Kreativitas dari Balik Jeruji: Tiga Penemuan Terhebat Ilmuwan Tahanan Stalin

Perakitan prototipe bomber Tupolev Tu-2.

Perakitan prototipe bomber Tupolev Tu-2.

Wikipedia
Di Soviet Rusia tahun 1930-an hingga 1940-an, sejumlah ilmuwan ditangkap saat pembersihan besar-besaran oleh Joseph Stalin. Namun begitu, karena inteligensi mereka, banyak yang dikurung di tempat khusus yang dikenal sebagai ‘sharashka’, yang kemudian dikenal sebagai institusi ilmiah ternama. Russia Beyond menyajikan tiga penemuan terbaik yang dibuat oleh mereka selama rezim Stalin.

‘Benda’

Pada Agustus 1945, Duta Besar AS untuk Rusia Averell Harriman menerima hadiah dari organisasi Pionir Muda URSS. Para anak-anak perwakilan Soviet – di tengah-tengah berakhirnya perang, atmosfer perayaan, dan kerja sama yang baik antara kedua negara – memberikannya Lambang Negara Amerika Serika yang terbuat dari kayu. Harriman menempelkannya di dinding tempat kerjanya; hingga tujuh tahun setelahnya, tiga suksesor sang dubes juga membiarkannya di dinding itu. Mereka tidak tahu bahwa ada rahasia di balik lambang itu.

Replika Lambang Negara AS dengan penyadap yang dipamerkan di Museum Persandian Negara.

Tahun 1952, diketahui bahwa lambang itu berisi “Benda”, salah satu alat dengar rahasia pertama. Ia dirancang dengan teknologi canggih: Tidak ada aliran listrik atau komponen elektronik aktif, dan hanya diaktifkan ketika menerima sinyal radio di frekuensi tertentu. Ia sangat sulit dideteksi dan ditemukannya pun secara tidak sengaja.

“Benda” ini membuat orang Amerika tegang karena mereka tidak punya teknologi seperti itu. Ia dirancang oleh penemu ternama Soviet Leon Theremin, yang populer dengan penemuan instrumen musik elektronik pertama di dunia: Theremin.

Theremin tinggal di AS pada 1930-an, mempopulerkan penemuannya dan mengerjakan sistem alarm antirampok. Pada 1938, ia dipanggil untuk kembali ke Uni Soviet, di mana ia ditahan setahun kemudian dan dituduh merencanakan pembunuhan terhadap pejabat tingkat tinggi Soviet Sergei Kirov – ia sebenarnya dibunuh pada 1934 ketika Theremin sedang berada di AS. Tuntutannya mengklaim bahwa konspirator menanamkan bom kontrol radio di sebuah tempat penelitian di Leningrad (sekarang Sankt Peterburg) dan bahwa penemunya seharusnya meledakkannya dari Atlantik di seberang. Namun begitu, Kirov sebenarnya dibunuh oleh suami dari salah satu bawahannya.

Setelah ditangkap, ia bekerja di sharashka untuk mengembangkan alat penyadap, salah satunya si “Benda” ini. Ia diberikan Penghargaan Negara Stalin ketika bebas dari penjara. 

Bomber Penyelam “Kelelawar”

Theremin menghabiskan waktunya di penjara di pusat desain TsKB-29, yang berada di bawah pengawasan Kepolisian Rusia dan mayoritas stafnya tahanan.

Tupolev dijebloskan ke penjara pada 1937 karena tuduhan sabotase dan pengintaian. Ia kemudian mengatakan kepada temannya bahwa ia tak dipukul melainkan tidak boleh tidur sehingga ia terpaksa “mengakui” bahwa selama lebih dari satu dekade ia menjadi mata-mata untuk Prancis. Pada 1940, ia dihukum penjara 15 tahun namun dibebaskan setahun kemudian ketika Perang Patriotik Raya dimulai.

Saat dipenjara ia mengembangkan bomber Tupolev Tu-2 (“Kelelawar”, seperti diklasifikasikan NATO), yang kemudian menjadi bomber utama Perang Dunia II dengan desainnya yang sempurna secara menyeluruh. Orang dibalik jerujilah yang mendesain bomber penyelam utama berukuran sedang Soviet di Perang Dunia II ini.

Bomber ini diproduksi sebanyak 2,500 kali selama 10 tahun hingga 1952. Ia juga ikut serta dalam Perang Korea dan digunakan oleh negara-negara yang kemudian menandatangani Pakta Warsawa. Tupolev menerima Penghargaan Negara Stalin pada 1943, diikuti oleh tiga penghargaan serupa kemudian karena kontribusi sang ilmuwan.

Obat Antipelagra

Bukan hanya ahli pengintaian dan perancang pesawat yang dikurung di penjara khusus selama pembersihan besar-besaran. Ahli virologi terkenal Uni Soviet Lev Zilber juga menghabiskan empat tahun di sharashka; ia ditangkap karena seorang rekan menuduhnya meracuni sistem saluran air Moskow, sehingga harus mendekam di penjara 10 tahun.

Lev Zilber.

Saat di sel, ia bekerja memotong pohon sebelum akhirnya menjadi dokter kamp. Saat di rumah sakit penjara ia menderita pellagra, penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B3, dengan ciri-cirinya dermatitis dan demensia. Jika tidak diobati biasanya ia akan menyebabkan kematian.

Penjara itu berlokasi di utara Rusia sehingga ilmuwan menggunakan lumut spesies Cladonia rangiferina untuk memproduksi ragi yang menjadi sumber vitamin, demikian menurut Zilber. Ini merupakan dasar dari obat temuannya, Antipellagrin, yang membuktikan khasiatnya untuk mereka yang menderita penyakit tersebut.

Zilber kemudian pindah ke laboratorium tertutup di mana ia mengerjakan teori “sifat-sifat virus dari kanker”. Dua tahun setelah dibebaskan di penjara pada 1946, ia juga menerima Penghargaan Negara Stalin karena inovasinya dalam menyembuhkan peradangan otak.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More