Nasib Mengenaskan Ratu Kecantikan Rusia

Александр Овчинников/ТАСС; Vitaliy Arutjunov/Sputnik; Wikipedia
Salah seorang ratu yang malang menderita kecanduan, sedangkan yang lainnya berkencan dengan pembunuh bayaran.

1. Svetlana Kotova, Finalis Miss Russia 1996: Dibunuh

Polisi telah mencarinya berbulan-bulan. Akhirnya, pada Mei 1997, sebuah koper yang diisi dengan bagian-bagian tubuh ditemukan di dekat Athena, Yunani. Cerita dimulai pada tahun 1996.

Meski gagal merebut mahkota, Svetlana Kotova masih mendapatkan dampak ketenaran sebagai finalis kontes kecantikan nasional Rusia pada 1996. Kariernya lepas landas, dan dia menandatangani kontrak dengan agens model Moskow, RED STARS.

Pada Desember 1996, ia bertemu dengan seorang pria luar biasa di salah satu klub malam Moskow. Dia sopan, ramah, dan kaya. Dalam hitungan hari, perasaan ratu kecantikan berusia 22 tahun itu kian menguat terhadap pembunuh bayaran  Rusia yang paling terkenal itu. Alexander Solonik sebenarnya adalah buronan yang melarikan diri dari Rusia ke Yunani, namun hal itu tidak menghentikannya untuk sesekali melakukan "perjalanan bisnis" ke tanah kelahirannya.

Pada Januari 1997, Kotova mengambil liburan selama seminggu dari RED STAR untuk mengunjungi kekasih barunya di Yunani, di mana pembunuh bayaran itu menyewa vila yang sangat mahal dan hidup dalam kemewahan.

Kotova yang pertama kali-nya ke luar negeri berhubungan dengan keluarganya setiap hari, tetapi tidak pada 31 Januari, yaitu ketika 'kolega’ lama pembunuh bayaran itu, Sasha Soldat, mengunjungi pasangan itu di vila Solonik untuk menjatuhkan temannya. Kotova pun ikut disingkirkan sebagai saksi. Mayatnya yang terpotong-potong ditemukan di dalam koper empat bulan kemudian di dekat Athena.

2. Alexandra Petrova, Pemenang Miss Russia 1996: Dibunuh

Dia mengklaim gelar wanita tercantik di Rusia pada usia 16 tahun. Bersaing memperebutkan mahkota melawan finalis yang malang, Svetlana Kotova, Petrova tidak hanya meraih kemenangan dan ketenaran, tetapi juga kutukan.

Hanya dalam beberapa tahun, Petrova meningkat pesat dalam bisnis modeling, tetapi gagal menemukan cintanya. Segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Konstantin Chuvilin yang berusia 35 tahun di kota asalnya Cheboksary. Pria itu merupakan seorang pengusaha makmur yang 'menguasai' pasar lokal. Beberapa orang menggambarkan Chuvilin sebagai anggota berpengaruh dari geng kriminal yang menginvestasikan kembali keuntungannya ke bisnis legal.

Bagaimanapun, Chuvilin adalah target utama seorang pembunuh yang menunggu pasangan itu dan dua pengusaha lainnya di tangga sebuah kompleks apartemen di Cheboksary.

Sebuah peluru menyasar Petrova. Miss Russia yang berusia 19 tahun meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit hanya dua hari sebelum ulang tahunnya yang kedua puluh pada 18 September.

3. Anna Malova, Pemenang Miss Russia 1998: Ditangkap

Anna Malova dinobatkan sebagai wanita tercantik di Rusia pada 1998, di usia-nya yang ke- 27. Segera seusai kemenangan utamanya, Malova berhasil masuk ke dalam sepuluh besar finalis kontes kecantikan Miss Universe di Hawaii.

"Tidak ada perbedaan antara orang-orang dari generasi muda karena mereka semua menyukai hal yang sama, mereka suka pergi keluar, mereka suka pergi ke klub, mereka menikmati hal yang sama," ucap gadis cantik berambut pirang itu ketika seorang tuan rumah bertanya padanya apa kesamaan Rusia dan Ghana.

Mungkin Malova terlalu menyukai hal-hal ini. Ratu kecantikan menandatangani kontrak dengan agen model Amerika dan pindah ke AS. Masalahnya dengan obat-obatan dimulai segera setelah itu, dan Malova ditangkap beberapa kali karena mencuri resep, pencurian kecil-kecilan, dan serangan terhadap sesama pasien di sebuah lembaga medis rehabilitasi kecanduan.

Malova terakhir ditangkap pada 2011, dan dibebaskan pada 2013 setelah rehabilitasi.

Alina Sanko, 20, resmi menyandang predikat sebagai wanita tercantik seantero Rusia usai dinobatkan sebagai  Miss Russia 2019 pada Sabtu (13/4).

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki