Rusia Berminat Tingkatkan Potensi Kooperasi Militer dengan Indonesia

Tank amfibi BMP-3F milik marinir Indonesia selama latihan perang Brigade Infanteri Marinir Indonesia di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir Karang Tekok di Jawa Timur, Februari 2014.

Tank amfibi BMP-3F milik marinir Indonesia selama latihan perang Brigade Infanteri Marinir Indonesia di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir Karang Tekok di Jawa Timur, Februari 2014.

Mikhail Tsyganov
Rusia melihat potensi besar dalam perkembangan kerja sama militer dengan Indonesia.

Rusia melihat potensi besar dalam perkembangan kerja sama militer dengan Indonesia, demikian disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin pada Metrotvnews.com, Senin (26/9).

"Ada potensi yang sangat besar untuk mengembangkan kerja sama militer antara kedua negara. Buktinya, Rusia merupakan pengirim armada asing terbanyak dalam Latihan Komodo di Padang tahun ini," tutur Galuzin.

Rusia telah aktif berpartisipasi dalam Latihan Komodo sejak 2013 dan mengaku sangat senang melihat Indonesia juga aktif dalam kegiatan militer. Dalam latihan gabungan Angkatan Laut yang berlangsung pada 12 – 16 April lalu, Rusia mengirim tiga kapal perang dan dua kapal pendukung ke Padang. Menurut Galuzin, latihan angkatan laut bersama tersebut menunjukkan interaksi militer yang kuat antara AL Indonesia dan Rusia, tulis Metrotvnews.com.

Selain itu, bentuk kerja sama Indonesia-Rusia juga merambah bidang jual-beli perangkat militer. Indonesia menyadari keunggulan Rusia di bidang militer dan tak segan-segan membeli sejumlah pesawat Sukhoi dari Rusia.

“Sebagai duta besar Rusia untuk Indonesia, saya sangat senang dan bangga bahwa kini angkatan bersenjata Indonesia mengoperasikan beberapa produk perangkat militer Rusia yang canggih, seperti jet tempur multifungi Su-30 dan Su-27, dan kendaraan tempur infanteri BMP-3F yang digunakan Angkatan Laut Indonesia,” kata Galuzin.

Sebagai diplomat Rusia, ia juga mengaku terus berupaya untuk memastikan bahwa kerja sama teknis militer antara Rusia dan Indonesia dapat dikembangkan lebih lanjut demi keuntungan kedua belah pihak.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More