Indonesia Berencana Beli Empat Pesawat Amfibi Be-200 Rusia

Pada Oktober 2015, Presiden Joko Widodo mengutarakan bahwa Indonesia berencana membeli tiga pesawat pemadam kebakaran untuk mengatasi kebakaran hutan.

Pada Oktober 2015, Presiden Joko Widodo mengutarakan bahwa Indonesia berencana membeli tiga pesawat pemadam kebakaran untuk mengatasi kebakaran hutan.

Sergey Subbotin/RIA Novosti
Berdasarkan sumber dari industri pertahanan Rusia, Indonesia berencana membeli empat unit pesawat amfibi Beriev Be-200 Rusia.

Indonesia berencana membeli empat unit pesawat amfibi Beriev Be-200 Rusia. Demikian hal tersebut dikabarkan media Rusia Sputnik, mengutip sumber dari industri pertahanan Rusia, Kamis (18/2). Sang narasumber menambahkan bahwa kontrak akan ditandatangani dalam waktu dekat.

"Mereka kini sedang berada dalam tahap akhir perundingan untuk menyepakati syarat dan ketentuan dalam kontrak tersebut," kata sang narasumber kepada RIA Novosti.

Pesawat Be-200 adalah pesawat amfibi Rusia yang unik dan sangat cocok untuk melakukan misi pemadaman kebakaran. Pesawat ini dapat mendarat di air dan mengangkut ribuan galon air ke dalam lambung pesawat dan kemudian menyemprotkannya ke atas kobaran api. Selain itu, pesawat ini juga dapat dikonfigurasi untuk misi pencarian dan penyelamatan korban pesawat sipil.

Pada akhir Oktober 2015 lalu, Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna mengumumkan bahwa pemerintah hendak menambahkan pesawat amfibi Rusia ke dalam armada Angkatan Udara Indonesia. Pesawat tersebut direncanakan akan digunakan sebagai alat utama sistem persenjataan, termasuk di antara tugasnya yaitu membantu penyemaian garam hujan buatan di daerah yang tertimpa bencana asap.

Agus mengakui, pesawat Be-200 terbukti lebih efektif dalam mengangkut air untuk menyemprot lahan-lahan yang terbakar.

Be-200 Padamkan Kebakaran Hutan di Indonesia

Pada tanggal 21 Oktober 2015, dua unit pesawat amfibi Be-200CS milik MChS Rusia memulai operasi pemadaman kebakaran hutan di Indonesia yang disebut-sebut organisasi lingkungan global Greenpeace sebagai kebakaran hutan terbesar di dunia. Dampak kabut asap dari kebakaran hutan ini bahkan sampai hingga ke negara-negara tetangga. Sementara di Indonesia, sejumlah sekolah dan transportasi umum ditutup akibat kabut asap.

Sebelumnya, pesawat amfibi ini pernah memadamkan kebakaran hutan di Indonesia. Pada 2015 lalu, Rusia beroperasi di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Selama lima hari mereka berhasil memadamkan api. Sebulan kemudian, operasi dinyatakan selesai.

Dengan dua mesin jet di atas sayapnya, pesawat Be-200 dapat lepas landas di landasan pacu yang hanya sepanjang 1.800 meter, di perairan tertutup, bahkan di laut dengan kedalaman lebih dari dua meter dan tinggi ombak 1,2 meter (atau gelombang dengan kekuatan berskala 3).

Pesawat Be-200 milik Rusia ini juga tidak perlu mendarat untuk melakukan pengisian air. Saat melakukan gerakan "planing" (gerakan mengapung di atas air), Be-200 dapat mengumpulkan 12 – 13 ton air dalam waktu 12 – 14 detik. Selain itu Be-200 dapat mengangkut hingga 37.200 kilogram air dan terbang di ketinggian 3.850 tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki