Diplomat: Rusia Tak Akan Terlibat dalam Sengketa Wilayah Laut Cina Selatan

Tiongkok sudah puluhan tahun terlibat dalam sengketa yang melibatkan banyak negara terkait yuridiksi teritorial sejumlah pulau di Laut Cina Selatan.

Melibatkan pihak ketiga dalam sengketa wilayah di Laut Cina Selatan hanya akan memperkeruh suasana, demikian disamapaikan juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova.

"Rusia tak terlibat dalam sengketa wilayah di Laut Cina Selatan dan tak akan terjerumus ke dalamnya," kata Zakharova. "Pada prinsipnya, kami tak memihak. Kami percaya bahwa keterlibatan pihak ketiga dalam sengketa ini hanya akan memperkeruh suasana," tambahnya.

"Konsultasi dan pembicaraan mengenai sengketa wilayah di wilayah ini harus ditangani langsung oleh pihak yang terlibat dalam format yang sesuai bagi mereka. Kami berangkat dari fakta bahwa kunci penyelesaian sengketa wilayah mungkin menjadi konstruksi keamanan baru di Asia Pasifik berdasarkan pendekatan nonblok dan norma-norma internasional," lanjut sang juru bicara.

Zakharova menyebutkan, Rusia mengimbau semua mitranya untuk bepartisipasi aktif dalam implementasi inisiatif Rusia mengenai pengembangan prinsip-prinsip peningkatan keamanan dan kerja sama di Asia Pasifik. "Dari pihak kami, kami akan melanjutkan dukungan bagi Tiongkok dan ASEAN dalam mengembangkan aturan dasar di Laut Cina Selatan," tuturnya menyimpulkan.

Beijing telah bertahun-tahun terlibat dalam sengketa wilayah dengan banyak negara terkait sejumlah pulau di Laut Cina Selatan, yang diketahui memiliki cadangan hidrokarbon. Hal ini, khususnya, mengacu pada Kepulauan Xisha (Kepulauan Paracel), Kepulauan Nansha (Kepulauan Spratly), dan Kepulauan Huangyan. Negara lain yang terlibat dalam sengketa tersebut ialah Vietnam, Brunei, Malaysia, dan Filipina.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS. 

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More