McCain Ingin AS Ambil Risiko Terlibat Perang Terbuka dengan Rusia

AS, menurut kedua politisi, harus membangun zona anti-pesawat di Suriah, mencegah Angkatan Udara Suriah menjalankan misi anti-teroris dan 'memberi pelajaran bagi Rusia' karena mengarah oposisi moderat di wilayah tersebut.

Adu senjata sepertinya mengalir di darah politisi AS John McCain dan Lindsey Graham, jika apa yang mereka anggap 'strategi koheren' untuk menghancurkan ISIS di Suriah adalah mendorong AS terlibat konflik terbuka dengan Rusia, demikian tulis Daniel Larison untuk American Conservative, seperti diberitakan Sputnik.

Sang senator menyampaikan opininya dalam artikel yang dipublikasikan oleh Wall Street Journal.

AS, menurut kedua politisi, harus membangun zona antipesawat di Suriah, mencegah Angkatan Udara Suriah menjalankan misi antiteroris dan 'memberi pelajaran bagi Rusia' karena mengarah oposisi moderat di wilayah tersebut, tulis Sputnik.

"Itu hanya membuat AS akan terlibat perang terbuka dengan banyak pihak sekaligus. McCain dan Graham ingin AS mengambil risiko terlibat perang terbuka dengan Rusia," tutur Larison.

McCain dan Graham juga menyarankan dibentuknya pasukan 'multinasional' yang terdiri dari sepuluh ribu tentara AS, yang ditugaskan membebaskan kota Raqqa, Suriah, 'ibu kota ISIS'. Pasukan tersebut juga harus menghancurkan ISIS di negara itu dan mempertahankan perdamaian 'seperti yang dilakukan di Bosnia dan Kosovo'. 

Larison menilai pasukan tersebut mungkin hanya akan berisi tentara AS, karena negara lain tak tertarik ikut serta dalam inisiatif tersebut.

"Membandingkan situasi Suriah dengan Bosnia dan Kovoso menciptakan kesalahpahaman, karena negara-negara tersebut menginginkan kehadiran AS atau NATO, sementara Suriah tidak," tambahnya.

Pada akirnya, strategi yang diusulkan McCain dan Graham hanya akan mempertajam konflik di wilayah yang sudah lelah akan kehadiran AS, terang Larison.

Baca lebih banyak mengenai Hubungan Rusia-AS >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More