendesaknya untuk berjanji menikahi Lida. Namun, begitu pengasingannya selesai, Stalin angkat kaki dari desa tersebut.

Kedua wanita tersebut kemudian menulis surat kepada Stalin untuk meminta bantuan. Alih-alih mendapat balasan, pada 1930-an, mereka dipaksa menandatangani surat perjanjian untuk tidak pernah mengungkapkan siapa ayah dari anak-anak mereka.

Nadezhda Alliluyeva: Tembakan di Jantung

Pernikahan Stalin dengan istri keduanya berlangsung selama 12 tahun. Pertemuan pertama mereka terjadi saat Nadezhda masih kecil, karena Stalin menghabiskan banyak waktu dengan ibunya, Olga, seorang wanita yang sudah menikah, di Kota Baku. Menurut beberapa catatan, Stalin menyelamatkan Nadia kecil yang jatuh ke laut di ibu kota Azeri.

Mereka saling mengenal dengan baik ketika Josef Stalin yang saat itu berusia 37 tahun kembali dari pengasingannya di Siberia. Nadia, yang saat itu berusia 16 tahun, jatuh cinta pada Stalin dan akhirnya menikah dua tahun kemudian. Orang-orang yang hidup pada zaman itu mengatakan, pernikahan mereka dibangun di atas cinta. Akan tetapi, pernikahan itu berakhir dengan bunuh diri. Pada 1931, Nadezhda menembak dirinya sendiri di jantung dengan pistol Walther. Pengurus rumah tangga menemukannya di lantai, di samping tempat tidurnya.

Menurut sebuah teori, Nadezhda sangat tertekan karena kekejaman suaminya. "Di hadapan Stalin, Nadia menyerupai seorang fakir dalam pertunjukan sirkus, berjalan tanpa alas kaki di atas pecahan kaca, dengan senyum kepada publik dan dengan ketegangan yang mengerikan di matanya. Dia tidak pernah tahu apa ledakan apa yang akan terjadi selanjutnya," kenang teman dekatnya, Irina Gogua.

Teori lain mengatakan, dalam salah satu pertengkaran Stalin memberi tahu istrinya: "Tahukah kamu bahwa kamu adalah putriku?" seperti yang dilaporkan oleh jurnalis Olga Kuchkina, yang kerabatnya berteman dengan Nadezhda. Pada kenyataannya, Stalin telah sepuluh kali memaksa Nadezhda melakukan aborsi.

Olga Lepeshinskaya dan Vera Davydova: Cinta dari Atas Panggung

"Para balerina dan juru ketik", begitulah Maria Svanidze menyimpulkan kesukaan elit Soviet dalam buku hariannya. Orang-orang mengatakan bahwa balerina favorit Stalin adalah Olga Lepeshinskaya, meskipun Olga sendiri tidak pernah mengaku memiliki hubungan khusus dengannya. Namun, satu hal yang dapat dilihat dengan jelas adalah Stalin suka mengunjungi Teater Bolshoi saat sang balerina mengadakan pertunjukan. Stalin memberinya bunga dan mengundangnya ke resepsi. Bertahun-tahun kemudian, pada 2004, dia mengatakan, "Kami (para balerina) semua jatuh cinta padanya. Dia bisa berlaku sangat manis dan baik, tetapi itu mungkin hanyalah kesan yang sengaja dibuatnya, karena pada intinya dia adalah orang yang jahat, pendendam, dan pemarah."

Sementara, ada sedikit keraguan atas hubungan Stalin dengan penyanyi opera Vera Davydova. Menurut memoarnya yang berjudul Ispoved lyubovnitsy Stalina ‘Pengakuan Kekasih Stalin’ yang diterbitkan di London pada 1983 (tetapi tidak diakui oleh keluarga Davydova), hubungan mereka berlangsung selama 19 tahun.

Dalam sebuah resepsi di Kremlin pada 1932, Davydova, seorang wanita yang sudah menikah, menemukan sebuah catatan di sakunya. Dalam catatan itu tertulis, seorang pengemudi sedang menunggunya di luar. Davydova pun pergi ke pertemuan rahasia dan dibawa ke rumah Stalin. Setelah minum kopi kental, Stalin mengundangnya ke sebuah ruangan dengan sofa besar. Stalin bertanya, apakah dia bisa mematikan lampu, karena itu "lebih kondusif untuk percakapan,". Stalin langsung mematikan lampu tanpa menunggu jawaban. Pada pertemuan-pertemuan selanjutnya, dia langsung saja berkata: "Kamerad Davydov, buka baju!" 

"Bagaimana saya bisa menolak atau melawan? Kapan saja, hanya dengan satu kata, karier saya bisa berakhir atau saya bisa hancur secara fisik," katanya. Selama menjalin hubungan gelap dengan Stalin, Davydova menerima apartemen dua kamar tidur di Moskow dan tiga kali dianugerahi Penghargaan Stalin.

Valya Istomina: Wanita Terakhir

Valya Istomina, yang bekerja sebagai pengurus rumah tangga pribadi Stalin, mungkin harus melalui cobaan yang paling berat.

Pada awalnya, dia "dimaksudkan" untuk kepala pengawal pribadi Stalin, Jenderal Nikolai Vlasik. Namun, dia dirayu oleh banyak pria pada saat itu, termasuk Kepala NKVD Lavrentiy Beria. Ketika Stalin menunjukkan ketertarikannya pada Valya, semuanya pun mundur. Wanita muda itu dipindahkan ke dacha-nya (semacam rumah pedesaan) di wilayah Kuntsevo, Moskow. Di sana, dia bertugas menyiapkan makanan serta merapikan tempat tidur Stalin.

Namun, peristiwa tragis menimpanya 17 tahun kemudian. Ketika Stalin jatuh sakit dan Valya tidak pergi kepadanya, dia diperkosa oleh Vlasik dan Beria. Saat mengetahui hal itu, Stalin memerintahkan untuk mengirimnya ke kamp kerja paksa Kolyma, Timur Jauh Rusia (10.000 km dari Moskow) — salah satu kamp gulag yang terkenal. Vlasik juga ditangkap dan dikirim ke kamp kerja paksa, ​​tetapi Beria dibebaskan.

Kiranya nasib baik masih berpihak pada Valya. Setelah tiba di kamp, ​​dia diberi tahu bahwa Stalin tidak tahan tanpanya sehingga dia dikirim kembali ke Moskow.

Setelah kematian Stalin, putrinya Svetlana Alliluyeva menulis tentang Valya dalam bukunya Dvadtsat' pisem k drugu 'Dua Puluh Surat untuk Seorang Teman'.

"Dia berlutut di dekat sofa, menundukkan kepalanya di dada orang yang meninggal itu dan mulai meratap seperti wanita desa ... Sampai hari kematiannya, dia yakin bahwa tidak ada pria yang lebih baik dari ayahku," tulis Svetlana.

Stalin memiliki dua istri, tiga anak kandung, dan tiga anak angkat. Lalu, bagaimanakah nasib keturunannya?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki