Lima Fakta Menarik di Balik Kemegahan Patung Buruh dan Perempuan Kolkhoz

Patung Buruh dan Perempuan Kolkhoz dari tahun 1930-an masih menjadi salah objek wisata yang terkenal di Moskow.

Patung Buruh dan Perempuan Kolkhoz dari tahun 1930-an masih menjadi salah objek wisata yang terkenal di Moskow.

Serguei Fomine/Global Look Press
Patung Buruh dan Perempuan Kolkhoz di Moskow merupakan salah satu simbol paling terkenal dari era Soviet. Didirikan pada 1930-an, patung ini genap berusia 80 tahun pada 2017 lalu. Sebelum akhirnya bisa berdiri kokoh di VDNKh, patung itu harus melewati beberapa rintangan yang tak mudah.

Sosok pria kekar berseragam dan seorang perempuan yang tak kalah berotot mengenakan gaun tanpa lengan, memegang palu dan arit di tangan mereka, berdiri menjulang di pusat kota Moskow. Patung Buruh dan Perempuan Kolkhoz didirikan sebagai simbol persatuan kelas buruh dan petani di Soviet Rusia.

Sebagaimana nasib kaum buruh dan petani sesungguhnya pada masa Uni Soviet, pasangan baja tahan karat ini telah melewati banyak rintangan.

1. Terinspirasi Oleh Pahlawan Kuno

Patung ini dibuat oleh Vera Mukhina, seorang pemahat realis sosialis, untuk World Fair 1937 di Paris, Prancis. Ini adalah pertama kalinya Soviet diundang ke acara semacam itu. Tak heran, pemerintah Soviet yang kala itu di bawah kekuasaan Josef Stalin sangat antusias untuk menciptakan kesan mendalam di hadapan masyarakat internasional.

Saat mengerjakan patung tersebut di paviliun Soviet, tempat seharusnya patung ini diletakkan setelah selesai, Mukhina dan arsitek Boris Iofan terinspirasi oleh Harmodius dan Aristogeiton — duo Yunani yang membunuh seorang tiran Persia dan membawa demokrasi ke Athena.

Patung ‘Tyrannicides’ (Pembunuh Tiran) yang menginspirasi pembuatan patung ‘Buruh dan Perempuan Kolkhoz’.

Patung Buruh dan Perempuan Kolkhoz hendak menyimbolkan kemenangan negara sosialis di muka Bumi. Sebagaimana yang kemudian ditulis Iofan, ansambel arsitektur itu sendiri diharapkan dapat menjadi objek utama pameran Soviet, dan memang itulah yang terjadi.

2. Dituduh Menyerupai Leon Trotsky

Peristiwa yang cukup konyol terjadi saat Mukhina sedang mengerjakan monumen tersebut. Seorang insinyur antagonis menulis surat kepada Stalin dan mencoba untuk mencela Mukhina dengan menyebut bahwa sang pemahat diam-diam menggambar wajah Leon Trotsky pada desain baju Perempuan Kolkhoz.

Meski terdengar aneh, tuduhan itu menjadi klaim serius kala itu. Pada 1937, Pembersihan Besar-besaran Stalin sedang gencar terjadi dan Mukhina bisa menghadapi masalah serius jika hal itu benar. Namun, ternyata tidak. Para pejabat memeriksa patung itu dengan cermat dan tak menemukan gambaran bekas musuh Stalin tersebut pada patung itu. Semuanya ternyata baik-baik saja.

3. Bersaing dengan Monumen Reich Ketiga

Pada World Fair di Paris, paviliun monumental Nazi Jerman dan Soviet Rusia, dua negara yang kelak akan menjadi musuh utama pada Perang Dunia II, berdiri berhadapan satu sama lain di Trocadéro. Mereka saling membalas tatapan penuh ancaman kematian!

Paviliun Jerman yang didesain oleh arsitek Nazi ternama Albert Speer berbentuk angka Romawi “III” raksasa (Reich Ketiga) yang di atasnya bertengger seekor elang dengan simbol swastika. Simbol Sosialisme Soviet dan Nazisme Jerman benar-benar berhadap-hadapan, secara harfiah.

Penampakan monumen Buruh dan Perempuan Kolkhoz (depan) karya Vera Mukhina dan Paviliun Pusat (belakang) dari sisi Prospekt Mira, 1959. Mukhina sangat tak puas dengan penempatan patung ini.

Sejumlah kritikus memuji mahakarya monumental Mukhina dan Iofan, tapi beberapa orang merasa skeptis, menyebutnya ‘modernisasi tanpa wajah’. Namun, baik paviliun Soviet dan Jerman sama-sama memenangkan pameran tersebut, alias seri.

4. Salah Tempat

Setelah acara World Fair berakhir, patung ini dibawa pulang ke Soviet. Namun, masalah telah menanti. Terhitung sejak mereka diangkat dari alasnya di Prancis, pemerintah Soviet harus mencari lahan untuk mendirikan patung setinggi 24,5 meter tersebut.

Awalnya, mereka hendak mendirikan patung ini di Stasiun Hidroelektrik Rybinsk di Sungai Volga, tapi kemudian mempertimbangkan Vorobyovy Gory di Moskow agar patung ini bisa dilihat dari seluruh sudut kota. Namun, ide tersebut tak berjalan lancar.

Pada 1939, selama pembukaan VDNKh (Pameran Prestasi Perekonomian Nasional) di Moskow, patung ini ditempatkan di depan gerbang utama, di atas alas yang terbilang sempit, sekitar sepertiga dari alasnya saat dipamerkan di Paris. Mukhina marah besar atas keputusan ini. Ia menyebut lokasi baru itu sebagai ‘tunggul’. Ia beranggapan, patung itu kehilangan pesonanya karena diletakkan di level yang sangat rendah.

Paviliun Soviet dan Jerman berhadapan satu sama lain pada World Fair 1937 di Paris, Prancis.

5. Menjadi Simbol Studio Film

Meski sulit menghibur Mukhina, patungnya kemudian menjadi logo studio film Mosfilm pada 1947. Sejak itu, semua film Soviet yang dibuat oleh studio ini dibuka dengan logo seorang laki-laki dan seorang perempuan yang memegang palu dan arit.

Pada 2003, patung tersebut ditutup untuk proses perbaikan, dan baru pada 2010 patung itu dibuka kembali — dan akhirnya mendapat alas yang lebih tinggi (34,5 meter, 10 meter lebih tinggi dari sebelumnya), sehingga tinggi totalnya mencapai 58 meter. Patung Buruh dan Perempuan Kolkhoz menjadi patung kelima tertinggi di Rusia. Kini semua orang bisa menikmati kecantikan pasangan baja ini.

Kompleks VDNKh dibuka pada 1939. Salah satu kompleks ekshibisi terbesar di dunia ini juga merupakan kuil tempat seluruh warga Uni Soviet “bersembah sujud”.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki