Berbagai Tanda Jasa yang Diterima Tentara Merah

Marsekal Ivan S. Koniev, Komandan Grup Angkatan Darat Ukraina ke-1 (kiri), menyerahkan Orde Suvorov kepada Jenderal Omar N, Bradley, Komandan Grup Angkatan Darat AS ke-12, di Bad Wildungen (Jerman), 17 Mei 1945.

Marsekal Ivan S. Koniev, Komandan Grup Angkatan Darat Ukraina ke-1 (kiri), menyerahkan Orde Suvorov kepada Jenderal Omar N, Bradley, Komandan Grup Angkatan Darat AS ke-12, di Bad Wildungen (Jerman), 17 Mei 1945.

Getty Images
Tanda jasa yang paling bergengsi adalah gelar ‘Pahlawan Uni Soviet’, sementara yang jumlahnya paling banyak adalah medali ‘Untuk Kemenangan atas Jerman dalam Perang Patriotik Raya 1941—1945’, yang diberikan kepada hampir 15 juta orang.

Perang Saudara yang berkecamuk dalam beberapa tahun pertama Soviet berkuasa di Rusia telah menyebabkan kaum Bolshevik kekurangan waktu dan sumber daya dalam memproduksi massal medali dan tanda jasa untuk diberikan kepada personel Tentara Merah. ‘Orde Bendera Merah’ yang dikeluarkan pada 1918, tidak mungkin diberikan kepada semua yang pantas mendapatkannya. Jadi, ucapan terima kasih bagi para pemberani dilakukan dengan memberikan berbagai barang berharga, seperti jam tangan, kotak tembakau, sepatu bot, pelana, potongan kain, dan bahkan benda-benda berharga milik keluarga Kekaisaran Rusia. Di unit militer favorit Josef Stalin, Pasukan Kavaleri ke-1, sepasang celana merah dibagikan sebagai tanda jasa "untuk pengabdian kepada Revolusi".

Para komandan Tentara Merah yang sangat menonjol menerima tanda jasa yang luar biasa, yaitu senjata kehormatan revolusi. Pedang bergagang emas yang dihias ‘Orde Bendera Merah’ dan pistol Mauser berpelat nama diberikan kepada para komandan yang sukses menjalankan operasi. Memberikan senjata kepada komandan militer diadopsi Tentara Merah dari kebiasaan para kaisar Rusia yang mereka benci. Namun, tidak ada yang membicarakannya dengan lantang.

‘Pahlawan Uni Soviet’ merupakan gelar kehormatan tertinggi yang dianugerahkan pemerintah Soviet kepada para prajurit Tentara Merah atau warga sipil. Sejak 1939, gelar ini mulai dianugerahkan bersama medali ‘Bintang Emas’ dan ‘Orde Lenin’. Selama periode Perang Dunia (PD) II, 11.657 orang menerima tanda jasa terkemuka ini. Marsekal Georgy Zhukov dan pemimpin Soviet Leonid Brezhnev menerima gelar ‘Pahlawan Uni Soviet’ tidak kurang dari empat kali. Gelar ini sering kali dicabut jika penerimanya melakukan tindak kriminal.

Tanda jasa pertama Soviet pada periode PD II adalah ‘Orde Perang Patriotik ‘. Tanda jasa yang dikeluarkan pada Mei 1942 ini diberikan kepada para prajurit maupun unit militer, serta kepada pabrik pertahanan dan kota. Pada 1969, seluruh penduduk desa Sklabiňa, Slovakia, menerima tanda jasa ini atas bantuan tak ternilai mereka kepada para pejuang partisan Soviet selama perang.

Monumen perang di Sklabiňa.

‘Orde Bintang Merah’ dianugerahkan kepada prajurit, komandan, unit militer, dan kapal individu "untuk keberanian dan kegagahan pribadi dalam pertempuran, pengorganisasian yang sangat baik, kepemimpinan yang terampil dalam operasi tempur, dan operasi tempur yang sukses oleh unit dan formasi militer". Setelah perang berakhir, tanda jasa ini diberikan kepada anggota Kementerian Dalam Negeri dan badan intelijen KGB dan, serta kepada prajurit yang terluka parah dalam Perang Afghanistan.

Tanda jasa yang paling sering diberikan kepada prajurit pemberani dan komandan junior adalah medali ‘Untuk Layanan Pertempuran dan Untuk Keberanian’. Yang terakhir ini banyak diberikan dalam batalyon hukuman. Para prajurit yang menjalani hukuman diharapkan dapat “menebus pelanggaran mereka dengan darah mereka sendiri”, tetapi pada saat yang sama tetap berhak menerima pujian.

Komandan berpangkat tinggi, jenderal, dan perwira tinggi dianugerahi tanda jasa ‘Orde Suvorov’ dan ‘Orde Kutuzov’ (yang terakhir sedikit kurang bergengsi di antara keduanya), yang dinamai menurut nama dua komandan terkemuka Rusia pada abad ke-18 dan ke-19. Orde Suvorov tidak hanya diberikan kepada para pemimpin Tentara Merah, tetapi juga kepada para pemimpin militer asing, termasuk Jenderal Dwight Eisenhower, Marsekal Lapangan Montgomery, pemimpin Albania Enver Hoxha, dan pemimpin Yugoslavia Josip Broz Tito. Pada 1950-an, tanda jasa ini diberikan kepada Raja dan Putra Mahkota Kamboja, serta Kaisar Haile Selassie dari Ethiopia.

Josip Broz Tito.

Mempersembahkan senjata kepada para komandan Perang Saudara bukanlah satu-satunya tradisi yang dipinjam kaum Bolshevik dari Rusia pra-Revolusi. Dalam hal warna statuta dan pitanya, ‘Orde Kejayaan’ yang dikeluarkan pada 1943, hampir menjiplak total salah satu tanda jasa yang paling dihormati dari periode Kekaisaran Rusia ‘Salib Saint George’, meskipun yang terakhir memiliki empat kelas, bukan tiga. Penerima termuda dari ketiga kelas tanda jasa ini adalah Ivan Kuznetsov, sersan junior berusia 17 tahun yang berhasil dan dengan berani membedakan dirinya sebagai komandan kru senjata artileri.

Ivan Kuznetsov.

Serangkaian medali khusus diberikan kepada para individu, baik militer dan sipil, yang terlibat dalam pertahanan beberapa kota Soviet dan seluruh wilayah: ‘Untuk Pertahanan Leningrad’, ‘Untuk Pertahanan Moskow’, ‘Untuk Pertahanan Kaukasus’, Untuk Pertahanan Arktik Soviet’ dan sebagainya. Medali untuk merebut kota-kota Eropa, seperti ‘Untuk Pembebasan Warsawa’ atau ‘Untuk Merebut Budapest’, dikeluarkan pada Juni 1945. Medali yang paling banyak diberikan oleh Uni Soviet adalah ‘Untuk Kemenangan atas Jerman dalam Perang Patriotik Raya 1941—1945’, yang diberikan kepada 14.933.000 penerima.

Para anggota Pionir penerima medali 'Untuk Pertahanan Moskow'.

Angkatan Laut Soviet memiliki tanda jasa setara dengan yang dipunyai Angkatan Darat, yang menyandang nama komandan angkatan laut terkemuka Rusia. Jadi, ‘Orde Ushakov’ setara dengan ‘Orde Suvorov’, dan ‘Ordo Nakhimov’ sebanding dengan ‘Orde Kutuzov’. Satu-satunya orang asing yang dihormati dengan ‘Orde Ushakov’ adalah laksamana Inggris Bertram Home Ramsey, komandan angkatan laut sekutu dalam pendaratan Normandia pada 1944.

Laksamana Armada Soviet Nikolai Kuznetsov.

Tindakan berani yang dilakukan para pejuang partisan di garis belakang musuh diganjar dengan ‘Orde Bogdan Khmelnitsky’, yang dinamai menurut hetman (pemimpin Cossack) dari Zaporozhian Host (kini Ukraina Tengah), yang memimpin perang pembebasan melawan otoritas Polandia-Lituania pada pertengahan abad ke-17. Berkat Bogdan Khmelnitsky, seluruh Tepi Kiri Ukraina dan juga Kiev menjadi bagian dari Rusia. Perlu dicatat, tanda jasa ini juga dapat diberikan kepada prajurit, komandan, dan unit pasukan reguler untuk keberanian dan keberhasilan mereka dalam menjalankan operasi militer.

Marsekal Andrei Grechko.

Tanda jasa eksklusif  yang diberikan kepada para pejuang partisan adalah medali ‘Untuk Partisan Perang Patriotik’. Selain partisan Soviet, tanda jasa ini juga diberikan kepada para pejuang Cekoslowakia, Bulgaria, dan Rumania yang bertempur bersama Tentara Merah. Tanda jasa ini juga dianugerahkan kepada pilot wanita paling terkemuka Soviet, Komandan Resimen Penerbangan Transportasi Jarak Jauh ke-101 Valentina Grizodubova, karena keberhasilannya mengatur pasokan yang efektif untuk detasemen partisan di garis belakang musuh.

Hingga keruntuhannya, pemberian tanda-tanda jasa yang dikeluarkan pada kurun waktu 1930-an hingga 1940-an terus dilakukan oleh Soviet. Tanda-tanda jasa itu diberikan kepada para prajurit yang menonjol dalam konflik bersenjata lokal, yang juga melibatkan Soviet. Selain itu, pemerintah Tirai Besi juga menganugerahi lencana kehormatan ‘Tentara Internasionalis’ bertuliskan "Dari Rakyat Afghanistan yang Berterima Kasih" kepada semua yang terlibat dalam operasi tempur di Afghanistan. Tanda jasa itu juga diberikan kepada prajurit Republik Demokratik Afghanistan selama penarikan pasukan Soviet dari negara itu pada 1988—1989.

Penarikan pasukan terakhir Soviet dari Afghanistan.

Beberapa tanda jasa Soviet, di antaranya Orde Kutuzov, Ushakov, Suvorov dan Nakhimov, masih digunakan oleh Rusia hingga kini.  Sementara, gelar ‘Pahlawan’, tetap menjadi tanda kehormatan tertinggi meskipun kini berganti nama menjadi 'Pahlawan Federasi Rusia'.

Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov.

Dari anak sekolah hingga kosmonaut, inilah para penerima gelar Pahlawan Federasi Rusia, tanda kehormatan tertinggi sejak zaman Soviet.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki