Batik Yogyakarta Laris Manis di Rusia, Dubes Sambangi Sri Sultan HB X

Pameran busana batik juga tak kalah diminati oleh masyarakat Rusia.

Batik Yogya diborong habis oleh masyarakat Rusia dalam Festival Indonesia 2016 yang digelar belum lama ini, demikian dilaporkan Tribun Jogja. Dua batik yang dipajang khusus di stan Yogya, yakni batik klasik dan batik kontemporer, menjadi idola bagi para warga Negeri Beruang Merah. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi seusai bertemu dengan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat (14/10).

Selain itu, program lokakarya dan pameran busana batik juga tak kalah diminati oleh masyarakat Rusia, tulis Tribun Jogja.

Para pecinta batik asal Rusia, Indonesia dan negara lain berkumpul dalam masterclass membatik. Sumber: Theodolus SunarjayaPara pecinta batik asal Rusia, Indonesia dan negara lain berkumpul dalam masterclass membatik. Sumber: Theodolus Sunarjaya

"Antreannya panjang sekali. Bahkan mereka yang ingin ikut lokakarya batik sudah mendaftarkan diri dua hari sebelumnya. Antusias sekali," tutur Wahid.

Melihat apresiasi yang luar biasa tersebut, Wahid menyebutkan bahwa peluang promosi batik di Rusia sangat besar. "Pelaku usaha harus bisa melihat karakter pangsa pasar. Misalnya, orang Rusia lebih menyukai batik dengan motif yang tidak terlalu penuh dan warna yang lembut," terang sang duta besar.

Pencapaian gemilang tersebut mendorong Wahid untuk melapor langsung ke Kantor Gubernur Yogyakarta. Dalam kunjungannya, Wahid mengundang Yogyakarta untuk ikut berpartisipasi dalam Festival Indonesia 2017 di Rusia dengan mengirimkan tim budaya dari Yogyakarta untuk tampil di Rusia.

Pada Agustus lalu, Moskow menjadi tuan rumah Festival Indonesia pertama yang ditujukan untuk meningkatkan volume perdagangan, investasi, dan kunjungan wisatawan dari Rusia. Setidaknya ada 40 UKM dan restoran serta waralaba ternama Indonesia yang ikut memamerkan produk-produknya pada festival ini. Kesuksesan Festival Indonesia yang digelar pertama kalinya tersebut mendorong Wahid untuk menggelar festival ini secara rutin.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More