Bisnis Gelap: Saat Para Kriminal Berusaha Membangun Jalur Rahasia di Bawah Tanah Kremlin

Para pekerja menggali ke bawah bagian tertua di Moskow, dengan memasukkan tanah galian ke kantong sampah pada malam hari

Para pekerja menggali ke bawah bagian tertua di Moskow, dengan memasukkan tanah galian ke kantong sampah pada malam hari

Maxim Kushnirenko, Dmitri Abramov
Seperti kisah dalam film Shawshank Redemption, di Moskow ada seorang pebisnis licik yang mengerahkan tenaga untuk menggali tanah di bawah pusat sejarah kota Moskow, dan diam-diam memasukkan tanah galian ke dalam kantong pada malam hari. Pada akhirnya, aksi itu diketahui badan keamanan di Rusia.

Kisah ini  dimulai sebagai sebuah bisnis gelap dan berakhir seperti sebuah film Hollywood. Pada akhir tahun 2000-an, perusahaan konstruksi Stargrad menang tender untuk merekonstruksi jalur antara dua lokasi budaya dan wisata Alun-alun Teatralnaya dan Jalan Nikolskaya.

Kontrak itu terlihat besar dan semuanya mungkin akan berjalan baik-baik saja kalau direktur perusahaan itu tidak terlibat dalam usaha gelap. Demi memperluas jumlah ruang yang tersedia untuk disewa di pusat kota yang mahal itu, Stargrad melakukan proyek konstruksi ilegalnya sendiri dengan keberanian: gua tiga lantai seluas 7,000 meter per segi di bawah gedung-gedung historis di pusat kota, yang beberapa di antaranya berasal dari abad ke-15.

Kelompok Penyabot

Proyek ambisius ini dimulai dan para pekerja menggali ke bawah bagian tertua di Moskow, dengan memasukkan tanah galian ke kantong sampah pada malam hari. Lalu hal yang sangat mengejutkan terjadi, yang mungkin merupakan salah satu insiden paling aneh di sejarah modern Moskow. Tidak ada yang menyadari bahwa aktivitas itu dilakukan di bawah pengawasan Badan Perlindungan Federal Rusia (FSO), yang memiliki kendali mutlak terhadap Kremlin dan wilayah sekitarnya.

Kisah ini  dimulai sebagai sebuah bisnis gelap dan berakhir seperti sebuah film Hollywood.

“Tempat ini dapat menampung banyak penyabot,” ujar Dmitrii Abramov, kepala departemen sejarah lokal dan kajian Moskow Institut Arsip dan Sejarah di Universitas Sastra Negara Rusia, kepada Russia Beyond.

Abramov memimpin penyelidikan ke dalam gua yang saat ini terlihat seperti lahan parkir bawah tanah yang ditinggalkan. “Pipa pemanasnya terbuka dan sampai ke Kremlin.”

Karena ketatnya keamanan yang diberlakukan polisi dan badan keamanan di Moskow saat ini, sulit membayangkan bahwa banyak orang, termasuk pekerja migran yang bekerja khusus untuk konstruksi, dapat berlalu lalang dekat Kremlin dan memiliki akses tanpa hambatan ke salah satu wilayah yang paling ketat pengamanannya di ibu kota Rusia.

Penggerebekan Badan Keamanan

Upaya pembuatan gua ini berakhir pada 2008 ketika Wali Kota Moskow saat itu, Yuri Luzhkov, menerima protes mengenai sebuah proyek konstruksi misterius yang membahayakan situs sejarah di pusat kota. Media kemudian memberitakan, dilanjutkan dengan penggerebekan oleh polisi dan FSO.

Direktur Stargrad Boris Petrosyan dilaporkan minggat dari Rusia, takut ditangkap karena proyek yang dikabarkan didanai elemen-elemen kriminal yang tak diketahui ini gagal di tengah jalan.

“Mereka (para pembangunnya) telah membuang sangat banyak benda kepurbakalaan, dan kita tidak tahu apa mereka sudah menemukan harta karuna tau belum,” kata Abramov.

Kisahnya berhenti begitu saja dengan cepat dan gua kemudian ditinggalkan… sampai pada akhirnya, beberapa jurnalis sukses memasuki gua dari tiga pintu masuk tersembunyi.

Sekarang, FSO menindaki kasus ini dengan serius dan telah menutup semua pintu masuk yang dapat mengarah ke lokasi-lokasi strategis: Kremlin dan stasiun metro di sekitarnya.

Meski kasus ini telah ditutup, satu pertanyaan masih muncul tentang kisah tak terduga ini. Bagaimana bisa pemerintah kota tidak menyadari skema kejahatan ini?

Sebelum ilang, Petrosyan mengklaim bahwa konstruksi tersebut sah dan kontraknya telah disetujui pemerintah kota.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More