Mengapa Nazi Tak Mampu Pecahkan Sandi Rahasia Soviet selama Perang Dunia II

Seorang operator radio menerima berita dari Biro Informasi Soviet.

Sergei Loskutov/Sputnik
Para petugas pemecah sandi (kriptografer) merupakan salah satu aset terpenting Uni Soviet selama Perang Dunia (PD) II. Menurut para komandan terkenal Soviet, tidak akan ada pertempuran yang dapat dimenangkan tanpa mereka. Nazi pun melakukan segala upaya untuk memburu mereka.

"... siapa pun yang menangkap kriptografer atau menyita peralatan kriptografi Rusia akan dianugerahi Iron Cross (penghargaan tertinggi dalam kemiliteran dan paramiliter Nazi), cuti untuk pulang ke rumah, pekerjaan di Berlin, dan sebuah perkebunan di Krimea ketika perang usai," ujar perintah yang dikeluarkan Adolf Hitler pada Agustus 1942. Namun, perintah itu tidak pernah terpenuhi.

Selama Perang Dunia (PD) II,  para kriptograger Jerman tak mampu mengurai satu pun pesan terenkripsi Soviet yang berhasil mereka sadap. Sistem enkripsi Soviet hanya rentan jika kriptografer musuh mendapat akses ke peralatan kriptografi atau kunci ke sandi. Namun, para kriptograger Soviet menunjukkan kepahlawanan yang luar biasa dan tetap tanpa kompromi, sebagian besar karena keberanian tanpa pamrih mereka.

Dalam sebuah artikel berjudul Perlindungan Informasi Partisan Soviet selama Perang Patriotik Raya spesialis kriptografi Dmitry Larin menulis, "sesuai instruksi, kriptografer Soviet diberikan keamanan yang andal, di samping itu, mereka biasanya meletakkan tabung dengan bensin di dekatnya dan menyimpan granat di tangan sehingga jika musuh mendekati, mereka dapat memusnahkan dokumen, peralatan dan diri mereka sendiri."

Perburuan Kriptografer Soviet

Perburuan penuh terhadap kriptografer Soviet diluncurkan dalam upaya untuk mendapatkan akses ke peralatan dan sandi mereka. Akibatnya, banyak dari mereka terbunuh. Sejarawan Rusia VA Anfilov menulis, “para kriptografer Kedutaan Besar Uni Soviet di Jerman adalah yang pertama kali diserang, ketika pada 22 Juni 1941. Namun, mereka berhasil dengan segera membakar hal-hal yang terpenting, yaitu sandi.

"Pada hari yang sama, SS (pasukan elit Jerman) menyerbu gedung kedutaan Soviet di Berlin. Kriptografer misi dagang Soviet, Nikolai Logachev, berhasil mengunci dirinya di salah satu kamar dan membakar semua sandi, hingga nyaris tak sadarkan diri akibat menghirup asap tebal. Nazi mendobrak pintu, tetapi sudah terlambat karena semua sandi telah musnah menjadi abu. Logachev ditangkap, tetapi kemudian ditukar dengan pekerja misi diplomatik Jerman di Moskow."

Elena Stempkovskaya.

Para kriptografer menunjukkan kepahlawanan luar biasa dalam melindungi sandi. Misalnya, kisah tragis kematian Operator Radio Elena Stempkovskaya yang diterbitkan surat kabar Tentara Merah: “Penembak senapan mesin ringan Jerman menuju ke pos komando batalion. Mereka memperhatikan operator radio dan bergegas menghampirinya. Elena mengambil karabin (senapan runduk semi otomatis) dan berhasil membunuh dua orang musuh, sebelum akhirnya ditangkap. Nazi menyiksa wanita muda itu sepanjang malam, tetapi Elena tetap tutup mulut. Mereka membawa Elena ke jalan, mengejeknya dan memotong tangan Elena... "

Rahasia Sandi Rusia

Setiap pesan di garis depan menggunakan sandi terpisah yang tak pernah diulang sehingga Jerman tak pernah bisa menguraikan komunikasi garis depan Soviet.

Enkripsi digunakan untuk mengirimkan semua komunikasi rahasia selama perang. Markas besar Angkatan Darat menerima hingga 60 telegram sehari, sedangkan untuk markas besar di garis depan menerima hingga 400 telegram sehari, dan itu adalah hal yang lumrah.

Mesin enkripsi dan telepon rahasia digunakan di garis depan. Mesin enkripsi dengan nama sandi M-101 Izumrud (Zamrud dalam bahasa Rusia) diciptakan pada 1942. Perangkat ini dianggap sebagai perangkat kriptografi yang paling dapat diandalkan dan digunakan untuk mengenkripsi pesan yang sangat penting.

Komandan Front Barat, Jenderal Angkatan Darat Georgy Zhukov (kanan) di Markas Front Barat saat berlangsung Pertempuran Moskow, pada Perang Patriotik Raya pada 1941-1945.

Selain Izumrud, kriptografer Soviet di garis depan juga menggunakan perangkat yang disebut Sobol-P. Menurut sejarawan Dmitry Larin, ini adalah perangkat paling canggih untuk transmisi informasi yang aman dan tidak memiliki padanan asing. Pertama kali, perangkat itu dikirim ke Stalingrad. Sobol-P memungkinkan komunikasi tertutup melalui saluran radio yang kemungkinan peretasan sistem enkripsi suaranya lebih sulit daripada menggunakan saluran telepon.

Sejumlah komandan PD II yang terkenal menulis dalam memoar mereka bahwa mereka takkan mampu memenangkan pertempuran tanpa para kriptografer.

Komandan Militer Soviet Georgy Zhukov yang dikenal sebagai "Marsekal Kemenangan" menulis, pekerjaan luar biasa para kriptografer membantunya memenangkan lebih dari satu pertempuran. Sementara itu, Marsekal Ivan Konev yang membebaskan Ukraina, Moldova, Rumania, Polandia, Cekoslowakia dan juga mengambil bagian dalam operasi Berlin dan Praha, menuliskan dalam memoarnya: “Kita harus membayar upeti kepada peralatan kita dan kru komunikasi kita, yang memastikan komunikasi dan dalam situasi apa pun menyertai setiap langkah siapa pun yang seharusnya menggunakan komunikasi tersebut.”

Soviet tak hanya melawan Nazi di medan perang. Sumber daya manusia yang banyak juga dikerahkan dalam perang propaganda untuk menekan musuh. Inilah beberapa poster propaganda yang digunakan Soviet untuk mengalahkan Nazi di PD II.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki