Dituduh Gunakan Doping, Maria Sharapova Diskors Dua Tahun

Federasi Tenis Internasional (ITF) menyebutkan Sharapova memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan banding.

Federasi Tenis Internasional (ITF) menyebutkan Sharapova memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan banding.

AP
Bintang tenis Rusia Maria Sharapova diskors dua tahun karena telah melanggar peraturan antidoping, demikian disampaikan Federasi Tenis Internasional (ITF) melalui situs resmi mereka, Rabu (8/6).

Sharapova didiskualifikasi selama dua tahun, terhitung sejak 26 Januari 2016, tulis ITF.

Pada awal Maret lalu, Sharapova menyampaikan bahwa sampel dopingnya yang diambil dalam turnamen Australia Terbuka 2016 menunjukkan adanya zat meldonium yang dilarang oleh Badan Antidoping Dunia (WADA) sejak awal tahun ini.

Sang bintang Rusia didiskualifikasi dari kompetisi tersebut sejak 12 Maret.

Sharapova hendak mengajukan banding pada Pengadilan Abritrasi Olahraga, demikian dilaporkan ESPN. 

"Pengadilan menemukan bahwa saya tak datang ke dokter untuk meminta zat peningkat performa," kata Sharapova seperti dikutip ESPN. "ITF menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membuktikan saya sengaja melanggar peraturan anti-doping dan pengadilan menyimpulkan saya tak melakukan hal itu."

"Saya tak bisa terima didiskualifikasi secara tak adil selama dua tahun begitu saja," kata Sharapova. "Pengadilan, yang anggotanya dipilih oleh ITF, sepakat bahwa saya tak sengaja melakukan kesalahan, namun mereka tetap melarang saya bermain selama dua tahun."

"Saya rindu bermain tenis dan saya rindu para penggemar saya, yang merupakan fans terbaik dan paling setia di dunia. Saya telah membaca semua surat kalian. Saya juga baca semua kiriman kalian di media sosial, dan cinta serta dukungan kalian menguatkan saya dalam masa sulit ini. Saya hendak membela apa yang say anggap benar dan oleh karena itu saya akan melawan di pengadilan tenis sesegera mungkin," tuturnya.

ITF menyebutkan Sharapova memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan banding. 

WADA berencana meninjau hukuman itu, terang organisasi tersebut dalam pernyataan resminya.

"Semua keputusan dibuat oleh Organisasi Antidoping, dan WADA akan meninjau semua keputusan, termasuk alasannya, dan memutuskan perlu atau tidak menggunakan hak independennya untuk mengajukan banding pada Pengadilan Arbitrasi Olahraga," terang pihak WADA.

Federasi Tenis Rusia Akan Galang Dukungan

Federasi Tunis Rusia akan mengumpulkan dukungan yang dibutuhkan Maria Sharapova jika ia memutuskan untuk mengajukan banding atas hukuman dua tahun yang ia tanggung, demikian disampaikan Presiden Federasi Tenis Rusia Shamil Tarpishchev pada TASS, Rabu (8/6).

"Mustahil mengembalikan penangguhan sepenuhnya karena sebelumnya ia mengaku telah mengonsumsi zat tersebut setelah 1 Januari," kata Tarpishchev dalam wawancara dengan TASS. "Namun, saya yakin ada kemungkinan untuk mengurangi jangka waktu penangguhan tersebut."

"Selain itu, reputasi ideal Sharapova dan fakta bahwa ia mengonsumsi zat tersebut dari resep dokter dapat memainkan peran penting dalam situasi ini," lanjut Tarpischev.

"Ia punya pengacara Amerika," kata Tarpishchev dalam wawancara dengan TASS. "Mungkin itu lebih baik untuk mengajukan banding. Kami juga mencoba membantu."

Menurut Federasi Tenis Rusia, dua tahun merupakan hukuman serius. "Jika itu dibiarkan, akan sulit bagi Sharapova untuk kembali ke level yang telah ia capai sekarang," kata Tarpishchev.

RTF juga berharap Sharapova akan segera kembali bermain di lapangan. 

Makarova Gantikan Sharapova di Olimpiade

Penangguhan yang diberikan pada Sharapova, Rabu ini, mengakhiri spekulasi media mengenai keterlibatan Sharapova dalam Olimpiade Musim Panas 2016 mewakili Rusia di Rio de Janeiro, Brasil.

Pemain tenis Rusia Ekaterina Makarova akan menggantikannya untuk Olimpiade tersebut, terang Tarpishchev.

Berdasarkan daftar peringkat yang disusun Asosiasi Tenis Perempuan, Makarova berada di peringkat lima sebagai pemain tenis terbaik di Rusia. 

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More