Kejatuhan Raksasa Komunis: Kronologi Pembubaran Uni Soviet dari 1985 – 1991

Uni Soviet awalnya tampak tak tergoyahkan, tetapi akhirnya hancur juga.

Grigory Avoyan
Melalui artikel ringan ini, kami akan menjelaskan bagaimana “kerajaan Sosialis” terbesar sepanjang masa hancur berantakan dalam beberapa tahun. Negara, tokoh-tokoh kunci, dan rakyat Soviet kami tampilkan seperti karakter dalam sebuah pertunjukan teater.

Pemain:

  • Uni Soviet — negara adidaya Sosialis dengan banyak koleksi nuklir.
  • RSFSR (Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia), Ukraina, Belarus, Kazakhstan, Georgia, Armenia, Azerbaijan, Moldova, Kirgizstan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Latvia, Lituania, Estonia — 15 republik di Uni Soviet (tidak semuanya bahagia tinggal di sana).
  • Mikhail Gorbachev — sekjen Partai Komunis yang (relatif) masih muda dan tampan.
  • Boris Yeltsin — musuh dalam selimut Gorbachev, seorang pemuda Komunis Rusia yang populer di dalam RSFSR.
  • Anggota GKChP (Komite Negara pada Keadaan Darurat) — kelompok komunis garis keras yang tak menyukai reformasi apa pun.
  • Rakyat Soviet — orang-orang Soviet, yang pada 1985 berjumlah sekitar 276 juta jiwa.

Catatan: Seluruh dialog yang digunakan dalam skenario ini bukanlah kutipan asli, melainkan hanya cerminan atas tindakan individu atau pihak yang disebutkan dan peristiwa yang terjadi selama periode yang ditunjukkan.

1985

Gorbachev: Baiklah saudara-saudara Sovietku sekalian, sayalah sekjen kalian sekarang.

Rakyat Soviet: Ya, terserahlah. Setidaknya, yang ini baru berusia 54 tahun, mungkin dia akan bertahan lebih lama. Tiga orang sebelumnya — Brezhnev, Andropov, dan Chernenko — meninggal dalam tiga tahun!

Uni Soviet: Jadi, coba kita lihat. Kita punya banyak masalah. Kita sangat bergantung pada ekspor minyak — kita perlu uang untuk membeli biji-bijian .... Sementara, harga minyak telah merosot sejak 1981. Perekonomian kita mengalami kebuntuan, Perang Dingin mengancam seluruh dunia dengan kiamat nuklir. Demi Marx dan Engels, semoga Gorbachev akan mengeluarkan kita dari kekacauan ini.

Gorbachev: Saya akui kita punya banyak masalah. Karena itu, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya, kamerad! Mulai sekarang, kita akan memulai uskoreniye (akselerasi), kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk mengejar Barat dan meningkatkan hasil industri-industri berat kita. Semoga kita akan berhasill.

Rakyat Soviet: Tapi kami ragu.

Gorbachev: Dan kita akan memulai kampanye antialkohol! Sekarang juga!

Rakyat Soviet: Ya ampun ….

1986 – 1989

Kelangkaan barang dan bahkan bahan-bahan pokok melanda seluruh negeri.

Pada 1986, harga minyak turun dari $24 menjadi $12 per barel. Sementara, Uni Soviet kehilangan uang dari pajak alkohol dan kelangkaan barang (bahkan bahan-bahan pokok) melanda seluruh negeri.

Gorbachev: Saya menetapkan kebijakan glasnost (transparansi)! Sekarang, saudara-saudaraku, Anda semua bisa membahas masalah kita dan menyuarakan pendapat. Selain itu, karena kita membutuhkan perubahan, saya mendeklarasikan perestroika (pembangunan kembali), kita akan merestrukturisasi seluruh sistem ekonomi kita. Karena itu, kita perlu menjadi lebih demokratis dengan lebih sedikit campur tangan pemerintah.

Kazakhstan: Maaf saya menyela, tetapi pada 1986 terjadi kerusuhan daerah pertama. Orang-orang Kazakh berdemonstrasi menentang orang Rusia asal Moskow yang menjadi pemimpin partai di republik ini.

Uni Soviet: Kami menyelesaikan konflik itu, tetapi ada jauh lebih banyak masalah ….

Armenia dan Azerbaijan: Kami bertikai atas daerah otonom Nagorno-Karabakh, yang sebagian besar dihuni etnis Armenia, tetapi berada di dalam wilayah Azerbaijan. Akhirnya, terjadi kerusuhan, ratusan ribu pengungsi terpaksa meninggalkan rumah mereka!

Georgia: Ada bentrokan antara Georgia dan Abkhazia! Mereka ingin melepaskan diri dari kami dan kami tidak akan memberikan toleransi. Sekitar 16 orang tewas dalam pertempuran.

Uzbekistan: Di wilayah kami juga terjadi bentrokan dengan kekerasan antara orang-orang Uzbek dan orang-orang Turki Meskhetia. Akibatnya, 103 orang meninggal ….

Gorbachev: Saudara-saudaraku, mari kita tenang dan menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin dan demokratis. Yang jelas, sikap kami tak berubah. Tidak boleh ada perubahan perbatasan. Kita semua hidup dalam satu negara.

Estonia, Latvia, dan Lituania: Bicara tentang “satu negara” ... bangsa kami ingat bahwa dari 1920 hingga 1939, kami hidup sebagai negara merdeka. Jadi, kami memproklamasikan kedaulatan politik! Hukum republik kami kini lebih penting daripada hukum Soviet.

Azerbaijan: Saya juga! Kalian, penguasa pusat, tak bisa menyelesaikan konflik kami dengan Armenia.

Uni Soviet: Wow! Tunggu dulu! Kalian bicara seolah-olah kami tidak punya cukup masalah. Kami tidak menerima kedaulatan kalian. Omong-omong, ekonomi masih belum bagus.

1990

Wajah-wajah yang tampil di televisi Soviet berubah, tetapi masalah yang dihadapi tak mengalami perubahan.

Azerbaijan: Pogrom Baku (serangan kekerasan terhadap kelompok etnis Armenia di kota Baku, Azerbaijan -red.) terjadi pada bulan Januari — sekitar 90 orang Armenia terbunuh.

Gorbachev: Ini tak bisa lagi ditoleransi, kirim pasukan!

Moskow mengirim tentara untuk menekan kerusuhan. Akibatnya, 130 – 170 warga tewas. Peristiwa itu membuat orang-orang Azerbaijan marah.

Ukraina, Belarus, Kazakhstan, Georgia, Armenia, Moldova, Kirgizstan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan: Kami juga mendeklarasikan kedaulatan.

RSFSR: Saya juga.

Uni Soviet: Bahkan kamu juga, Rusia?

Boris Yeltsin: Ya, sekarang saya memimpin Majelis Agung Soviet RSFSR dan menandingi Gorbachev di Moskow.

Rakyat Soviet: Hebat! Lalu, bagaimana dengan perekonomian kita dan rak-rak yang kosong di toko-toko?

Kirgizstan: Omong-omong, kami juga punya berita duka. Selama kerusuhan Osh pada bulan Juni, terjadi bentrokan antara orang-orang Kirgistan dan orang-orang Uzbekistan. Akibatnya, 300 hingga 600 orang tewas.

Moldova: Di tempat kami juga terjadi konflik, yaitu antara pemerintah Moldova dan wilayah Transnistria yang tak mau melepaskan diri dari Uni Soviet, situasinya kini memanas.

Rakyat Soviet: Hmmm ... ternyata prinsip persatuan rakyat dalam nilai-nilai Sosialis tak berjalan sebagaimana mestinya.

Estonia, Latvia, dan Lituania: Hai Moskow, kami sudah tidak peduli. Kami menyatakan kemerdekaan penuh dari Uni Soviet. Silakan coret kami.

Uni Soviet: Tn. Gorbachev, saya punya firasat buruk ….

Gorbachev: Kita membutuhkan model hubungan baru antara otoritas pusat dan pemerintah republik! Ayo kita buat referendum. Dengan begitu, kita akan mengetahui apakah orang-orang dari seluruh negeri menghendaki pemerintah pusat mendistribusikan kewenangan yang lebih besar pada pemerintah republik. Saya yakin — bersama-sama, kita akan menyelamatkan Uni Soviet!

Rakyat Soviet: Tapi kami ragu.

1991

Banyak orang Soviet memilih untuk mempertahankan Uni Soviet, tetapi itu tidak membantu.

Rakyat Soviet: Oke, pada 17 Maret kami mengadakan referendum untuk menentukan apakah kami tetep ingin mempertahankan Uni Soviet.

Armenia, Georgia, Latvia, Lituania, Moldova, dan Estonia: Kalian masih mau (bertahan dengan Uni Soviet)? Kami bahkan tak mau berpartisipasi.

Georgia: Dan saya keluar dari Uni Soviet, semoga kalian beruntung!

Rakyat Soviet: Oke, sembilan republik lainnya mengikuti pemungutan suara! Hasilnya, 76,4 persen memilih untuk mempertahankan Uni Soviet.

Gorbachev: Bagus! Saya dan presiden dari sembilan republik ini menggelar rapat untuk membahas union yang baru dibentuk.

Yeltsin: Sementara itu, saya menjadi presiden RSFSR. Kami sekarang memiliki dua presiden di Moskow — satu untuk Uni Soviet dan satu lagi untuk Rusia.

Gorbachev: Bukan berarti saya sangat senang, tetapi baiklah!

Tiba-tiba, pada 18 Agustus, delapan pejabat tinggi Partai Komunis, termasuk wakil presiden dan perdana menteri Gorbachev membentuk GKChP dan mengklaim sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

Gorbachev: Apa yang terjadi? Padahal, saya sedang berlibur di Krimea ….

GKChP: Hentikan kekacauan ini! Kami akan mempertahankan Uni Soviet dengan 15 republik, bukan hanya sembilan! Kami juga menolak semua omong kosong mengenai pasar bebas dan liberalisasi ini.

Rakyat Soviet: Gila! Kami tidak mau kembali ke era Stalin.

Yeltsin: Itu antikonstitusional! Saya tidak akan mematuhi GKChP!

Tentara memasuki Moskow, ribuan warga Moskow memenuhi jalan. Karena tak ada perintah dari GKChP, kebanyakan prajurit tak menyerang massa. Hanya tiga orang yang tewas dalam bentrokan. Dalam dua hari, “kudeta” berakhir dan anggota GKChP ditangkap.

Yeltsin: Kami menyelamatkan negara.

Semua republik (kecuali RSFSR dan Belarus): Selamat, tetapi kami lebih memilih untuk meninggalkan Uni Soviet.

Gorbachev: Tunggu! Kita masih bisa menandatangani perjanjian baru yang membentuk Uni Negara-Negara Berdaulat! Sebuah konfederasi lunak yang akan memberikan banyak hak kepada republik.

Ukraina: Kami mengadakan referendum pada 1 Desember dan bertanya pada rakyat apakah mereka mendukung kemerdekaan penuh — 90 persen mengatakan ya, jadi ….

Yeltsin: Saya akan bertemu Gorbachev pada 3 Desember dan memberi tahunya bahwa tanpa Ukraina, negara terdekat Rusia, tak ada gunanya menandatangani perjanjian baru. Kalau tidak, dalam union yang baru, republik-republik Asia (Soviet) akan mendominasi dan memiliki lebih banyak suara daripada Rusia dan Belarus.

Gorbachev: Tunggu dulu … jadi, sampai sini (keberadaan Uni Soviet)?

Yeltsin: Ya.

Pada 8 Desember, Yeltsin bertemu dengan presiden Ukraina dan Belarus dan menandatangani Piagam Belavezha. Uni Soviet bubar dan mereka mendirikan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS), sebuah organisasi internasional tanpa kekuasaan untuk mengendalikan anggotanya. Dua minggu kemudian, delapan republik lainnya — semua, kecuali Georgia dan tiga negara Baltik (Estonia, Latvia, dan Lituania) — bergabung dengan CIS. Dengan demikian, Uni Soviet tidak ada lagi.

Gorbachev: Wow. Betul-betul wow! Jadi, sekarang saya adalah presiden negara yang tidak ada.

Gorbachev pensiun pada 25 Desember. Bendera Soviet diturunkan dari Kremlin dan diganti dengan bendera triwarna Rusia. Sejak saat itu, semuanya berdiri masing-masing, Boris Yeltsin memimpin Rusia yang baru — dan menghadapi delapan tahun penuh masalah.

Tanda-tanda keruntuhan Uni Soviet semakin terlihat jelas pada 1980 – 1990. GKChP berusaha mempertahankan negara mereka, tapi upaya tersebut berakhir gagal total. Bacalah kisah selengkapnya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki