Kelompok ‘Rusia-Dunia Islam’ Diskusikan Pemberantasan Terorisme

Kelompok tersebut juga mendiskusikan situasi di Timur Tengah.

Partisipan sesi Kelompok Visi Strategis 'Rusia-Dunia Islam' mendiskusikan situasi di Timur Tengah dan perang melawan terorisme serta ekstremisme, demikian disampaikan Duta Besar Keliling (Ambassador-at-Large) Kementerian Luar Negeri Rusia Konstantin Shuvalov pada TASS, Kamis (26/5).

"Kelompok Visi Strategis 'Rusia-Dunia Islam' melanjutkan pekerjaan mereka tahun lalu. Sesi sebelumnya berlangsung pada Juni tahun lalu setelah jeda panjang. Kini, setelah setahun, kami menyambut anggota baru kelompok ini di Kazan," terang Shuvalov.

Tugas utama kelompok ini adalah untuk memberdayakan sumber daya yang tak hanya bisa meningkatkan kinerja di level pemerintah, tapi juga nonpemerintah di negara-negara Islam yang tertarik membangun hubungannya dengan Rusia dan menciptakan ikatan kemanusiaan yang lebih erat, tambahnya.

"Kami berharap pada sesi kedua, di satu sisi, hasil kinerja selama setahun lalu dapat disimpulkan, dan priorias untuk aktivitas di masa mendatang dapat disusun," tutur Shuvalov. "Selain itu, kami juga akan mendiskusikan situasi di Timur Tengah, situasi yang paling mengkhawatirkan. Isu melawan ekstremisme dan terorisme juga masuk dalam agenda," lanjut Shuvalov.

Sang diplomat menyebutkan bahwa anggota kelompok 'Rusia-Dunia Islam' adalah para politisi, 'telah pensiun, tapi merupakan politisi terkemuka', para perwakilan akademisi, serta pemimpin organisasi keagamaan. "Kami berharap komposisi kelompok ini akan berubah di masa depan, orang-orang baru yang siap bekerja untuk negerinya akan datang," simpulnya.

Sesi Kelompok Visi Strategis 'Rusia-Dunia Islam' berlangsung di Kazan pada 25 – 28 Mei. Sebanyak 30 negara bepartisipasi dalam pertemuan tersebut bersama para pakar terkemuka Rusia.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS. 

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki