Listrik Padam Saat Konferensi Pers, Putin: Sepertinya Saya Salah Bicara

26 Mei 2015, Moskow. Vladimir Putin menyampaikan rahasia pada pebisnis Rusia: coba untuk berkembang lebih cepat saat Barat belum mencabut sanksinya.

26 Mei 2015, Moskow. Vladimir Putin menyampaikan rahasia pada pebisnis Rusia: coba untuk berkembang lebih cepat saat Barat belum mencabut sanksinya.

AP
Insiden tersebut terjadi dalam pertemuan BRICS yang digelar di India.

Sebuah insiden unik terjadi dalam konferensi pers pasca-pertemuan BRICS yang digelar di India baru-baru ini. Saat Presiden Rusia Vladimir Putin sedang menjelaskan bahwa jurnalis Rusia merupakan target intelijen AS, tiba-tiba listrik padam. Namun, sang presiden Rusia menanggapinya dengan santai dan bergurau, "Mungkin saya salah bicara," yang disambut derai tawa para hadirin.

Dilansir dari RT, pada sesi awal konferensi pers Putin menanggapi pernyataan Wakil Presiden AS Joe Biden mengenai kemungkinan serangan siber terhadap Rusia. Ia menyatakan bahwa lembaga-lembaga AS sedang “mengintai dan menyadap semua orang”.

Putin kemudian mengingatkan para jurnalis Rusia yang mendampinginya dalam konferensi BRICS bahwa mereka adalah target Badan Keamanan Nasional AS (NSA).

“Kalian semua adalah objek yang dipantau oleh badan intelijen,” kata Putin.

“Kalian merupakan pembawa informasi tertentu. Kalian dapat melihat sesuatu, mendengar sesuatu, berbicara kepada seseorang. Semuanya mereka urutkan secara sistematis, dikumpulkan, dan dianalisis — ini yang dilakukan NSA,” terang Putin.

Saat sang Presiden sedang menjawab pertanyaan seputar tuduhan WikiLeaks yang menyebutkan bahwa Michel Temer, pemimpin Brasil saat ini, direkrut oleh intelijen AS, ruangan konferensi pers tiba-tiba mengalami pemadaman listrik singkat yang membuat mikrofon Putin mati.

Sumber: RT / YouTube

“Sepertinya saya mengatakan sesuatu yang salah,” canda Putin, membuat jurnalis yang hadir meledak dalam tawa.

Putin menyatakan bahwa ia “tidak menyadari” apakah Temer memang direkrut oleh badan intelijen AS dan “ia tidak tertarik” pada isu tersebut.

Pada Juni 2013, mantan pegawai NSA Edward Snowden menguak bahwa NSA telah mengintai jutaan masyarakat Amerika Serikat dan menyadap percakapan telepon pemimpin dunia, termasuk Jerman, Brasil, dan negara lainnya. Hal ini membuat Snowden dituntut atas pelanggaran UU Spionase AS Tahun 1917. Dua hari setelah dituntut, Snowden terbang ke Rusia dan mendapat suaka dari pemerintah Rusia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More