Moskow Kirim Sistem Rudal S-300 untuk Pertahanan Pangkalan Laut di Suriah

Sistem peluncur rudal pertahanan udara S-300.

Sistem peluncur rudal pertahanan udara S-300.

Dmitry Rogulin / TASS
Pengiriman sistem rudal tersebut menimbulkan keributan di negara Barat.

Rusia mengirim sistem peluncur rudal pertahanan udara S-300 ke Suriah yang mengemban misi mempertahankan pangkalan laut dan kapal perang Rusia di negara yang tengah dilanda perang tersebut, demikian disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia seperti dilaporkan media Rusia RT.

Informasi pengiriman S-300 ke Suriah telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov. “Memang benar, Republik Arab Suriah menerima sistem rudal penangkal serangan udara S-300. Sistem ini dibuat untuk memastikan keamanan pangkalan laut di kota Tartus dan kapal-kapal yang terletak di area pesisir Suriah,” terang Konashenkov kepada media.

Pengiriman sistem rudal tersebut menimbulkan keributan di negara Barat, namun Konashenkov mengaku tak paham mengapa hal itu terjadi.

Sebelumnya, media Amerika Serikat Fox News mengabarkan bahwa sistem S-300 Suriah telah dikirim ke Suriah. Saluran televisi tersebut mengutip pernyataan tiga pejabat AS yang mengklaim Moskow “terus meningkatkan intensitas operasi militernya di Suriah.”

“S-300 hanya sekadar sistem pertahanan semata dan tidak mengancam pihak mana pun,” tutur Konashenkov menanggapi pemberitaan media Barat. Menurutnya, sebelum mengirim S-300 Rusia juga sudah mengirim sistem rudal penangkal serangan udara Fort ke Suriah.

Tahun lalu Moskow mengirim sistem rudal penangkal serangan udara terbaru S-400 ke Hmeimim, Suriah sebagai bagian dari program peningkatan keamanan, menyusul serangan AU Turki terhadap pesawat Rusia di dekat perbatasan negara tersebut. Kala itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa sistem S-400 tidak akan ditargetkan ke arah mitra-mitra Rusia, “yang sama-sama memerangi kelompok teroris di Suriah.”

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More