Operasi di Suriah Tingkatkan Pamor Senjata Buatan Rusia

Seorang pilot Rusia mengecek pesawatnya sebelum lepas landas dari Pangkalan Udara Hmeimim, Suriah.

Seorang pilot Rusia mengecek pesawatnya sebelum lepas landas dari Pangkalan Udara Hmeimim, Suriah.

Dmitry Vinogradov / RIA Novosti
Perangkat perang Rusia telah menunjukan karakteristik taktis dan teknisnya yang tinggi dalam kondisi perang.

Operasi antiteror Rusia di Suriah telah meningkatkan minat pelanggan asing terhadap senjata buatan Rusia, demikian disampaikan Wakil Direktur Layanan Federal Militer dan Kerjasama Teknis Anatoly Punchuk kepada TASS, Rabu (19/10).

“Tidak diragukan, selama berjalannya operasi Suriah, perangkat perang Rusia telah menunjukan karakteristik taktis dan teknisnya yang tinggi dalam kondisi perang. Kesuksesan kontingen antiteror kami telah meningkatkan minat pelanggan asing terhadap seluruh jajaran produk militer buatan Rusia, termasul perangkat angkatan laut,” terang Punchuk dalam pameran internasional Angkatan Laut ke-25 Euronaval 2016.

Rusia memulai operasi antiteror di Suriah pada 30 September 2015 atas permintaan Presiden Suriah Bashar Assad. Opersai antiteror tersebut melibatkan pesawat tempur Rusia, termasuk pengebom strategis. Fase aktif operasi tersebut berlangsung hingga 15 Maret, hingga Rusia menarik kontingen utama mereka dari Suriah.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More